Headline

Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.

Nilai Tukar Rupiah Hampir Rp17.000 per Dolar AS, Istana : Kami Pastikan Sektor Riil Tumbuh

M Ilham Ramadhan Avisena
22/1/2026 20:13
Nilai Tukar Rupiah Hampir Rp17.000 per Dolar AS, Istana : Kami Pastikan Sektor Riil Tumbuh
Mensesneg Prasetyo Hadi di Istana Kepresidenan Jakarta(Kautsar Widya Prabowo/Medcom.id)

PEMERINTAH memastikan isu melemahnya nilai tukar rupiah yang mendekati Rp17.000 per dolar AS menjadi perhatian dalam koordinasi tim ekonomi. Namun, Istana menegaskan tidak ada instruksi khusus yang bersifat reaktif, melainkan penekanan pada penguatan fundamental ekonomi nasional dan sektor riil.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan, pertemuan yang digelar pemerintah bersama otoritas ekonomi merupakan agenda rutin lintas kementerian dan lembaga. Koordinasi tersebut melibatkan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, serta Kementerian Investasi yang juga membawahi Danantara.

"Berkenaan dengan pertemuan kemarin sebenarnya itu adalah pertemuan rutin. Jadi kami memang rutin saling berkoordinasi di antara beberapa kementerian dan lembaga yang membidangi masalah ekonomi," ujar Prasetyo kepada pewarta di Istana Kepresidenan, Kamis (22/1). 

Menurutnya, koordinasi diperlukan karena kebijakan ekonomi di satu lembaga memiliki dampak langsung terhadap sektor lain. Oleh karena itu, komunikasi intensif terus dilakukan agar arah kebijakan tetap sejalan.

Meski bersifat rutin, isu nilai tukar rupiah tetap menjadi salah satu agenda pembahasan. Prasetyo menegaskan stabilitas rupiah tidak dilepaskan dari kekuatan fundamental ekonomi secara keseluruhan.

Ia menambahkan, fokus utama pemerintah yakni memastikan sektor riil terus tumbuh dan berkembang, karena hal tersebut menjadi penopang utama kestabilan nilai tukar.

*Secara khusus yang paling penting adalah bagaimana kemudian kita memastikan bahwa fundamental ekonomi kita itu kuat, kemudian sektor-sektor riil didorong untuk itu tumbuh dan berkembang karena kuncinya di situ," jelas Prasetyo.

Selain itu, pemerintah juga menaruh perhatian pada percepatan belanja negara di awal tahun. Optimalisasi belanja pemerintah dipandang sebagai salah satu instrumen stimulus untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.

"Di awal tahun seperti biasa government spending juga kemarin salah satu yang dibahas karena kita menghendaki di awal tahun belanja pemerintah juga sudah bisa optimum karena ini bagian dari salah satu stimulus ekonomi," pungkasnya. (H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya