Headline

Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.

Purbaya Bantah Isu Pencalonan Thomas Djiwandono jadi Deputi Gubernur BI Picu Pelemahan Rupiah

Insi Nantika Jelita
22/1/2026 13:23
Purbaya Bantah Isu Pencalonan Thomas Djiwandono jadi Deputi Gubernur BI Picu Pelemahan Rupiah
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (kanan) bersama Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono (kiri).(Antara)

MENTERI Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menepis anggapan pelemahan nilai tukar rupiah dipicu isu pencalonan Thomas A. M. Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI). Menurutnya, pelemahan rupiah terjadi sebelum isu tersebut mencuat.

“Rupiah melemah sebelum Pak Thomas ditunjuk, jadi itu bukan isu,” kata Purbaya di Jakarta, Kamis (22/1).

Purbaya memastikan, Bank Indonesia, Kementerian Keuangan, dan seluruh elemen pemerintah berupaya terus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Ia juga menyatakan keyakinannya bank sentral memiliki strategi yang tepat dalam mengelola dinamika pasar.

“Fundamental ekonomi kita terus diperbaiki dan akan semakin membaik. Jadi enggak usah khawatir,” ujarnya.

Menanggapi pertanyaan terkait pembahasan rupiah dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) bersama Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, Purbaya menegaskan tidak ada arahan khusus. Diskusi yang dilakukan hanya menyangkut kondisi ekonomi secara umum.

“Beliau hanya berdiskusi soal kondisi ekonomi secara keseluruhan dan sepakat bahwa rupiah seharusnya lebih kuat. Tidak perlu khawatir rupiah akan memicu krisis ekonomi,” jelasnya.

Ia menambahkan, fundamental ekonomi Indonesia saat ini masih sangat baik dan kebijakan fiskal serta moneter berjalan selaras. Ke depan, pertumbuhan ekonomi diyakini akan semakin cepat, seiring dengan meningkatnya minat investor.

“Investor akan masuk, rupiah menguat, pasar modal juga menguat,” katanya.

Menurut Purbaya, pergerakan pasar modal menjadi salah satu indikator penting bagi investor global dalam menilai kondisi perekonomian suatu negara. Ketika pasar modal menguat, investor akan melirik fondasi ekonomi dan mulai menanamkan modalnya.

“Pasar modal itu bendera bagi investor dunia. Kalau pasar modal menguat, investor akan melihat fondasi ekonomi lalu masuk. Foreign direct investment akan mulai banyak masuk,” pungkasnya. (E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya