Headline
Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.
Kumpulan Berita DPR RI
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan stok pangan pokok strategis secara nasional masih aman dan memadai jelang Ramadan. Pemerintah memastikan tidak hanya komoditas beras yang aman, melainkan jenis pangan pokok lainnya juga mencukupi.
"Stok (cadangan beras pemerintah) banyak. Sekarang stoknya 3,4 juta ton hari ini. Kemungkinan akhir bulan (bisa) 3,8 juta ton. Bulan Maret bahkan bisa 4 juta ton. Bantuan pangan kita percepat," ungkap Amran dalam keterangan resmi, Kamis (12/2).
Dalam catatan Bapanas, per 11 Februari 2026, total beras yang dikelola Perum Bulog masih sangat kuat dengan berada di level 3,41 juta ton. Realisasi serapan setara beras dari produksi dalam negeri oleh Bulog pun semakin melesat.
Adapun total realisasi serapan Bulog telah mencapai 240,4 ribu ton setara beras. Angka itu melonjak sampai lebih dari 500% jika dibandingkan tingkat serapan minggu pertama Februari 2025. Saat itu angka serapan Bulog masih berada di angka 38,7 ribu ton.
Selain beras, Amran meneguhkan optimismenya bahwa seluruh pangan pokok strategis statusnya lebih dari mencukupi untuk kebutuhan masyarakat sampai Idulfitri mendatang. Ada pula beberapa komoditas pangan yang surplus yang bahkan bisa dilepas untuk ekspor.
"Jadi stok pangan menghadapi Ramadan, semua stok kita dua bulan ke depan, surplus. Lebih dari cukup. Bahkan ada bahan pokok kita itu yang swasembada dan ekspor. Semua cukup mulai dari minyak goreng, beras, bawang merah, dan seterusnya. Kemudian yang impor juga cukup. Jadi 12 bahan pokok lebih dari cukup sampai Idulfitri," beber Amran.
Dalam update terbaru Proyeksi Neraca Pangan Nasional Tahun 2026 per Februari 2026, stok seluruh pangan pokok strategis masih mencatatkan level memadai sampai akhir Maret 2026 atau periode selesainya momen Ramadan dan Idulfitri.
Beras diproyeksikan masih surplus hingga 14,83 juta ton di akhir Maret 2026. Idem pula pada jagung yang diestimasikan masih terdapat surplus hingga 4,99 juta ton di akhir Maret mendatang. Kemudian kedelai 295,1 ribu ton dan bawang merah 60,1 ribu ton. Stok nasional cabai besar dan cabai rawit masing-masing sampai akhir Maret 2026 masih akan ada 73,38 ribu ton dan 152,7 ribu ton. Untuk daging sapi/kerbau 176,78 ribu ton.
Kemudian surplus daging ayam dan telur ayam ras masing-masing 586,2 ribu ton dan 267,25 ribu ton. Gula konsumsi di 768,77 ribu ton. Terakhir, minyak goreng diperkirakan masih ada hingga 3,56 juta ton.
Amran turut pula mencontohkan surplus pada bawang merah. Komoditas tersebut dinilai telah lebih dari mencukupi untuk kebutuhan konsumsi nasional. Ia mengalami surplus yang bersumber dari produksi dalam negeri, sehingga mampu menorehkan realisasi ekspor ke negara sahabat.
"Bawang merah aman. Bawang merah kan kita swasembada. Bahkan kita ekspor. Kalau tidak salah, tahun 2025 ekspor kurang lebih seribu ton. Jadi bawang merah kita sudah swasembada," ungkap Amran.
Dalam Proyeksi Neraca Pangan Nasional Tahun 2025 update Februari 2026, sepanjang tahun 2025, bawang merah telah mencatatkan ekspor sebanyak 1.560 ton. Produksi bawang setahun saat itu berada di angka 1,43 juta ton dengan kebutuhan konsumsi nasional setahun 1,23 juta ton.
Sementara itu, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan perintah Presiden Prabowo Subianto agar jajarannya dapat memastikan harga dan ketersediaan pangan pokok strategis menjelang Ramadan. Seskab Teddy mengatakan fokus tersebut agar dapat dijalankan seminggu sebelum momen Ramadan menjelang.
Teddy menuturkan pemerintah akan turut memberikan kestabilan kondisi pangan ke masyarakat pada daerah yang terdampak bencana.
"Bapak Presiden tidak ragu-ragu untuk memberikan semua yang diperlukan ke warga sesegera mungkin. Saat ini, sudah satu minggu menjelang bulan Ramadan dan Bapak Presiden ingin memastikan harga-harga, ketersediaan bahan pokok, bahan pangan, bahan-bahan yang dibutuhkan, khususnya di daerah yang terdampak bencana, itu (harus) benar-benar ada dan benar-benar terjangkau," kata Teddy di Kantor Kementerian Dalam Negri, Jakarta. (E-3)
Beras medium SPHP seharga Rp57.500 kemsan 5 kg, beraskita premium Rp74.000 kemasan 5 kg, minyakkita Rp31 ribu kemasan 2 liter.
Beras SPHP dijual Rp58 ribu per kemasan 5 kilogram. kemudian gula pasir Rp15 ribu per kilogram, minyakkita 2 liter Rp25 ribu, telur ayam 10 butir 10 ribu rupiah atau 1.000 per butir.
Cabai rawit saat ini mencapai Rp100 ribu per kilogram, dari sebelumnya hanya Rp60 ribu per kilogram, atau naik sekitar 25 persen.
Salah satu produk yang paling diminati adalah daging sapi yang dijual dengan harga Rp100 ribu per kg jauh lebih murah dibanding harga pasar.
Komoditas seperti bawang merah dan bawang putih tercatat naik di kisaran 5 hingga 10 persen, harga cabai merah dan cabai besar juga naik.
Beras kemasan yang sebelumnya dijual sekitar Rp14.000 hingga Rp15.000 per kg kini mencapai Rp16.000 hingga Rp17.000 per kg.
Harga cabai merah di Aceh melonjak hingga Rp60.000 per kg saat Lebaran 2026. Simak penyebab dan pantauan harga terbaru di Pasar Pante Teungoh Sigli.
Kementan menyatakan terjaganya pasokan cabai berdampak pada harga cabai yang semakin terkendali.
MENJELANG perayaan Idul Fitri 1447 H, harga sejumlah bahan pokok naik di Pasar Gedhe Klaten.
DEWANÂ Pimpinan Pusat Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (DPP IKAPPI) memproyeksikan puncak kenaikan harga bahan pokok akan terjadi menjelang Hari Raya Idul Fitri tahun ini.
Cabai rawit saat ini mencapai Rp100 ribu per kilogram, dari sebelumnya hanya Rp60 ribu per kilogram, atau naik sekitar 25 persen.
Salah satu produk yang paling diminati adalah daging sapi yang dijual dengan harga Rp100 ribu per kg jauh lebih murah dibanding harga pasar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved