Headline

Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.

Harga Emas Antam Hari Ini 14 Januari 2026 Cetak Rekor Lagi, Jadi Rp2,66 Juta

Andhika Prasetyo
14/1/2026 09:20
Harga Emas Antam Hari Ini 14 Januari 2026 Cetak Rekor Lagi, Jadi Rp2,66 Juta
Ilustrasi(Antara)

Harga emas Antam hari ini masih terus melanjutkan tren lonjakan. Harga emas hari ini, pada perdagangan Rabu, 14 Januari 2026, mengalami kenaikan signifikan dan kembali memecahkan rekor tertinggi sepanjang masa.

Melansir data resmi dari laman Logam Mulia, harga emas Antam batangan 1 gram kini dipatok Rp2.665.000. Kenaikan sebesar Rp13.000 ini melanjutkan tren penguatan yang terjadi sejak awal pekan ini.

Harga Buyback Emas Antam

Sejalan dengan harga jual, harga pembelian kembali atau buyback emas Antam juga mengalami kenaikan sebesar Rp13.000. Saat ini, harga buyback berada di level Rp2.484.000 per gram. Harga ini merupakan acuan bagi masyarakat yang ingin menjual kembali emasnya ke butik Antam.

Daftar Harga Emas Antam 14 Januari 2026

Berikut adalah rincian harga emas batangan Antam dalam berbagai pecahan sebelum pajak:

  • Emas 0,5 gram: Rp1.254.500
  • Emas 1 gram: Rp2.665.000
  • Emas 2 gram: Rp4.768.000
  • Emas 3 gram: Rp7.134.000
  • Emas 5 gram: Rp11.860.000
  • Emas 10 gram: Rp23.640.000
  • Emas 25 gram: Rp58.935.000
  • Emas 50 gram: Rp117.705.000
  • Emas 100 gram: Rp235.260.000
  • Emas 250 gram: Rp587.840.000
  • Emas 500 gram: Rp1.175.400.000
  • Emas 1.000 gram: Rp2.349.600.000

Ketentuan Pajak

Sesuai dengan PMK No. 34/PMK.10/2017, pembelian emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,45% untuk pemegang NPWP dan 0,9% untuk non-NPWP. Setiap pembelian emas batangan disertai dengan bukti potong PPh 22.

Sedangkan untuk transaksi buyback, penjualan kembali emas batangan ke PT Antam Tbk dengan nominal lebih dari Rp10 juta dikenakan PPh 22 sebesar 1,5% untuk pemegang NPWP dan 3% untuk non-NPWP. Pajak tersebut dipotong langsung dari total nilai buyback.

Kenaikan harga emas ini dipicu oleh dinamika pasar global dan melemahnya nilai tukar rupiah yang mendorong investor beralih ke aset aman (safe haven).



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya