Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Peran Media Sosial dalam Membentuk Pola Pikir Generasi Muda

Aqillah Daffansyah, mahasiswa Ilmu Komunikasi, Universitas Pancasila
20/1/2026 16:46
Peran Media Sosial dalam Membentuk Pola Pikir Generasi Muda
Aqillah Daffansyah(DOK PRIBADI)

DI era teknologi modern, media sosial telah menjadi bagian penting dari kehidupan generasi muda. Instagram, Tiktok, X, dan Youtube bukan hanya platform hiburan; mereka adalah tempat untuk berkreasi, belajar, berekspresi, dan bahkan membangun identitas diri.

Media sosial, dengan penggunaan yang semakin meningkat, memiliki dampak yang signifikan terhadap cara generasi muda berpikir, bersikap, dan melihat dunia.

1. Akses Informasi dan Pembelajaran Cepat

Media sosial menawarkan kemudahan akses ke informasi, yang merupakan salah satu manfaatnya. Generasi muda dapat memperoleh pengetahuan baru dengan cepat dan mengikuti masalah terbaru tanpa terbatas waktu atau tempat.

Berbagai konten pendidikan, mulai dari tutorial praktis hingga diskusi masalah sosial, memberikan kesempatan untuk belajar secara mandiri dan interaktif, sesuatu yang seringkali tidak tersedia dalam kurikulum formal. Media sosial menjadi sumber pembelajaran informal yang kuat dan tempat pengguna bekerja sama.

2. Media Sosial sebagai Ruang Ekspresi dan Identitas

Media sosial memainkan peran yang signifikan dalam pembentukan identitas sosial generasi  muda. Generasi Z terutama memanfaatkan media sosial sebagai cara untuk berkomunikasi,  berekspresi, dan berpartisipasi dalam komunitas online yang selaras dengan prinsip-prinsip mereka.

Mereka memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang perasaan terhubung dan keterlibatan dalam masalah sosial, politik, dan budaya melalui interaksi digital ini. Studi ini menunjukkan bahwa ada hubungan langsung antara keterlibatan di media sosial dan pertumbuhan identitas sosial serta rasa keterikatan komunitas. 

Selain itu, penggunaan media sosial memungkinkan generasi muda mengekspresikan pendapat dan suara mereka dalam ruang publik online, memungkinkan mereka terlibat dalam percakapan yang sebelumnya terbatas pada lingkungan lokal mereka.

3. Tantangan Konten Negatif dan Perbandingan Sosial

Sebaliknya, media sosial menghadirkan masalah besar. Pola pikir dapat terpengaruh secara negatif saat melihat konten yang tidak terfilter.

Misalnya, tekanan sosial untuk tampil sempurna, standar hidup yang tidak realistis, dan budaya perbandingan sosial semuanya sering memengaruhi persepsi diri dan kepuasan hidup generasi muda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa algoritma media sosial yang terus mendapatkan respons tinggi dari pengguna, seperti likes dan shares, dapat meningkatkan bias emosi dan kognitif, yang dapat menyebabkan perilaku berisiko atau tekanan psikologis pada remaja.

4. Pengaruh terhadap Kesehatan Mental

Selain itu, paparan media sosial yang intens dapat berdampak pada kesehatan mental generasi muda. Ketakutan, depresi, dan gangguan emosional lainnya dapat meningkat karena konten yang mengandung kekerasan, tekanan, atau stereotip.

Media sosial tidak hanya berbagi informasi tetapi juga membentuk referensi yang dapat membentuk norma sosial baru yang kadang-kadang tidak sehat. Kajian ilmiah menunjukkan bahwa media sosial memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perkembangan psikologis remaja, termasuk  mempertimbangkan dampak positif dan negatif mereka terhadap kesehatan mental mereka.

5. Literasi Digital sebagai Kunci Bijak Bermedia Sosial

Sangat penting untuk menjadi mahir dalam literasi digital untuk menghadapi tantangan ini. Literasi digital bukan hanya kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga kemampuan untuk memilah informasi secara kritis, menilai sumber konten, dan memahami dampak psikologis dari media sosial.

Pendidikan literasi digital membantu generasi muda memiliki filter mental yang kuat sehingga mereka tidak mudah tertipu oleh hoaks atau konten negatif.  Pendidikan literasi digital juga membantu mereka menggunakan media sosial secara bijak untuk melindungi diri mereka sendiri dan orang lain. 

Dalam proses ini, peran orangtua, pendidik, dan lingkungan sekitar sangat penting. Keterlibatan orang tua dan guru dalam mendampingi siswa di ruang digital terbukti meningkatkan kesadaran mereka akan etika digital, keamanan online, dan perilaku yang lebih sehat dalam menggunakan media sosial. Ini ditunjukkan dalam banyak penelitian.

Kesimpulan

Media sosial memengaruhi pola pikir generasi muda. Media sosial memberi orang akses ke informasi, memberi orang kesempatan untuk berekspresi dan belajar, dan membantu mereka menjadi identitas sosial.

Di sisi lain, kontennya dapat menyebabkan tekanan emosional, perbandingan sosial, dan potensi disinformasi. Jadi, literasi digital sangat penting untuk menghadapi era digital ini.

Media sosial dapat menjadi alat yang efektif untuk membentuk pola pikir generasi muda ke arah yang positif jika digunakan dengan benar dan didukung oleh kesadaran kritis dan bimbingan. Sebaliknya, jika digunakan tanpa kontrol dan kesadaran, media sosial justru dapat menjadi sumber pengaruh negatif yang merugikan masyarakat dan individu.

 

Referensi

Al’Ayubi, S., & Irawati, T. N. (2022). Penguatan Literasi Digital melalui Peranan Media Sosial Bagi Generasi Muda. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Khaira Ummah, 1(02), 137-146.  https://journal.unisnu.ac.id/khairaummah/article/view/387

Eka Yeni Winantika, Budi Febriyanto, Shopia Nida Utari. (2022). Peran media sosial dalam pembentukan karakter siswa di era digital. https://jurnal.umkuningan.ac.id/index.php/lensapendas/article/view/1689

Izzaty Nagita Putri, Agestya Petra Amelia, Jonathan Raymond Frederick, Deni Aries Kurniawan, Veronica Varbi Sununianti, Istiqoma Istiqoma. (2025). https://perspektif.ppj.unp.ac.id/index.php/perspektif article/view/1258

Ananda, M., Suriansyah, A., & Rafianti, W. R. (2024). Pengaruh Media Sosial Terhadap Pembentukan Identitas Diri pada Generasi Z. MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, 2(4), 2279–2289. https://ejournal.lumbungpare.org/index.php/maras/article/view/634

Paulina Silitonga. (2023). PENGARUH POSITIF DAN NEGATIF MEDIA SOSIAL TERHADAP PERKEMBANGAN SOSIAL, PSIKOLOGIS, DAN PERILAKU REMAJA YANG TIDAK TERBIASA DENGAN TEKNOLOGI SOSIAL MEDIA DI INDONESIA. Jurnal Pendidikan Sosial Dan Humaniora, 2(4), 13077–13089. https://publisherqu.com/index.php/pediaqu/article/view/74

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya