Headline

Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.

Pengamat: Meningkatnya Tensi Geopolitik Global Ancam Stabilitas Domestik

Rahmatul Fajri
28/3/2026 19:38
Pengamat: Meningkatnya Tensi Geopolitik Global Ancam Stabilitas Domestik
Ilustrasi(Dok Istimewa)

ANALIS politik senior, Boni Hargens, menggelar aksi kemanusiaan dan doa bersama ratusan anak yatim piatu di kediamannya, Rumah Perdamaian, Depok, Jawa Barat, Sabtu (28/3/2026). Kegiatan yang berlangsung dalam suasana Idulfitri 1447 Hijriah ini difokuskan untuk memohon perdamaian di tengah meningkatnya tensi geopolitik global.

Boni menyoroti kondisi dunia yang saat ini dinilai sedang tidak stabil, mulai dari konflik di Timur Tengah hingga perang Rusia-Ukraina yang belum berujung. Menurutnya, ketidakstabilan ini bukan hanya masalah kemanusiaan, tetapi juga ancaman nyata bagi stabilitas domestik Indonesia.

"Dunia kita saat ini sedang tidak baik-baik saja. Ada ketegangan yang melibatkan Amerika-Israel terhadap Iran, juga perang Rusia-Ukraina yang belum tuntas. Semuanya menciptakan ketidakstabilan global yang berdampak langsung pada situasi dalam negeri kita," ujar Boni melalui keterangannya, Sabtu (28/3).

Dalam kesempatan tersebut, Boni melontarkan kritik terhadap para pengamat atau ahli yang cenderung mengeluarkan teori atau hipotesis yang justru menyudutkan pemerintah dan memicu keresahan di masyarakat. Ia menilai, di tengah krisis global, langkah sosial dan spiritual lebih dibutuhkan daripada sekadar polemik intelektual.

"Kalau para ahli lain sibuk mengajukan hipotesis atau teori yang seringkali menimbulkan keresahan dan menyudutkan pemerintah, kami lebih memilih jalur kegiatan sosial. Kami mengajak masyarakat berdoa demi kebaikan bangsa dan negara," tegasnya.

Boni meyakini bahwa Pemerintah Indonesia saat ini sedang berjuang keras mengantisipasi dampak ekonomi dan politik dari perang tersebut, sekaligus aktif melakukan upaya diplomasi untuk menghentikan konflik.

Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memberikan dukungan moral dan spiritual kepada para pemimpin dunia agar lebih mengedepankan jalur dialog ketimbang kekerasan.

"Kita memohon rahmat kebijaksanaan bagi para pemimpin dunia agar lebih mengedepankan dialog dalam menyelesaikan masalah. Kami juga mengajak masyarakat mendoakan agar Tuhan memberkati perjuangan pemerintah Indonesia dalam menghadapi dampak perang ini," pungkas Boni.

Acara tersebut diakhiri dengan pembagian santunan kepada ratusan anak yatim piatu sebagai bentuk kepedulian sosial di hari raya. Boni berharap pesan dari Rumah Perdamaian ini dapat menginspirasi tokoh-tokoh lain untuk lebih fokus pada penguatan solidaritas nasional di tengah krisis global. (H-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya