Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
KRISIS mata uang Iran memasuki fase paling berbahaya dalam sejarah modern negara itu. Nilai tukar rial Iran (IRR) anjlok hingga sekitar 1.400.000 rial per US$1, memicu gelombang protes nasional yang dinilai analis sebagai yang paling mengancam kelangsungan Republik Islam sejak Revolusi 1979.
Dilansir dari The Indian Times, bagi warga Iran, ini bukan sekadar angka di layar valuta asing. Runtuhnya mata uang Iran telah menghancurkan kepercayaan ekonomi, membuat kehidupan sehari-hari nyaris mustahil dijalani. Harga berubah dari jam ke jam, upah kehilangan nilai bahkan sebelum diterima, dan uang tak lagi berfungsi sebagai alat tukar yang masuk akal.
Gelombang protes terbaru yang pecah sejak akhir Desember 2025 tidak bermula dari kampus atau isu ideologis, melainkan dari Grand Bazaar Teheran, pusat simbolik dan praktis perekonomian Iran. Fakta ini menjadi penanda penting, krisis mata uang Iran telah melumpuhkan aktivitas ekonomi inti negara.
Dalam waktu bersamaan:
Iran bukan pertama kali menghadapi gelombang protes. Namun para analis menilai krisis yang dipicu oleh kejatuhan mata uang Iran kali ini berbeda secara fundamental.
Jika protes 2022 dipicu kematian Mahsa Amini dan isu kebebasan sipil, maka protes 2025-2026 dipicu oleh kehancuran total sistem moneter. Kemarahan moral bisa diredam. Kegagalan mata uang tidak bisa ditunda.
Akibat krisis mata uang Iran, kelompok yang turun ke jalan sejak hari-hari pertama meliputi:
Wilayah pinggiran dan kota kecil ikut bergolak lebih cepat, menandakan dampak runtuhnya mata uang Iran telah menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
Slogan yang terdengar di berbagai kota kini tak lagi menuntut perbaikan ekonomi semata, tetapi mengarah langsung pada perubahan rezim. Banyak demonstran menyimpulkan bahwa selama struktur kekuasaan tak berubah, mata uang Iran tak akan pernah pulih.
Sebagian pihak membandingkan situasi Iran dengan Suriah. Namun sejumlah pengamat menilai krisis Iran bisa lebih kompleks. Iran tidak memiliki pembagian wilayah sektarian yang jelas, sehingga jika pusat kekuasaan runtuh akibat krisis mata uang Iran, tidak ada daerah penyangga untuk menyerap kekacauan.
Kekhawatiran lain adalah potensi retaknya aparat keamanan. Garda Revolusi Iran (IRGC) bukan entitas tunggal. Jika tekanan ekonomi akibat runtuhnya mata uang Iran terus berlanjut, loyalitas internal berpotensi terpecah.
Krisis mata uang Iran terjadi di saat posisi geopolitik Teheran melemah:
Pernyataan keras Presiden AS Donald Trump serta dukungan terbuka Israel terhadap demonstran mempersempit ruang manuver pemerintah Iran, yang kini menghadapi krisis ekonomi, sosial, dan moneter secara bersamaan.
Anjloknya mata uang Iran hingga 1,4 juta rial per dolar AS bukan hanya soal nilai tukar. Ini adalah krisis kepercayaan terhadap negara itu sendiri. Saat uang kehilangan fungsi, negara kehilangan kendali atas kehidupan sehari-hari warganya.
Protes kali ini berbahaya karena:
Iran kini berdiri di persimpangan sejarah. Jika mata uang Iran tak bisa diselamatkan, stabilitas negara pun ikut dipertaruhkan. (The Indian Times/Z-10)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved