Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan kondisi perekonomian Indonesia masih jauh dari krisis, meskipun situasi global tengah memanas akibat konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Ia menilai, sejumlah indikator domestik justru menunjukkan tren positif, termasuk peningkatan konsumsi masyarakat.
Menurut Purbaya, lonjakan konsumsi pada periode Lebaran 2026 terlihat dari meningkatnya mobilitas masyarakat serta tingginya aktivitas belanja di berbagai daerah.
"Siapa yang bilang krisis? Jadi kita jauh dari krisis. Saat lebaran di mana-mana macet. Di semua tempat pada belanja. Artinya daya beli ada," ujar Purbaya di Jakarta, Jumat (27/3).
Ia mengeklaim, berdasarkan berbagai indikator ekonomi, Indonesia saat ini justru tengah mengalami percepatan pertumbuhan, sekaligus mampu memitigasi dampak kenaikan harga minyak dunia melalui instrumen Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Menurutnya, indikator yang ada menunjukkan pergerakan ekonomi yang semakin cepat, sementara tekanan harga minyak global dapat diserap melalui APBN. Dengan kondisi tersebut, ia menegaskan Indonesia masih jauh dari krisis dan justru terus berada dalam tren ekspansi.
"Kalau lihat dari indikator-indikator yang ada, kita memang sedang bergerak lebih cepat. Jadi, kita lumayan tuh bisa memitigasi harga minyak dunia yang tinggi. Kita jauh dari krisis, kita malah ekspansi terus," ucap bendahara negara.
Menkeu menegaskan kondisi ekonomi Indonesia saat ini belum menunjukkan tanda-tanda perlambatan, apalagi resesi. Sebaliknya, perekonomian nasional disebutnya tengah berada dalam fase akselerasi.
Purbaya menegaskan optimismenya bukan tanpa dasar, melainkan berdasarkan data dan kebijakan yang telah dijalankan pemerintah.
Mengacu pada sejumlah survei, seperti survei konsumen, Purchasing Managers’ Index (PMI), hingga data penjualan kendaraan, yang menurutnya menunjukkan tren peningkatan
"Jadi bukan saya optimis, saya melihat data. Resesi aja belum, melambatnya saja belum. Kita sedang mengalami akselerasi. Dan saya akan jaga terus, kita akan jaga terus bersama ke depannya," tegas Purbaya.
"Kan saya lihat dari data konsumen, survei konsumen, survei PMI, survei pembelian mobil, motor, katanya naik," sambungnya.
Selain itu, pemerintah juga memastikan belanja negara berjalan tepat waktu sekaligus terus berupaya memperbaiki iklim usaha guna mendorong pertumbuhan ekonomi. Upaya tersebut dilakukan dengan mengoptimalkan peran kebijakan fiskal dan moneter agar mampu menggerakkan sektor swasta. Dengan langkah tersebut, pemerintah meyakini pertumbuhan ekonomi hingga 6% bukanlah hal yang sulit untuk dicapai.
"Saya pastikan belanja pemerintahnya tepat waktu. Saya usahakan perbaikan iklim usaha seoptimal mungkin. Tapi, pada dasarnya kalau saya bisa jalankan mesin fiskal dan mesin moneter yang menggerakan swasta, tumbuh 6% harusnya tidak terlalu sulit. Di atas buku ya," tuturnya.
Meski demikian, menkeu mengakui di lapangan masih diperlukan berbagai dorongan tambahan agar pertumbuhan ekonomi dapat berlangsung lebih cepat. Namun, ia memastikan fondasi utama penggerak ekonomi sudah berjalan.
"Di lapangan kan kita perlu dorongan-dorongan seperti yang lain-lain supaya lebih cepat lagi. Tapi yang jelas, mesin-mesin (ekonomi) itu sudah kita hidupkan. Jadi hampir pasti kita tidak menuju resesi apalagi krisis," pungkas Purbaya. (Z-2)
Pemerintah berencana mengurangi hari operasional program Makan Bergizi Gratis menjadi lima hari. Menkeu Purbaya memastikan efisiensi tanpa mengurangi kualitas.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia pastikan harga Pertalite & Solar tak naik meski krisis energi global akibat perang AS-Israel vs Iran kian memanas.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengakui sistem Coretax telah bermasalah sejak awal pengembangannya. Ia menyebut kelemahan utama terletak pada desain yang tidak baik
MENTERI Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa meminta masyarakat tetap tenang dalam menyikapi isu potensi resesi ekonomi.
Purbaya menjelaskan bahwa meskipun kondisi global penuh ketidakpastian, permintaan domestik masih menjadi mesin utama penggerak ekonomi.
Bursa Asia rontok setelah IRGC ancam harga minyak tembus US$200. Nikkei dan KOSPI anjlok di atas 7% akibat kekhawatiran inflasi global pasca serangan AS-Israel ke Iran.
Nilai tukar rial Iran jatuh ke level terendah sepanjang sejarah, memicu inflasi pangan hingga 70%.
Mata uang Iran anjlok ke level kritis. US$1 tembus 1,4 juta rial, ekonomi lumpuh dan protes nasional meledak di berbagai kota.
Presiden Argentina Javier Milei menghadapi ujian besar dua tahun setelah menjabat.
Donald Trump mengungkapkan bantuan AS senilai US$20 miliar kepada Argentina bertujuan membantu Javier Milei menang dalam pemilu sela.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved