Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

IHSG Hari Ini 26 Januari 2026: Masih Menguat di 9.000

Andhika Prasetyo
26/1/2026 09:56
IHSG Hari Ini 26 Januari 2026: Masih Menguat di 9.000
Ilustrasi(Antara)

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka menguat pada perdagangan Senin (26/1) pagi. IHSG hari ini menguat 16,72 poin atau 0,19% ke level 8.967,73. Sementara itu, indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan justru bergerak melemah tipis 0,59% atau 0,07 persen ke posisi 872,99.

Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim menyebut penguatan itu terjadi seiring sikap pelaku pasar yang masih cenderung wait and see menjelang hasil pertemuan bank sentral Amerika Serikat, The Fed. Ratna memprediksi indeks bergerak di rentang 8.850 hingga 9.050 sebelum menemukan arah yang lebih jelas.

“IHSG berpotensi melanjutkan penguatan apabila mampu ditutup di atas level 9.050,” ujarnya.

Dari sentimen global, perhatian investor tertuju pada hasil rapat The Federal Open Market Committee (FOMC) The Fed yang berlangsung pada 27–28 Januari 2026. Bank sentral AS tersebut diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuannya di kisaran 3,5%-3,75%.

Pelaku pasar global juga menantikan rilis laporan kinerja keuangan sejumlah perusahaan teknologi besar di Wall Street guna mencermati prospek sektor teknologi dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Selain itu, sejumlah data ekonomi utama turut menjadi sorotan, antara lain data Durable Goods Orders dan Producer Price Index (PPI) dari Amerika Serikat, pertumbuhan ekonomi kawasan Euro, serta data Purchasing Managers’ Index (PMI) dari Tiongkok.

Dari dalam negeri, investor mencermati rencana perubahan metodologi penghitungan free float saham oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI). Penyesuaian ini berpotensi memengaruhi peluang saham-saham Indonesia masuk dalam indeks global. Proses masukan publik atas metodologi tersebut telah ditutup pada 31 Desember 2025, dengan hasil evaluasi dijadwalkan diumumkan sebelum 30 Januari 2026. Jika disetujui, kebijakan itu akan mulai berlaku pada peninjauan indeks MSCI Mei 2026.

Di sisi lain, Danantara menargetkan penempatan investasi hingga 14 miliar dolar AS sepanjang tahun ini, meningkat dari komitmen 8 miliar dolar AS pada 2025, yang bersumber dari dividen perusahaan-perusahaan milik negara. (Ant/E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya