Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Pengembangan Soda Ash Dorong Kemandirian Industri Nasional

M Ilham Ramadhan Avisena
17/11/2025 15:34
Pengembangan Soda Ash Dorong Kemandirian Industri Nasional
Direktur Utama Pupuk Kaltim Gusrizal dan Direktur Utama PT Pertamina Petrochemical Trading Oos Kosasih.(Pupuk Kaltim)

Penandatanganan Nota Kesepahaman antara PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) dan PT Pertamina Petrochemical Trading membuka babak baru kerja sama strategis dalam memperkuat rantai pasok bahan baku industri nasional.

MoU jual beli soda ash itu menjadi fondasi penting bagi penguatan hilirisasi sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia pada impor. Direktur Utama Pupuk Kaltim Gusrizal menyatakan, kolaborasi itu merupakan langkah konkret memperkuat kemandirian industri.

"Dimulainya kerja sama ini menjadi bukti nyata sinergi dalam memperkuat hilirisasi dan kemandirian industri nasional yang sejalan dengan visi Asta Cita pemerintah," ujarnya dikutip dari siaran pers, Senin (17/11).

Ia optimistis pabrik soda ash yang sedang dibangun akan menjadi pilar baru dalam membentuk ekosistem industri yang lebih tangguh. Kerja sama dengan Pertamina Petrochemical Trading juga memastikan tersedianya pasar domestik yang kuat bagi produk soda ash Pupuk Kaltim setelah pabrik mulai beroperasi. Dengan jaringan distribusi Pertamina Petrochemical yang luas, pemasaran soda ash diproyeksikan lebih terarah untuk memenuhi kebutuhan industri keramik, kaca, panel surya, detergen, dan sektor lainnya di dalam negeri. Gusrizal menambahkan,

"Kerja sama ini diharapkan menjadi landasan penting bagi terbentuknya ekosistem industri kimia nasional yang berdaya saing global, efisien dan berkelanjutan," jelasnya.

Direktur Utama Pertamina Petrochemical Trading Oos Kosasih menyatakan dukungan penuh terhadap kemitraan tersebut. Ia menilai sinergi ini sejalan dengan upaya nasional mengurangi ketergantungan impor bahan baku.

"Kolaborasi dan sinergi ini selaras dengan misi Bapak Presiden, untuk bagaimana caranya agar kita dapat menurunkan angka importasi," kata dia.

Pupuk Kaltim sebelumnya telah memulai pembangunan pabrik soda ash pertama di Indonesia pada 31 Oktober 2025 di kawasan Kaltim Industrial Estate, Bontang. Dengan kapasitas 300.000 ton per tahun dan target beroperasi pada Maret 2028, pabrik ini diproyeksikan mampu memenuhi 30% kebutuhan soda ash nasional.

Selain memperkuat hilirisasi, proyek ini menjadi strategi diversifikasi usaha berbasis teknologi ramah lingkungan. Pabrik dirancang menerapkan ekonomi sirkular dengan memanfaatkan 174.000 ton CO2 per tahun dari fasilitas eksisting sebagai bahan baku pembuatan soda ash. Unit produksi tersebut juga akan menghasilkan 300.000 ton amonium klorida per tahun, salah satu komponen penting untuk industri pupuk dan mendukung ketahanan pangan nasional. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya