Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
DEMOKRASI di Indonesia tidak pernah berdiri tanpa landasan. Sistem ini tumbuh dan berkembang dengan sokongan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar sekaligus arah moral. Di tengah situasi politik yang terus bergerak dari maraknya isu disinformasi, meningkatnya gesekan sosial, hingga dominasi kepentingan kelompok nilai Pancasila menjadi penting untuk memastikan demokrasi tetap berjalan sesuai semangat kebangsaan.
Sebagai dasar negara, Pancasila menegaskan bahwa demokrasi Indonesia bukan hanya tentang pemilu atau pergantian pemimpin. Lebih dari itu, demokrasi Indonesia adalah demokrasi yang menghormati nilai Ketuhanan Yang Maha Esa dan menjunjung Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Prinsip-prinsip ini mengingatkan bahwa proses politik harus tetap berada dalam koridor etika, kemanusiaan, dan kepentingan rakyat banyak.
Sila Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan dan Perwakilan menegaskan bahwa model demokrasi Indonesia memiliki karakter berbeda jika dibandingkan dengandemokrasi liberal di negara lain. Musyawarah, sikap bijak, serta partisipasi rakyat menjadi unsur penting yang tidak boleh ditinggalkan.
Namun, realitas politik sering kali menunjukkan persaingan yang lebih mementingkan jabatan daripada kepentingan masyarakat luas. Karena itu, Pancasila perlu terus ditempatkan sebagai rambu etis dalam setiap kebijakan dan keputusan publik.
Di sisi lain, tantangan besar demokrasi masa kini adalah meningkatnya polarisasi. Ruang digital yang seharusnya menjadi arena berbagi informasi justru memicu kebencian dan perpecahan. Sila Persatuan Indonesia berfungsi sebagai pengingat bahwa keberagaman bangsa harus dirawat, bukan dijadikan alasan konflik. Demokrasi hanya dapat berjalan sehat bila masyarakat tetap bersatu tanpa kehilangan ruang untuk berbeda pendapat.
Selanjutnya, sila Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia menggarisbawahi bahwa demokrasi ideal harus menghasilkan kesejahteraan yang merata. Bila hasil pembangunan hanya dinikmati segelintir kelompok, makna demokrasi kehilangan esensinya. Pemerataan akses pendidikan, kesehatan, dan peluang ekonomi merupakan wujud nyata keadilan yang menjadi cita-cita bersama.
Pada akhirnya, Pancasila adalah penjaga arah perjalanan demokrasi Indonesia. Ideologi ini bukan sekadar slogan atau simbol historis, tetapi pedoman hidup yang terus relevan dalam menghadapi tantangan zaman. Mengawal demokrasi berarti menjaga agar nilai-nilai Pancasila tetap menjadi dasar dalam setiap langkah pembangunan dan kebijakan negara agar demokrasi yang kita jalankan tidak hanya sekadar prosedur, tetapi memberikan manfaat nyata bagi seluruh rakyat Indonesia.
Pemerintah diharapkan mau berbenah agar lebih terbuka terhadap masyarakat dan mendengarkan aspirasi yang disuarakan rakyat.
Dengan lirik yang gelap, agresif, dan penuh makna metafora, .Feast tidak hanya mengungkapkan kemarahan, tetapi juga memberi peringatan moral.
Keterlibatan mahasiswa melalui pendekatan kolaboratif menjadi semakin penting di tengah berbagai tantangan pembangunan dan kesenjangan sosial.
Mencegah radikalisme dan intoleransi berarti menghidupkan kembali nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Menyampaikan kritik dengan bahasa yang santun bukan berarti takut atau tidak berani, melainkan menunjukkan kematangan dalam berpikir dan berkomunikasi.
Demokrasi perlu kembali menjadi tempat diskusi yang mengedepankan kejujuran dan tanggung jawab, bukan medium untuk transaksi suara.
Sudah waktunya semua pihak berhenti bersembunyi di balik kata 'hiburan'. Combat sport adalah olahraga. Ada tanggung jawab moral di dalamnya.
Dengan lirik yang gelap, agresif, dan penuh makna metafora, .Feast tidak hanya mengungkapkan kemarahan, tetapi juga memberi peringatan moral.
Keterlibatan mahasiswa melalui pendekatan kolaboratif menjadi semakin penting di tengah berbagai tantangan pembangunan dan kesenjangan sosial.
Mencegah radikalisme dan intoleransi berarti menghidupkan kembali nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Masa depan persepsi politik publik sangat bergantung pada literasi media dan kesadaran kritis masyarakat.
Menyampaikan kritik dengan bahasa yang santun bukan berarti takut atau tidak berani, melainkan menunjukkan kematangan dalam berpikir dan berkomunikasi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved