Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
Setelah merilis lagu "Hati Selembut Salju", kali ini penyanyi solo Segara kembali merilis karya bertemakan sebuah penyesalan dalam suatu hubungan melalui lagu berjudul "Terlambat Mencintaimu".
"Lagu ini bercerita tentang seseorang yang dalam kisahnya penuh penyesalan. Ia terlambat melakukan banyak hal untuk seseorang yang dia cintai. Karena itu, penyesalan selalu datang dan membuatnya lemah. Yang dapat dilakukan hanyalah pasrah dan mengakui kesalahannya," kata Segara melalui keterangannya, Jumat (19/2).
Untuk proses pembuatan lagu ini, Segara mengungkapkan dirinya kembali berkolaborasi dengan Irwan Simanjuntak atau biasa ia sapa dengan Opung.
Keduanya mencoba merangkum sebuah aransemen yang kiranya dapat mewakilkan apa yang ingin lagu ini sampaikan. Karena itu, mereka memutuskan untuk menambahkan instrumen strings untuk mendramatisir dan memperkuat melodi vokal.
Seluruh aransemen musik dan strings ditulis sendiri oleh Irwan, dan aransemen vokalnya dibuat bersama.
"Seluruh proses rekaman berjalan seperti biasanya, namun karena ingin menambah elemen strings di dalamnya, kami menambah waktu untuk produksi. Kami memutuskan untuk menggunakan strings asli, bukan yang dibuat melalui synthesizer atau digital strings," kata Segara.
"Kemudian kami mengumpulkan para musisi yang terdiri dari pemain violin, viola, dan cello. Meski cukup sulit, akhirnya kami berhasil menjalankannya dan berlangsung dengan lancar," imbuhnya.
Anak dari musikus Ebiet G. Ade itu berharap, lagu ini dapat memberikan dampak positif dalam bentuk apapun itu kepada para pendengarnya.
Ia melanjutkan, walaupun lagu ini berisi tentang penyesalan, makna sebenarnya adalah agar kita dapat menghindari penyesalan tersebut.
"Pesan terpenting dari saya adalah bahwa untuk siapa pun itu, jangan sampai terlambat mencintai orang yang kita kasihi. Selalu ingat bahwa waktu merupakan kemewahan yang tidak dapat kita genggam selamanya," kata Segara.
"Sisihkan waktu untuk menyampaikan rasa sayang kepada keluarga, teman, kerabat, dan mereka yang memiliki nilai di dalam hidup kita. Karena kita tidak dapat mengulang atau memutarbalikan waktu. Bila terlambat, yang tersisa hanya sesal dan rindu," pungkasnya.
Lagu "Terlambat Mencintaimu" dari Segara rilis tanggal 19 Februari 2021 di seluruh platform musik digital seperti Spotify, Apple Music, Joox, Langit Musik, Youtube Music, Noice dan Resso.
Untuk official video clip dapat disaksikan di platform Vidio dan YouTube Musica Studios. Untuk video karaoke dapat dinikmati bersama di channel YouTube Musica Karaoke. (Ant/OL-12)
Perilisan lagu berjudul Miliaran Manusia dan Agency ini bertujuan untuk memperkenalkan nuansa pementasan kepada calon penonton Musikal Perahu Kertas.
60 pencipta lagu yang tergabung dalam Garda Publik Pencipta Lagu (Garputala) melaporkan Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN) ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
SPOTIFY resmi merilis Wrapped 2025 untuk para pendengar di seluruh dunia. Setiap tahunnya, Spotify Wrapped merangkum perjalanan mendengarkan musik dan podcast
PADI Reborn akhirnya resmi meluncurkan single terbarunya, Ego, pada Jumat, (7/11). Single ini menjadi pembuka album terbaru mendatang berjudul Dua Delapan.
Pada 1996, James F Sundah bersama Titiek Puspa, bekerja sama dengan member band legendaris Scorpions, Klaus Meine dan Rudolf Schenker.
Lagu Omoide Scroll kini telah dirilis di layanan streaming sebagai singel resmi ke-67 AKB48, sementara lagu ciptaan asli Akimoto berjudul Cécile telah dihapus dari YouTube.
Lagu Apa Arti Cinta dari Danil Josse hadir dengan balutan aransemen pop mainstream yang progresif namun tetap terasa hangat.
Secara musikal, SonicFlo memilih jalur pop-alternative sebagai identitasnya.
Kembali Kepadamu dari Pugar Restu Julian bukan sekadar lagu biasa, melainkan sebuah medium perenungan mengenai momen di mana segala perbuatan pada akhirnya akan kembali kepada diri sendiri.
Lagu Enggap Nafasku menjadi penanda kembalinya Dipaaa ke industri musik setelah sebelumnya sempat merilis lima lagu di sepanjang 2025.
Lagu Harmoni hadir dengan balutan musik ballad khas era 70-an yang menjadi kekuatan Krisna Trias.
Melalui trilogi ini, Vadesta menyuguhkan sebuah narasi cinta yang utuh dan saling terhubung.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved