Headline
Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH memastikan isu melemahnya nilai tukar rupiah yang mendekati Rp17.000 per dolar AS menjadi perhatian dalam koordinasi tim ekonomi. Namun, Istana menegaskan tidak ada instruksi khusus yang bersifat reaktif, melainkan penekanan pada penguatan fundamental ekonomi nasional dan sektor riil.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan, pertemuan yang digelar pemerintah bersama otoritas ekonomi merupakan agenda rutin lintas kementerian dan lembaga. Koordinasi tersebut melibatkan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, serta Kementerian Investasi yang juga membawahi Danantara.
"Berkenaan dengan pertemuan kemarin sebenarnya itu adalah pertemuan rutin. Jadi kami memang rutin saling berkoordinasi di antara beberapa kementerian dan lembaga yang membidangi masalah ekonomi," ujar Prasetyo kepada pewarta di Istana Kepresidenan, Kamis (22/1).
Menurutnya, koordinasi diperlukan karena kebijakan ekonomi di satu lembaga memiliki dampak langsung terhadap sektor lain. Oleh karena itu, komunikasi intensif terus dilakukan agar arah kebijakan tetap sejalan.
Meski bersifat rutin, isu nilai tukar rupiah tetap menjadi salah satu agenda pembahasan. Prasetyo menegaskan stabilitas rupiah tidak dilepaskan dari kekuatan fundamental ekonomi secara keseluruhan.
Ia menambahkan, fokus utama pemerintah yakni memastikan sektor riil terus tumbuh dan berkembang, karena hal tersebut menjadi penopang utama kestabilan nilai tukar.
*Secara khusus yang paling penting adalah bagaimana kemudian kita memastikan bahwa fundamental ekonomi kita itu kuat, kemudian sektor-sektor riil didorong untuk itu tumbuh dan berkembang karena kuncinya di situ," jelas Prasetyo.
Selain itu, pemerintah juga menaruh perhatian pada percepatan belanja negara di awal tahun. Optimalisasi belanja pemerintah dipandang sebagai salah satu instrumen stimulus untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.
"Di awal tahun seperti biasa government spending juga kemarin salah satu yang dibahas karena kita menghendaki di awal tahun belanja pemerintah juga sudah bisa optimum karena ini bagian dari salah satu stimulus ekonomi," pungkasnya. (H-4)
Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS diprediksi fluktuatif di kisaran Rp16.850-Rp16.950 pada 26 Maret 2026. Simak analisis dan harga emas terbaru.
Rupiah dibuka melemah ke level Rp16.920 per dolar AS pada Rabu (25/3/2026). Simak analisis penyebab dan perbandingan kurs jual di BCA, BNI, dan BRI.
Nilai tukar mata uang Rupiah hari ini 20 Maret 2026 bergerak di zona merah, mendekati level psikologis Rp17.000 per dolar AS akibat tekanan global.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hari ini 19 Maret 2026 bergerak fluktuatif di level Rp16.900-an. Cek juga harga emas Antam yang menguat hari ini.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diprediksi fluktuatif pada 18 Maret 2026 usai BI menahan suku bunga di 4,75%. Cek harga kurs terbaru di sini.
Nilai tukar rupiah ditutup stagnan Rp16.997 per dolar AS hari ini (17/3). Cek hasil RDG Bank Indonesia terkait BI-Rate dan dampak pernyataan dovish Gubernur BI.
Nilai tukar Mata Uang Rupiah hari ini (12/3/2026) melemah 0,34% ke level Rp16.906 per Dolar AS. Simak analisis pergerakan kurs terbaru di sini.
Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan Selasa di Jakarta bergerak menguat 63 poin atau 0,37% menjadi Rp16.886 per dolar AS.
Nilai tukar rupiah pada perdagangan Rabu, 4 Maret 2026, dibuka melemah 58 poin atau 0,34% menjadi Rp16.930 per dolar AS dari penutupan sebelumnya yang tercatat Rp16.872 per dolar AS.
Harga emas dunia diperkirakan menguat moderat pada Kamis (26/2) didorong sentimen safe haven dan ketidakpastian global, dengan support di kisaran 5.180–5.200 dolar AS per troy ounce.
Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan Rabu tercatat melemah 19 poin atau sekitar 0,11% ke level Rp16.848 per dolar AS.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hari ini, Rabu 25 Februari 2026, dibuka melemah ke level Rp16.848. Ketidakpastian global menjadi pemicu utama.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved