Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Bagaimana Resiliensi Pasar Modal Indonesia terhadap Tekanan Geopolitik? Ini Kata OJK

Ihfa Firdausya
02/4/2026 16:38
Bagaimana Resiliensi Pasar Modal Indonesia terhadap Tekanan Geopolitik? Ini Kata OJK
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon (PMDK) OJK Hasan Fawzi (kedua dari kanan) dalam Konferensi Pers dan Sosialisasi Capaian Reformasi Transparasi Pasar Modal Indonesia di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis ((Ihfa Firdausya/MI)

PASAR modal Indonesia mengalami pergerakan yang cukup dinamis dengan tingkat volatilitas cukup tinggi akibat tekanan geopolitik dan kondisi domestik dan global. Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon (PMDK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Hasan Fawzi menyebut kondisi itu tidak hanya dialami oleh pasar modal Indonesia, tapi hampir seluruh bursa-bursa di regional dan global.

"Ini juga menunjukkan dinamika eksternal dibanding apa yang merupakan respons atas kondisi fundamental di domestik semata," kata Hasan dalam Konferensi Pers dan Sosialisasi Capaian Reformasi Transparasi Pasar Modal Indonesia di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (2/4).

Per 1 April 2026 kemarin, indeks harga saham gabungan atau IHSG berada di level 7.184,44 atau telah mengalami koreksi sebanyak 16,91% secara year-to-date. Di tengah dinamika tersebut, katanya, pihaknya terus mencermati perkembangan dari hari ke hari untuk menakar reaksi investor. 

"Kami mengkonfirmasi bahwa sejauh ini resiliensi atau daya tahan dari pasar domestik kita masih dapat dan tetap terjaga," ungkap Hasan.

Ia memaparkan, aktivitas transaksi saham tercatat masih terus menunjukkan angka yang solid dan tinggi dengan rata-rata nilai transaksi harian di angka Rp20,66 triliun selama Maret 2026. Likuiditas di pasar juga dinilai tetap stabil dengan rentang spread dari bid dan ask di angka yang relatif baik yakni 1,55 kali.

Kemudian industri reksadana di tengah-tengah kondisi ini masih tercatat tumbuh dengan nilai aktiva bersih (NAB) yang mencapai angka Rp695,71 triliun atau masih tercatat naik sebesar 3,02% secara year-to-date.
Selain itu, pasar modal juga tetap dapat menjalankan fungsi sebagai sarana untuk mendapatkan sumber pembiayaan. Total penghimpunan dana korporasi mencapai Rl51,96 triliun hingga akhir Maret 2026.

Di sisi lain, kata Hasan, OJK sudah melakukan pengenaan sanksi administratif kepada tidak kurang dari 233 pihak selama tahun ini sampai 31 Maret 2026.

"Total denda mencapai angka Rp96,33 miliar. Termasuk penganganan kasus yang terkait langsung dengan kondisi manipulasi pasar yang sering menjadi perhatian semua pihak. Ini bahkan angkanya sebesar Rp29,3 miliar," ujarnya.

"Tentu langkah ini akan kami teruskan dan akan menjadi bagian penting dalam upaya kita terus menghadirkan disiplin pasar, integritas pasar, market conduct yang baik. Pada akhirnya kami berharap memulihkan kepercayaan di pasar modal kita terutama dari para investor kita," pungkasnya. (H-4)

 

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya