Headline

Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa. 

Optimisme Pengusaha Mal: Rohana dan Rojali Berkeliaran, Namun Omzet Lebaran Tumbuh 10-15%

Iis Zatnika
15/2/2026 16:30
Optimisme Pengusaha Mal: Rohana dan Rojali Berkeliaran, Namun Omzet Lebaran Tumbuh 10-15%
Program BINA Lebaran diikuti oleh 800 jenama, sekitar 80 gerai, serta lebih dari 400 anggota mal di seluruh Indonesia, dilaksanakan selama 25 hari, yakni 6-30 Maret 2026 dengan target transaksi Rp53,38 triliun.(MI/Iis Zatnika)

Kendati situasi ekonomi nasional berada dalam tantangan yang berat akibat kondisi dalam negeri dan global, Himpunan Peritel & Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) meyakini  tren kenaikan omzet peritel tetap akan terjadi seperti lazimnya. 

Optimisme itu diungkapkan Ketua Bidang Program Promosi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) sekaligus General Manager Mal Kota Kasablanka Agung Gunawan dalam jumpa media penyelenggaraan konferensi pers program Belanja di Indonesia Aja (BINA) Lebaran 2026 di Jakarta, Jumat (13/2).

Agung mengungkapkan, pihaknya menargetkan kenaikan omzet BINA akan mencapai 10–15% dibandingkan tahun lalu. "Saat bulan puasa, momentum kunjungan ke mal bagi konsumen meningkat. Jadi 10–15% itu kurang lebih seluruh mal di Indonesia pasti tercapai," imbuh Agung.

Kenaikan serupa diyakini juga akan terjadi pada aspek jumlah pengunjung mal, Agung optimistis akan mencapai 20% dibandingkan momentum biasanya. "Target ini didukung oleh ramainya kunjungan untuk acara buka puasa bersama (bukber)." 

Wakil Ketua Umum Himpunan Peritel & Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) Fetty Kwartati menjelaskan, BINA Lebaran akan menawarkan promosi yang beragam, baik di mal maupun toko ritel lainnya. Program ini akan diikuti oleh 800 jenama, sekitar 80 gerai, serta lebih dari 400 anggota mal di seluruh Indonesia, dilaksanakan selama 25 hari, yakni 6-30 Maret 2026 dengan target transaksi Rp53,38 triliun.

"Setiap ada pergerakan wisatawan pasti ada aktivitas makan dan belanja. Maka, wisata dan belanja merupakan satu kesatuan. Mal dan peritel adalah bagian dari destinasi wisata urban," kata Fetty. 

Sementara Analis Kebijakan Ahli Madya Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Darwin Tonggotua Siahaan mengatakan, program BINA yang digagas sejak 2024 lalu memiliki dampak signifikan ke perekonomian Tanah Air. Program ini menjadi medium promosi belanja di dalam negeri, baik untuk wisatawan lokal maupun mancanegara.

Rojali dan rohana 
Terkait pengunjung mal yang tergolong rombongan jarang beli (rojali) dan rombongan hanya nanya (rohana) dengan berbagai alasannya, Agung melihat, mereka tak akan begitu signifikan memengaruhi capaian transaksi. 

"Sebab, di mal kami saja, transaksi pelanggan pada Januari 2026 meningkat 3% dari bulan sebelumnya. Maka, daya beli konsumen sebenarnya masih cukup baik. Tingginya minat belanja masyarakat juga tercermin dari antusiasme pelaku ritel dalam memperluas usahanya di mal. Bahkan daftar tunggu untuk membuka toko di mal bisa sampai tiga tahun,” jelas Agung.

Optimisme itu diimplementaiskan dalam strategi promosi, termasuk program midnight sale sekitar dua minggu sebelum Lebaran, bertepatan dengan periode gajian atau pencairan THR. Sebagian mal menyelenggarakan dua hingga tiga hari, bahkan ada pula yang setiap akhir pekan. (X-8)

 

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Iis Zatnika
Berita Lainnya