Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Menkeu Purbaya Proyeksikan Ekonomi di Triwulan IV 2025 Tembus 5,45 Persen

Naufal Zuhdi
08/1/2026 15:25
Menkeu Purbaya Proyeksikan Ekonomi di Triwulan IV 2025 Tembus 5,45 Persen
Konferensi Pers APBN KiTa Edisi Januari 2026 di Jakarta, Kamis (8/1/2026).(MI/Naufal Zuhdi)

MENTERI Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa momentum pembalikan arah ekonomi Indonesia telah terkonfirmasi. Ia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi pada triwulan IV 2025 tidak hanya bertahan di atas 5%, namun berpotensi melesat hingga 5,45%.

Optimisme ini didasarkan pada tren pemulihan yang konsisten sepanjang tahun 2025. Setelah mencatatkan pertumbuhan 4,87% pada triwulan I, ekonomi nasional berakselerasi ke 5,12% di triwulan II dan bertahan stabil di 5,04% pada triwulan III.

"Mungkin triwulan keempat juga di atas 5%, kira-kira 5,45% kalau tidak ada perubahan. Yang jelas adalah momentum pembalikan arah ekonomi sudah terjadi, jadi kita ke depan harusnya akan tumbuh dengan lebih baik," tegas Purbaya dalam Konferensi Pers APBN KiTa Edisi Januari 2026 di Jakarta, Kamis (8/1).

Fundamental Manufaktur dan Perdagangan Kokoh

Purbaya memaparkan, fundamental ekonomi diperkuat oleh surplus neraca perdagangan periode Januari-November 2025 yang mencapai US$38,5 miliar, tumbuh impresif 31,8% di tengah ketidakpastian global. Di sisi produksi, Purchasing Manager Index (PMI) Manufaktur Desember 2025 masih berada di zona ekspansif pada level 51,2.

"Di November sempat naik ke 53,3%. Sekarang sedikit ke 51,2% mungkin karena banyak libur dan akhir tahun biasanya produktivitas agak lambat di manufacturing, tapi saya yakin ke depan akan naik lagi ke level yang lebih kuat," jelasnya.

Kepercayaan Pasar Meningkat

Sentimen positif juga tercermin dari indikator pasar keuangan. Yield Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun menunjukkan tren penurunan signifikan sebesar 101 basis poin, dari 7,02% pada akhir 2024 menjadi 6,01% saat ini. Hal ini mengindikasikan persepsi risiko investasi di Indonesia yang semakin membaik.

Senada dengan pasar obligasi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan rekor performa gemilang. Menutup tahun 2025, IHSG bertengger di level 8.646,9 atau melonjak 22,1% secara year-to-date (ytd).

"Sepertinya kenaikan ini akan berkelanjutan terus di tahun 2026," pungkas Purbaya.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya