Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
REFORMASI tata kelola dinilai menjadi kunci utama untuk memulihkan kepercayaan investor di tengah tekanan yang belakangan membayangi pasar keuangan domestik. Tekanan tersebut tidak sepenuhnya dipicu oleh pelemahan fundamental ekonomi, melainkan oleh meningkatnya keraguan investor terhadap kualitas tata kelola pasar dan konsistensi kebijakan pemerintah.
Peneliti Center of Reform on Economics (CoRE) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet, menilai sinyal keras dari lembaga internasional seperti MSCI dan Moody’s harus dibaca sebagai peringatan dini bagi pemerintah.
“Tekanan persepsi investor yang kita hadapi saat ini sebenarnya bukan semata soal angka makro, tetapi soal trust. Ketika MSCI memberi sinyal keras soal kualitas tata kelola pasar dan Moody’s menurunkan outlook menjadi negatif, pesan utamanya adalah investor mulai meragukan konsistensi kebijakan dan kredibilitas institusi kita,” ujar Yusuf saat dihubungi, Minggu (8/2).
Meski demikian, Yusuf menegaskan bahwa kondisi tersebut belum dapat dikategorikan sebagai krisis. Ia menekankan, secara peringkat Indonesia masih berada satu tingkat di atas investment grade. “Ini lebih merupakan peringatan dini. Namun, jika diabaikan, risikonya bisa cepat membesar,” tegasnya.
Menurut Yusuf, langkah pertama yang perlu segera dilakukan pemerintah adalah meningkatkan transparansi dan kualitas pasar modal. Kekhawatiran MSCI terkait free float saham, struktur kepemilikan, hingga praktik insider trading perlu dijawab melalui reformasi yang nyata dan terukur. “Misalnya dengan menaikkan ambang free float secara bertahap, memperjelas ultimate beneficial ownership, serta memperketat pengawasan terhadap manipulasi harga,” jelasnya.
Ia menilai perbaikan tersebut penting agar pasar modal Indonesia tidak dipersepsikan sempit dan mudah digerakkan oleh segelintir pelaku. Kondisi pasar yang rapuh, lanjutnya, akan membuat Indonesia kurang menarik bagi investor institusional global.
Selain itu, konsistensi dan prediktabilitas kebijakan juga menjadi faktor krusial dalam mengembalikan kepercayaan pasar. Yusuf menyoroti masih seringnya kebijakan ekonomi muncul secara tiba-tiba dan disertai komunikasi yang tidak sinkron antarlembaga. “Investor bukan hanya melihat niat baik, tetapi kepastian arah kebijakan,” katanya.
Program-program besar pemerintah, seperti belanja sosial maupun proyek strategis nasional, menurutnya perlu dikomunikasikan secara transparan, terutama terkait dampaknya terhadap defisit dan utang negara. Hal tersebut penting untuk mencegah persepsi adanya risiko fiskal tersembunyi di balik kebijakan yang bersifat populis.
Lebih lanjut, Yusuf menekankan pentingnya menjaga tata kelola dan independensi institusi ekonomi. Pasar, kata dia, sangat sensitif terhadap sinyal bahwa bank sentral, regulator, maupun badan usaha milik negara (BUMN) mulai tersubordinasi oleh kepentingan politik jangka pendek. “Pemerintah harus memastikan Bank Indonesia, OJK, dan lembaga ekonomi lainnya tetap independen dan profesional, termasuk dalam penunjukan pejabat dan pengelolaan BUMN,” ujarnya.
Di sisi lain, penguatan basis investor domestik juga dinilai perlu untuk mengurangi ketergantungan pasar terhadap arus keluar modal asing. Upaya tersebut dapat dilakukan dengan memperdalam pasar modal, mendorong dana pensiun dan asuransi berinvestasi lebih besar di saham secara terukur, serta mengarahkan insentif fiskal ke investasi produktif.
“Dengan basis investor domestik yang kuat, pasar akan lebih resilien terhadap gejolak sentimen global,” pungkas Yusuf. (H-3)
Analis ingatkan risiko IHSG tertekan konflik Timur Tengah. Cek prediksi level support, dampak harga minyak, dan strategi investasi sektor komoditas terbaru.
Tren investasi pada 2026 diproyeksikan semakin mengarah pada penguatan portofolio yang mampu bertahan di tengah gejolak pasar.
Direktur Utama PT Mandiri Sekuritas Oki Ramadhana menyatakan optimismenya terkait proposal yang diajukan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kepada penyedia indeks global MSCI.
Jumlah investor pasar modal mencapai 20 juta pada akhir 2025, hanya 5% dari total penduduk Indonesia.
Putusan Mahkamah Agung AS terkait tarif Donald Trump menjadi sentimen positif bagi IHSG. Pasar juga mencermati data PDB AS, inflasi PCE, dan arah suku bunga The Fed.
OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) tengah mendalami 32 kasus dugaan pelanggaran pasar modal, termasuk manipulasi harga dan insider trading.
Tren investasi pada 2026 diproyeksikan semakin mengarah pada penguatan portofolio yang mampu bertahan di tengah gejolak pasar.
Ketidaksinkronan antara data administratif dan realitas pasar ini menjadi salah satu alasan mengapa lembaga internasional mulai mempertanyakan kredibilitas tata kelola ekonomi nasional.
Jumlah investor pasar modal mencapai 20 juta pada akhir 2025, hanya 5% dari total penduduk Indonesia.
PRESIDEN Prabowo Subianto bertemu dengan petinggi perusahaan global di Amerika Serikat, Jumat (20/2) waktu setempat. Dalam pertemuan itu Indonesia memperkuat sistem investasi
Presiden Prabowo Subianto bertemu dengan pimpinan dari 12 perusahaan investasi terbesar dunia dalam upaya memperkuat kemitraan strategis, dalam pertemuan yang berlangsung di Washington DC.
Agenda utama pertemuan adalah pembahasan pengembangan, hilirisasi, serta potensi ekspor komoditas kakao Papua ke pasar global.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved