Pasar modal Indonesia menunjukkan volatilitas tinggi pada perdagangan Selasa, 20 Januari 2026. Setelah dibuka menguat 0,24% ke level 9.156 dan sempat menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa di 9.169, IHSG mulai mengalami tekanan jual yang membuatnya bergerak fluktuatif di zona merah dan hijau secara bergantian.
Pelemahan mata uang Garuda yang kini berada di kisaran Rp17.000 per Dolar AS menjadi sentimen pemberat yang membayangi gerak pasar modal hari ini. Investor asing terpantau mulai melakukan aksi ambil untung terbatas setelah reli panjang sejak awal tahun. Simak rincian data perdagangan dan saham-saham penggerak pasar selengkapnya.
Data Pergerakan IHSG Sesi Pagi
Berikut adalah rangkuman pergerakan indeks berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga pertengahan sesi pertama:
| Indikator Pasar | Nilai / Posisi |
|---|---|
| Level Pembukaan | 9.156,19 |
| Level Tertinggi (ATH) | 9.169,87 |
| Level Terendah | 9.126,84 |
| Nilai Transaksi | Rp2,68 Triliun |
| Volume Saham | 5,36 Miliar Lembar |
| Kapitalisasi Pasar | Rp16.687 Triliun |
Top Gainers dan Top Losers Hari Ini
Sejumlah saham mencatatkan pergerakan signifikan, didominasi oleh sektor teknologi dan properti yang mencoba melawan arus pelemahan indeks:
Top Gainers:
| ZATA (Zatta Jaya) | +28,44% |
| ARGO (Argo Pantes) | +24,75% |
| ELIT (Data Sinergitama) | +24,49% |
| DCII (DCI Indonesia) | +4,29% |
Top Losers:
| RDTX (Roda Vivatex) | -11,76% |
| INOV (Inocycle Tech) | -8,94% |
| INDS (Indospring) | -6,67% |
| IBFN (Intan Baru Prana) | -5,21% |
Analisis: Mengapa IHSG Waspada di Puncak Rekor?
Ada tiga faktor utama yang membuat investor cenderung berhati-hati meskipun IHSG hari ini baru saja memecahkan rekor:
- Spekulasi BI Rate: Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia dimulai hari ini. Pasar memprediksi BI akan menahan suku bunga di level 4,75% untuk menjaga stabilitas Rupiah, namun investor tetap menunggu pernyataan resmi mengenai arah kebijakan moneter 2026.
- Tekanan Kurs Rupiah: Rupiah yang terdepresiasi hingga menembus Rp17.000 per Dolar AS menjadi beban bagi emiten dengan eksposur utang valas besar dan ketergantungan impor tinggi.
- Sentimen Politik Ekonomi: Pencalonan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur BI mendapat sorotan pasar. Pelaku pasar mencermati sinyal sinergi fiskal-moneter di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Investor disarankan untuk tetap waspada dan melakukan profit taking parsial pada saham-saham yang sudah naik signifikan. Perhatikan level support kuat di 9.008 jika fluktuasi indeks berlanjut hingga penutupan sesi kedua nanti. (E-3)
