Headline

Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.

Revitalisasi Pabrik Amonia Perkuat Efisiensi Energi dan Ketahanan Pangan

Andhika Prasetyo
02/2/2026 15:04
Revitalisasi Pabrik Amonia Perkuat Efisiensi Energi dan Ketahanan Pangan
Peresmian proyek Revamping Ammonia Pabrik-2.(Antara)

PT Pupuk Indonesia (Persero) melalui anak usahanya, PT Pupuk Kalimantan Timur, meresmikan proyek Revamping Ammonia Pabrik-2 sebagai bagian dari program revitalisasi industri pupuk nasional. Langkah peremajaan ini diarahkan untuk meningkatkan efisiensi energi, memperkuat keandalan operasional, serta menopang ketahanan pangan. Langkah tersebut diapresiasi Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, yang turut hadir dalam seremoni peresmian. Amran menegaskan bahwa modernisasi pabrik amoniak bisa menurunkan harga pupuk bersubsidi jenis Urea dan NPK hingga 20%.

"Selain efisiensi harga, proyek ini menjamin tambahan volume pupuk bersubsidi sebanyak 700.000 ton," ujar Amran.

Langkah ini, imbuhnya, menjadi tonggak vital dalam revitalisasi industri pupuk nasional yang ditargetkan mampu memangkas harga sekaligus meningkatkan volume produksi secara signifikan. Amran menjelaskan bahwa proyek ini merupakan bagian dari peta jalan besar pemerintah untuk membangun tujuh pabrik pupuk baru, dengan lima di antaranya ditargetkan tuntas sebelum tahun 2029.

Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, menyampaikan bahwa modernisasi Pabrik-2 mampu menurunkan konsumsi gas sekitar 4 MMBtu per ton amonia atau lebih dari 10% dibanding kondisi sebelumnya. Efisiensi tersebut berdampak pada penghematan biaya produksi sekaligus pengurangan emisi hingga 110.000 ton CO2 per tahun.

“Modernisasi ini mencerminkan visi besar negara dalam membangun kemandirian industri pupuk sebagai fondasi swasembada pangan,” ujarnya.

Proyek revamping dimulai pada November 2023 terhadap pabrik yang telah beroperasi sejak 1984. Selama ini, Pabrik-2 Pupuk Kaltim menjadi salah satu tulang punggung produksi dengan kapasitas tahunan sekitar 595 ribu ton amonia dan 570 ribu ton urea.

Peremajaan dilakukan melalui penggantian peralatan utama, termasuk pembaruan shift converter, ammonia converter, dan CO2 removal system untuk meningkatkan efisiensi dan keandalan. Pabrik juga diperkuat dengan otomatisasi dan digitalisasi melalui penerapan Distributed Control System (DCS), memungkinkan pengendalian proses yang lebih presisi, pemantauan real-time, serta analisis gangguan yang lebih cepat. Secara keseluruhan, revamping ini memperpanjang umur teknis pabrik hingga 15 tahun ke depan.

Proyek tersebut didukung Peraturan Presiden Nomor 113 Tahun 2025 yang mempercepat revitalisasi industri pupuk nasional melalui skema subsidi yang lebih adaptif. Selain Ammonia Pabrik-2, Pupuk Indonesia menargetkan peremajaan dan pembangunan enam pabrik lain dalam lima tahun ke depan, antara lain Revitalisasi Pusri 3B, NPK Phonska VI Petrokimia Gresik, Amurea PIM III, serta Kawasan Industri Pupuk Fakfak.

“Ini adalah proyek pertama dari tujuh komitmen revitalisasi hingga 2029,” kata Rahmad.

Direktur Utama Pupuk Kaltim, Gusrizal, menilai revamping ini strategis karena digitalisasi dan teknologi terbaru membuat pabrik beroperasi lebih optimal dan efisien, sehingga pasokan bahan baku pupuk nasional dapat terjaga secara berkelanjutan.

“Ini investasi jangka panjang untuk produksi yang lebih efisien dan ramah lingkungan,” ujarnya.

Dukungan juga datang dari Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, yang menyebut proyek ini sejalan dengan arahan Presiden untuk merevitalisasi industri pupuk sebagai fondasi swasembada pangan.

“Untuk menjadi lumbung pangan dunia, industri pupuk harus direvitalisasi,” katanya. (Ant/E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya