Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH memastikan isu melemahnya nilai tukar rupiah yang mendekati Rp17.000 per dolar AS menjadi perhatian dalam koordinasi tim ekonomi. Namun, Istana menegaskan tidak ada instruksi khusus yang bersifat reaktif, melainkan penekanan pada penguatan fundamental ekonomi nasional dan sektor riil.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan, pertemuan yang digelar pemerintah bersama otoritas ekonomi merupakan agenda rutin lintas kementerian dan lembaga. Koordinasi tersebut melibatkan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, serta Kementerian Investasi yang juga membawahi Danantara.
"Berkenaan dengan pertemuan kemarin sebenarnya itu adalah pertemuan rutin. Jadi kami memang rutin saling berkoordinasi di antara beberapa kementerian dan lembaga yang membidangi masalah ekonomi," ujar Prasetyo kepada pewarta di Istana Kepresidenan, Kamis (22/1).
Menurutnya, koordinasi diperlukan karena kebijakan ekonomi di satu lembaga memiliki dampak langsung terhadap sektor lain. Oleh karena itu, komunikasi intensif terus dilakukan agar arah kebijakan tetap sejalan.
Meski bersifat rutin, isu nilai tukar rupiah tetap menjadi salah satu agenda pembahasan. Prasetyo menegaskan stabilitas rupiah tidak dilepaskan dari kekuatan fundamental ekonomi secara keseluruhan.
Ia menambahkan, fokus utama pemerintah yakni memastikan sektor riil terus tumbuh dan berkembang, karena hal tersebut menjadi penopang utama kestabilan nilai tukar.
*Secara khusus yang paling penting adalah bagaimana kemudian kita memastikan bahwa fundamental ekonomi kita itu kuat, kemudian sektor-sektor riil didorong untuk itu tumbuh dan berkembang karena kuncinya di situ," jelas Prasetyo.
Selain itu, pemerintah juga menaruh perhatian pada percepatan belanja negara di awal tahun. Optimalisasi belanja pemerintah dipandang sebagai salah satu instrumen stimulus untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.
"Di awal tahun seperti biasa government spending juga kemarin salah satu yang dibahas karena kita menghendaki di awal tahun belanja pemerintah juga sudah bisa optimum karena ini bagian dari salah satu stimulus ekonomi," pungkasnya. (H-4)
Nilai tukar mata uang rupiah hari ini ditutup menguat ke 16.786 per dolar AS. Simak analisis lesunya ekonomi AS dan tingginya minat obligasi domestik.
Nilai tukar rupiah kembali menunjukkan performa positif pada pembukaan perdagangan Rabu pagi, 11 Februari 2026.
Nilai tukar Rupiah hari ini Selasa 10 Februari 2026 menguat ke level Rp16.799 per dolar AS didorong sentimen IKK dan meredanya tensi global.
Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan di Jakarta, Senin, tercatat menguat 4 poin atau 0,02% ke posisi Rp16.872 per dolar Amerika Serikat (AS)
Nilai tukar mata uang rupiah terhadap dolar AS hari ini, Jumat 6 Februari 2026, dibuka melemah ke level Rp16.870 akibat tekanan yield obligasi AS.
INDONESIA Head of Research DBS Group, William Simadiputra, menilai nilai tukar rupiah masih memiliki ruang untuk menguat ke depan, meskipun belum seoptimistis proyeksi pemerintah.
Nilai tukar Rupiah hari ini, Kamis 12 Februari 2026, dibuka melemah 25 poin ke level Rp16.811 per dolar AS dipicu data tenaga kerja AS yang solid.
Nilai tukar mata uang rupiah hari ini ditutup menguat ke 16.786 per dolar AS. Simak analisis lesunya ekonomi AS dan tingginya minat obligasi domestik.
Nilai tukar rupiah kembali menunjukkan performa positif pada pembukaan perdagangan Rabu pagi, 11 Februari 2026.
Nilai tukar Rupiah hari ini Selasa 10 Februari 2026 menguat ke level Rp16.799 per dolar AS didorong sentimen IKK dan meredanya tensi global.
Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan di Jakarta, Senin, tercatat menguat 4 poin atau 0,02% ke posisi Rp16.872 per dolar Amerika Serikat (AS)
Nilai tukar rupiah mengawali perdagangan Selasa dengan penguatan tipis. Rupiah tercatat naik 36 poin atau 0,21 persen ke level Rp16.762 per dolar AS.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved