Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
Memasuki awal 2026, lanskap ekonomi global menunjukkan tanda-tanda stabilisasi yang lebih nyata dibandingkan beberapa tahun sebelumnya. Tekanan inflasi di sejumlah negara utama mulai mereda, memberi ruang bagi bank sentral untuk melonggarkan kebijakan moneter secara bertahap. Di saat yang sama, arah kebijakan fiskal dan moneter global menjadi lebih terbaca, meski risiko geopolitik dan tantangan fiskal di negara maju masih membayangi.
Penurunan suku bunga yang berlangsung gradual, ditopang oleh kinerja korporasi yang relatif solid serta keberlanjutan investasi pada sektor-sektor peningkat produktivitas seperti kecerdasan buatan dan digitalisasi, menciptakan lingkungan global yang lebih kondusif bagi pengambilan risiko secara terukur. Dalam konteks ini, kawasan Asia dinilai tetap memiliki daya tarik kuat, terutama karena kekuatan permintaan domestik, fleksibilitas kebijakan, serta reformasi struktural yang terus berjalan di berbagai negara.
Dalam outlook pasar paruh pertama 2026 yang dirilis dari Hong Kong, Manulife Investment Management menilai bahwa kombinasi penurunan inflasi dan kebijakan moneter yang semakin akomodatif membuka peluang bagi investor untuk kembali mengambil risiko secara selektif, baik di pasar saham, obligasi, maupun portofolio multi-aset di Asia.
Dari perspektif makro, Senior Global Macro Strategist Manulife Investment Management, Yuting Shao, menilai ekonomi global mulai bergerak menuju keseimbangan baru setelah periode volatilitas ekstrem. Menurutnya, bank sentral kini memiliki ruang lebih besar untuk mendukung pertumbuhan, seiring tekanan harga yang menurun. Meski ketidakpastian kebijakan dan geopolitik belum sepenuhnya hilang, arah kebijakan moneter global dinilai semakin dapat diprediksi, menciptakan iklim investasi yang lebih konstruktif.
“Menuju 2026, kondisi makroekonomi global terlihat lebih jelas dibanding sebelumnya. Inflasi mulai turun di banyak negara besar, sehingga bank sentral dapat kembali focus mendorong pertumbuhan ekonomi daripada hanya menahan kenaikan Harga," ujar Shao melalui keterangan resmi, Kamis (22/1).
Asia, lanjut Shao, berada pada posisi yang relatif diuntungkan dari pelonggaran kebijakan global dan potensi pelemahan dolar AS, ditambah dengan karakter siklus ekonomi kawasan yang berbeda dari negara-negara maju. Perbedaan siklus inilah yang terus membuka peluang diversifikasi bagi investor global.
Dari sisi strategi multi-aset, Manulife melihat optimisme yang tetap dijaga secara disiplin. Preferensi terhadap saham masih sedikit lebih besar dibandingkan obligasi, sejalan dengan dukungan fiskal dan pelonggaran moneter. Namun, tingginya valuasi aset, dinamika inflasi, ketegangan geopolitik, serta perubahan struktural global menuntut pendekatan alokasi aset yang selektif dan adaptif. Untuk pendapatan tetap, obligasi berdurasi pendek dan peluang kredit terpilih di Asia serta pasar berkembang dinilai lebih menarik di tengah volatilitas imbal hasil jangka panjang.
“Memasuki tahun 2026, kami tetap sedikit lebih memilih saham dibandingkan dengan obligasi, pilihan yang didasarkan pada kinerja yang tangguh, pengeluaran fiskal yang mendukung, dan pelonggaran kebijakan moneter secara bertahap," tutur Global Head of Multi-Asset Solutions, Senior Portfolio Manager, Head of Multi-Asset Solutions, Asia, Luke Browne.
Pada pasar saham Asia, prospek dinilai tetap positif menjelang paruh pertama 2026. Peningkatan visibilitas laba, dinamika mata uang yang lebih mendukung, serta masih rendahnya alokasi investor global ke saham Asia menjadi faktor penopang. Di luar Jepang, kinerja saham Asia sepanjang 2025 dinilai kuat, dan proyeksi pertumbuhan laba pada 2026–2027 masih memberikan dasar yang solid bagi valuasi.
Secara struktural, kejelasan kebijakan di China melalui Rencana Lima Tahun ke-15 mendorong sektor-sektor berbasis inovasi seperti kecerdasan buatan, energi baru, dan manufaktur canggih. Taiwan tetap memegang peran penting dalam ekosistem AI global, sementara negara-negara ASEAN mendapat dorongan dari diversifikasi rantai pasok, investasi infrastruktur, dan pertumbuhan permintaan domestik. India dan Korea Selatan juga dinilai menunjukkan perbaikan fundamental melalui kebijakan domestik dan reformasi tata kelola.
Di pasar pendapatan tetap, momentum positif obligasi Asia diperkirakan berlanjut hingga 2026. Penurunan suku bunga AS, berkembangnya pasar obligasi berimbal hasil tinggi di Asia, serta tren diversifikasi mata uang memperluas peluang investasi. Namun, perbedaan kebijakan, fundamental kredit, dan kondisi pasar antarnegara menegaskan pentingnya pengelolaan aktif dan manajemen risiko.
Dengan kombinasi stabilisasi ekonomi global, arah kebijakan yang lebih jelas, dan fondasi struktural Asia yang relatif kuat, kawasan ini dipandang tetap berperan sebagai sumber pertumbuhan dan diversifikasi yang relevan bagi investor dalam menghadapi dinamika ekonomi global menuju 2026. (E-3)
Daging ayam potong dari Rp37 ribu menjadi Rp40 ribu per kg, telur ayam ras menjadi Rp32 ribu per kg, bawang merah Rp45 ribu per kg, cabai merah menjadi Rp70 ribu per kg.
Berdasarkan pemantauan, harga cabai rawit merah tertinggi tercatat Rp90 ribu per kilogram, dan pada pemantauan terakhir berada di kisaran Rp80 ribu per kilogram.
Harga daging sapi terpantau Rp140.000 per kilogram, daging kambing Rp160.000, ayam ras Rp42.000, ayam kampung Rp65.000. Serta minyak goreng berada di kisaran Rp15.700 per liter.
Harga cabai domba mencapai Rp80.000 per kilogram, naik dari sebelumnya Rp60.000. Begitu juga cabai tanjung dari Rp30.000 menjadi Rp 45.000.
Kenaikan harga cabai rawit yang menembus harga eceran tertinggi menjadi penyumbang terbesar kenaikan indeks harga pangan daerah.
Harga cabai rawit dipatok Rp80 ribu, dari harga sepekan sebelumnya yang masih dalam kisaran Rp50 ribu.
Bertemu lima naga, Presiden Prabowo Subianto menegaskan investasi harus berdampak nyata, menciptakan lapangan kerja, menggerakkan sektor riil, dan memperkuat UMKM.
PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia (Tugu Insurance), anak usaha PT Pertamina, kembali menorehkan capaian positif di kancah internasional.
Kompleksitas lingkungan pembayaran telah mendorong inovasi fintech yang bervariasi.
Indonesia berada pada situasi psikologis publik yang menarik. Survei Ipsos awal tahun menunjukkan optimisme masyarakat Indonesia mencapai sekitar 90 persen
Sebuah instalasi seni interaktif dibangun untuk menerjemahkan filosofi investasi Sucor AM ke dalam pendekatan yang strategis dan mudah dipahami.
Kawasan timur Jakarta terus menguat sebagai salah satu episentrum pertumbuhan ekonomi regional. Kabupaten Bekasi mencatat realisasi investasi mencapai Rp61,8 triliun.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved