Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Pancasila sebagai Arah Demokrasi di Tengah Politik yang Dinamis

Afifah Azzahra, mahasiswa Ilmu Komunikasi, Universitas Pancasila
22/12/2025 11:47
Pancasila sebagai Arah Demokrasi di Tengah Politik yang Dinamis
Afifah Azzahra(DOK PRIBADI)

DEMOKRASI di Indonesia tidak pernah berdiri tanpa landasan. Sistem ini tumbuh dan berkembang dengan sokongan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar sekaligus arah moral. Di tengah situasi politik yang terus bergerak dari maraknya isu disinformasi, meningkatnya gesekan sosial, hingga dominasi kepentingan kelompok nilai Pancasila menjadi penting untuk memastikan demokrasi tetap berjalan sesuai semangat kebangsaan.

Sebagai dasar negara, Pancasila menegaskan bahwa demokrasi Indonesia bukan hanya tentang pemilu atau pergantian pemimpin. Lebih dari itu, demokrasi Indonesia adalah demokrasi yang menghormati nilai Ketuhanan Yang Maha Esa dan menjunjung Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Prinsip-prinsip ini mengingatkan bahwa proses politik harus tetap berada dalam koridor etika, kemanusiaan, dan kepentingan rakyat banyak.

Sila Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan dan Perwakilan menegaskan bahwa model demokrasi Indonesia memiliki karakter berbeda jika dibandingkan dengandemokrasi liberal di negara lain. Musyawarah, sikap bijak, serta partisipasi rakyat menjadi unsur penting yang tidak boleh ditinggalkan.

Namun, realitas politik sering kali menunjukkan persaingan yang lebih mementingkan jabatan daripada kepentingan masyarakat luas. Karena itu, Pancasila perlu terus ditempatkan sebagai rambu etis dalam setiap kebijakan dan keputusan publik.

Di sisi lain, tantangan besar demokrasi masa kini adalah meningkatnya polarisasi. Ruang digital yang seharusnya menjadi arena berbagi informasi justru memicu kebencian dan perpecahan. Sila Persatuan Indonesia berfungsi sebagai pengingat bahwa keberagaman bangsa harus dirawat, bukan dijadikan alasan konflik. Demokrasi hanya dapat berjalan sehat bila masyarakat tetap bersatu tanpa kehilangan ruang untuk berbeda pendapat.

Selanjutnya, sila Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia menggarisbawahi bahwa demokrasi ideal harus menghasilkan kesejahteraan yang merata. Bila hasil pembangunan hanya dinikmati segelintir kelompok, makna demokrasi kehilangan esensinya. Pemerataan akses pendidikan, kesehatan, dan peluang ekonomi merupakan wujud nyata keadilan yang menjadi cita-cita bersama.

Pada akhirnya, Pancasila adalah penjaga arah perjalanan demokrasi Indonesia. Ideologi ini bukan sekadar slogan atau simbol historis, tetapi pedoman hidup yang terus relevan dalam menghadapi tantangan zaman. Mengawal demokrasi berarti menjaga agar nilai-nilai Pancasila tetap menjadi dasar dalam setiap langkah pembangunan dan kebijakan negara agar demokrasi yang kita jalankan tidak hanya sekadar prosedur, tetapi memberikan manfaat nyata bagi seluruh rakyat Indonesia.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik