Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa telah menemukan 10 perusahaan kelapa sawit besar yang melakukan praktik under invoicing. Apabila dijumlahkan, praktik curang perusahaan-perusahaan sawit tersebut bisa mencapai 50% dari nilai ekspor produk sawit.
“Saya kan baru dapet 10 perusahaan besar. Itu dapat sekitar 50% kira-kira yang total ekspor mereka yang diakui tidak separuhnya. Jadi nanti kita beresin. Tapi yang jelas, kita akan kasih message ke mereka ke depan tidak bisa begitu lagi. Kalau begitu lagi, kita sikat perusahaannya,” kata Purbaya saat ditemui di Jakarta, Kamis (8/1).
Purbaya mengingatkan, ke depan pihaknya tidak akan memberikan kesempatan perusahaan-perusahaan kelapa sawit untuk bisa kembali melakukan praktik under invoicing.
“Kita akan pakai teknologi Artifical Intelligence (AI) segala macam untuk memastikan semua potensinya kita dapatkan dan tidak bocor,” tegas Purbaya.
Selain perusahaan kelapa sawit, Purbaya juga menyoroti banyaknya industri baja dan bahanan bangunan ‘liar’ yang dikelola pengusaha asing yang tidak dikenakan pajak.
“Ya pengusahanya dari Tiongkok, punya perusahaan di sini, orang Tiongkok semua, tidak bisa bahasa Indonesia. (Sistemnya) jual langsung ke klien cash bases, tidak bayar PPN, saya rugi banyak itu. Nanti kita tindak dengan cepat,” imbuh dia.
Oleh karena itu, Purbaya menegaskan bahwa dirinya akan membenahi khususnya Direktorat Jenderal Pajak dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai untuk bekerja lebih serius agar penerimaan negara bisa lebih optimal ke depannya.
“Kalau tidak bisa betulin setahun ya betul-betul dirumahkan. Jadi saya akan selamatkan supaya 16 ribu orang itu tetap bekerja, tapi yang bagus yang kerjanya. Yang jelek-jelek kita akan rumahkan. Saya akan kotakin betul,” pungkasnya. (Fal)
BERBAGAI komentar negatif terus dinarasikan dalam beberapa bulan terakhir ini terkait dengan komoditas nonmigas andalan utama ekonomi nasional, yakni kelapa sawit.
Industri kelapa sawit terus dipandang sebagai salah satu sektor strategis perekonomian nasional,
Dengan mengurangi harga barang yang dilaporkan, maka bea masuk yang dibayarkan juga akan berkurang dan hal tersebut sangat merugikan ekonomi dari sisi pendapatan negara.
KSPSI menekankan pentingnya standar hubungan industrial yang setara dan berkeadilan di sektor perkebunan kelapa sawit.
Siklon tropis Senyar yang membawa curah hujan ekstrem memang menjadi pemicu utama banjir. Namun, menurutnya, faktor manusia dan aktivitas industri juga perlu dikaji lebih serius.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyambut positif pengunduran diri Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman, kemarin (30/1).
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa turut buka suara terkait dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mengalami penurunan yang mencapai 8%.
Pernyataan itu disampaikan Bendahara Negara saat melantik sejumlah pejabat eselon II hingga eselon IV di lingkungan Kemenkeu, Rabu (28/1), di Jakarta.
Penurunan tajam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menjadi perhatian investor. Kondisi IHSG turun bahkan sempat memunculkan pertanyaan di pasar, kenapa IHSG turun hari ini?
Pemerintah belum akan menerapkan pemungutan pajak penghasilan (PPh) Pasal 22 oleh lokapasar atau marketplace terhadap pedagang daring dalam waktu dekat.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan terus melakukan langkah bersih-bersih di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved