Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
Kendati situasi ekonomi nasional berada dalam tantangan yang berat akibat kondisi dalam negeri dan global, Himpunan Peritel & Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) meyakini tren kenaikan omzet peritel tetap akan terjadi seperti lazimnya.
Optimisme itu diungkapkan Ketua Bidang Program Promosi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) sekaligus General Manager Mal Kota Kasablanka Agung Gunawan dalam jumpa media penyelenggaraan konferensi pers program Belanja di Indonesia Aja (BINA) Lebaran 2026 di Jakarta, Jumat (13/2).
Agung mengungkapkan, pihaknya menargetkan kenaikan omzet BINA akan mencapai 10–15% dibandingkan tahun lalu. "Saat bulan puasa, momentum kunjungan ke mal bagi konsumen meningkat. Jadi 10–15% itu kurang lebih seluruh mal di Indonesia pasti tercapai," imbuh Agung.
Kenaikan serupa diyakini juga akan terjadi pada aspek jumlah pengunjung mal, Agung optimistis akan mencapai 20% dibandingkan momentum biasanya. "Target ini didukung oleh ramainya kunjungan untuk acara buka puasa bersama (bukber)."
Wakil Ketua Umum Himpunan Peritel & Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) Fetty Kwartati menjelaskan, BINA Lebaran akan menawarkan promosi yang beragam, baik di mal maupun toko ritel lainnya. Program ini akan diikuti oleh 800 jenama, sekitar 80 gerai, serta lebih dari 400 anggota mal di seluruh Indonesia, dilaksanakan selama 25 hari, yakni 6-30 Maret 2026 dengan target transaksi Rp53,38 triliun.
"Setiap ada pergerakan wisatawan pasti ada aktivitas makan dan belanja. Maka, wisata dan belanja merupakan satu kesatuan. Mal dan peritel adalah bagian dari destinasi wisata urban," kata Fetty.
Sementara Analis Kebijakan Ahli Madya Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Darwin Tonggotua Siahaan mengatakan, program BINA yang digagas sejak 2024 lalu memiliki dampak signifikan ke perekonomian Tanah Air. Program ini menjadi medium promosi belanja di dalam negeri, baik untuk wisatawan lokal maupun mancanegara.
Rojali dan rohana
Terkait pengunjung mal yang tergolong rombongan jarang beli (rojali) dan rombongan hanya nanya (rohana) dengan berbagai alasannya, Agung melihat, mereka tak akan begitu signifikan memengaruhi capaian transaksi.
"Sebab, di mal kami saja, transaksi pelanggan pada Januari 2026 meningkat 3% dari bulan sebelumnya. Maka, daya beli konsumen sebenarnya masih cukup baik. Tingginya minat belanja masyarakat juga tercermin dari antusiasme pelaku ritel dalam memperluas usahanya di mal. Bahkan daftar tunggu untuk membuka toko di mal bisa sampai tiga tahun,” jelas Agung.
Optimisme itu diimplementaiskan dalam strategi promosi, termasuk program midnight sale sekitar dua minggu sebelum Lebaran, bertepatan dengan periode gajian atau pencairan THR. Sebagian mal menyelenggarakan dua hingga tiga hari, bahkan ada pula yang setiap akhir pekan. (X-8)
Kebijakan yang terlampau restriktif dapat mengganggu ekosistem bisnis yang melibatkan banyak pihak, termasuk sektor UMKM.
Gerakan Belanja di Indonesia Aja (BINA) didorong dipadukan dengan Indonesia Shopping Festival (ISF) 2025 sebagai upaya meningkatkan daya beli masyarakat.
Sektor ritel menilai perlambatan ekonomi saat ini dipengaruhi oleh turunnya indeks kepercayaan konsumen.
Kebijakan ini dapat menghilangkan sejarah budaya lokal kretek di Indonesia.
Regulasi menyoal perizinan mestinya dipandang tak serumit itu jika pengambil keputusan menginginkan adanya aktivitas ekonomi yang kuat di dalam negeri.
LEBARAN 2026 menjadi periode vital bagi ekonomi Indonesia yang ditandai dengan lonjakan tajam jumlah uang tunai yang beredar di masyarakat
Tradisi meriam bambu di Pidie saat Lebaran menarik ribuan wisatawan, memicu kemacetan panjang, dan berpotensi dikembangkan sebagai wisata budaya unik Aceh.
TRANS-Jakarta mencatat dalam dua hari pelaksanaan tarif khusus Rp1, 21–22 Maret 2026, operator transportasi publik itu mencatat lebih dari 1,1 juta pelanggan.
Fenomena post holiday blues atau penurunan suasana hati merupakan hal yang wajar.
Masakan bersantan masih layak dikonsumsi hingga hari ketiga Lebaran, asalkan teknik penyimpanan dan pemanasannya dilakukan dengan benar.
Promo ini menyasar layanan kelas eksekutif pada KA Sribilah Utama relasi Stasiun Medan menuju Stasiun Tebingtinggi, Kisaran, hingga Rantauprapat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved