Senin 08 Juli 2019, 19:30 WIB

PPIH Surabaya Sita Ribuan Bungkus Rokok

Faishol Taselan | Haji
PPIH Surabaya Sita Ribuan Bungkus Rokok

ANTARA
Petugas memeriksa koper jamaah calon haji di Asrama Haji Embarkasi Surabaya

 

MESKI sudah berkali kali diingatkan untuk tidak membawa barang terlarang, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya masih banyak menemukan hal tersebut dari Jemaah Calon Haji (JCH).

PPIH Surabaya menyita ribuan bungkus rokok dari berbagai merk, obat-obatan, jamu, hingga pil kontrasepsi milik jemaah calon haji kloter enam, tujuh dan delapan asal Kabupaten Sumenep dan Bangkalan.

"Semua barang disita dan diamankan, tidak diperkenankan untuk dibawa," kata Sekretaris PPIH Embarkasi Surabaya Jamal di Surabaya, Senin (8/7).

Petugas menyita dari koper kloter enam asal Kabupaten Sumenep berupa 449 bungkus rokok serta 518 bungkus jamu, sementara pada kloter tujuh ditemukan 467 bungkus rokok dan 8.000 obat dari 12 koper jemaah di antaranya terdapat obat kuat, pelangsing, jamu rumput fatimah, supertetra dan lain-lain.

Baca juga: PPIH dan Muassasah Siapkan Teknis Pemberangkatan Jemaah Haji

Sementara, pada kloter delapan asal Kabupaten Bangkalan, petugas menyita 2.596 bungkus rokok dari berbagai merk, 40 bungkus obat-obatan, jamu hingga pil kontrasepsi.

Berdasarkan hasil penelusuran, ada beberapa motif alasan CJH membawa rokok dalam jumlah berlebihan di antaranya karena dititipi orang tanpa tahu alasannya, oleh-oleh untuk saudaranya yang bekerja di Arab Saudi dan untuk dijual kembali.

"Setelah kami tanya, alasan mereka macam-macam, ada yang dititipi orang, oleh-oleh untuk keluarganya yang kerja di sana, bahkan ada yang memang berniat untuk dijual di sana karena harganya menjadi sangat tinggi," imbuhnya.

Menanggapi banyaknya JCH yang membawa barang dalam jumlah berlebihan, Jamal menuturkan pihaknya telah berulang kali menyosialisasikan hal tersebut kepada jemaah ketika manasik haji.

"Kami telah menyampaikan, menyosialisasikan ke jemaah haji di daerah waktu manasik haji, barang apa saja yang boleh dan tidak boleh dibawa. Mulai manasik haji massal di kabupaten, maupun manasik haji di KUA terus kami sosialisasikan itu," pungkasnya.(OL-5)

 

Baca Juga

 ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/aww.

Keputusan Haji Diundur 1 Juni 2020

👤MI 🕔Rabu 20 Mei 2020, 06:15 WIB
KEPUTUSAN final keberangkatan haji Indonesia akan ditetapkan pada 1 Juni 2020, atau diundur lagi karena sebelumnya akan diputuskan pada 20...
Dok. Kemenag/Rusydi

Indeks Kepuasan Jemaah Haji 2019 Tertinggi

👤Sitria Hamid 🕔Kamis 17 Oktober 2019, 19:55 WIB
Indeks Kepuasan Jemaah Haji Indonesia (IKJHI) tahun 2019 sebesar 85,91, tertinggi sejak dilaksanakannya Survei Kepuasan Jemaah Haji...
Fikri NR kemenag

Evaluasi Haji 2019, Peningkatan Kualitas Manasik untuk 2020

👤Sitria Hamid 🕔Rabu 09 Oktober 2019, 20:29 WIB
"Kita ingin ada peningkatan. Setelah hal-hal yang bersifat fisik, maka kita harus menambah kualitas penyelenggaraan (ibadah haji) ini...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya