Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Tekan Jejak Karbon Industri Melalui Penanaman Pohon

M Ilham Ramadhan Avisena
14/12/2025 11:34
Tekan Jejak Karbon Industri Melalui Penanaman Pohon
Ilustrasi(Dok istimewa)

UPAYA pengurangan jejak lingkungan industri melalui aksi penanaman 1.977 pohon kembali dilakukan PT Pupuk Kalimantan Timur. Program penghijauan itu diposisikan sebagai bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam merespons tantangan emisi karbon dan degradasi lingkungan di sekitar wilayah operasional.

Direktur Pengembangan Pupuk Kaltim Mohamad Agung menyatakan, penanaman pohon menjadi instrumen penting untuk menyeimbangkan aktivitas industri dengan keberlanjutan ekosistem.

"Pembangunan industri harus berjalan seiring dengan pelestarian lingkungan. Alhamdulillah, kami terus memperluas aksi penanaman pohon sebagai warisan hijau bagi masa depan, dan juga menegaskan komitmen kami dalam penerapan prinsip Environment, Social and Governance (ESG)," ujarnya dikutip dari siaran pers, Minggu (14/12). 

Penanaman dilakukan secara bertahap, diawali dengan 153 bibit pohon buah di area perusahaan pada awal Desember 2025. Jenis tanaman yang digunakan antara lain mangga dan alpukat, dengan lokasi penanaman seluas sekitar 2.700 meter persegi. Kegiatan awal melibatkan jajaran direksi, komisaris, karyawan, serta organisasi istri karyawan, dan akan berlanjut hingga jumlah pohon mencapai 1.977 batang.

Aksi tersebut merupakan bagian dari program Community Forest yang telah dijalankan sejak 2022. Melalui program ini, perusahaan mencatat telah menanam ratusan ribu pohon dan mangrove di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Kalimantan Timur, Jawa Barat, dan Papua Barat Daya. Pelibatan masyarakat lokal dilakukan mulai dari proses penanaman, pemeliharaan, hingga pemanfaatan hasil tanaman, sehingga manfaat ekologis dan sosial berjalan beriringan.

Untuk menjaga keberlanjutan program, pelaksanaan penghijauan dilakukan melalui kolaborasi dengan berbagai mitra, antara lain pengelola kawasan konservasi, lembaga masyarakat, kementerian terkait, hingga pemerintah daerah. Di internal perusahaan, keterlibatan karyawan diperkuat melalui program sukarelawan lingkungan.

Agung menegaskan, keberhasilan program lingkungan tidak hanya diukur dari jumlah pohon yang ditanam, tetapi juga dari dampak jangka panjang yang dirasakan masyarakat dan lingkungan. 

"Keberlanjutan hanya dapat dicapai ketika seluruh pihak bergerak bersama. Melalui program penanaman pohon ini, kolaborasi masyarakat, mitra pelaksana dan insan Pupuk Kaltim diharapkan dapat menghasilkan manfaat lingkungan dan sosial yang nyata di setiap wilayah program. Kami mengapresiasi komitmen semua pihak yang berkontribusi pada inisiatif ini," kata dia. 

Selain penanaman pohon, perusahaan juga menjalankan berbagai inisiatif dekarbonisasi lain, seperti pengembangan pembangkit listrik tenaga surya, pemanfaatan kendaraan listrik, efisiensi energi pabrik, serta proyek industri yang dirancang untuk menurunkan emisi karbon secara bertahap menuju target Net Zero Emission 2050.

Aksi penanaman 1.977 pohon tersebut dilakukan bertepatan dengan peringatan hari ulang tahun perusahaan yang ke-48 pada 7 Desember 2025, serta momentum Hari Menanam Pohon Indonesia, yang dijadikan sebagai pengingat pentingnya keseimbangan antara pembangunan industri dan pelestarian lingkungan. (E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya