Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

UMKM Manfaatkan AI untuk Menembus Algoritma Media Sosial

Naufal Zuhdi
04/1/2026 10:44
UMKM Manfaatkan AI untuk Menembus Algoritma Media Sosial
Jagarasa Catering, pelaku usaha di sektor katering pernikahan, yang memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam produksi konten media sosial.(Dok. Jagarasa Catering)

DI tengah persaingan konten yang semakin padat di media sosial, algoritma platform seperti Instagram kerap menjadi tantangan tersendiri bagi pelaku usaha. Bagi banyak bisnis, khususnya UMKM, konten yang monoton dan seragam mudah tenggelam di linimasa pengguna. Kondisi ini mendorong sebagian pelaku usaha untuk mencari pendekatan baru yang lebih adaptif terhadap cara kerja algoritma digital.

Salah satu pendekatan tersebut terlihat dari strategi konten yang diterapkan Jagarasa Catering, pelaku usaha di sektor katering pernikahan, yang memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam produksi konten media sosial. Alih-alih mengandalkan visual konvensional seperti foto menu atau dokumentasi acara, Jagarasa menghadirkan video pendek berbasis AI dengan pendekatan visual futuristik dan narasi yang tidak lazim di kategori bisnisnya.

Pendekatan ini menunjukkan bagaimana AI mulai dimanfaatkan bukan hanya oleh perusahaan teknologi besar, tetapi juga oleh UMKM untuk menjawab tantangan distribusi konten digital. Dalam konteks algoritma Instagram, konten yang dianggap orisinal, memiliki retensi tinggi, serta minim risiko pelanggaran hak cipta cenderung mendapatkan jangkauan organik yang lebih luas.

Salah satu strategi yang diterapkan Jagarasa adalah penggunaan AI generatif untuk menciptakan musik orisinal, alih-alih memakai lagu populer yang berpotensi terkena pembatasan hak cipta. Dengan memanfaatkan platform AI musik seperti Suno, konten yang dihasilkan sepenuhnya bebas lisensi. Hal ini membuat video terhindar dari risiko mute, penurunan jangkauan, atau pembatasan distribusi akibat klaim hak cipta.

Dari sudut pandang teknologi platform, konten dengan audio orisinal memiliki sinyal positif di mata algoritma karena dikategorikan sebagai original content, bukan hasil unggahan ulang. Strategi ini terbukti efektif dalam meningkatkan reach secara organik, sebagaimana terlihat dari salah satu video Jagarasa bertema 'POV Kondangan' yang mencatat ratusan ribu tayangan tanpa promosi berbayar.

Selain audio, aspek visual juga menjadi elemen penting. Konten berbasis AI yang digunakan Jagarasa menampilkan visual dengan gaya yang tidak umum untuk industri katering, karena lebih eksperimental, futuristik, dan terkadang abstrak. Dalam ekosistem media sosial yang didominasi doom scrolling, visual semacam ini berfungsi sebagai thumb-stopping content, yaitu konten yang mampu menghentikan kebiasaan menggulir cepat pengguna.

Dari sisi algoritma, durasi tonton dan tingkat interaksi merupakan indikator penting. Konten yang membuat pengguna berhenti, menonton lebih lama, atau bahkan mengulang video akan memberikan sinyal positif bagi sistem rekomendasi. Dengan demikian, pemanfaatan AI di sini bukan sekadar estetika, tetapi juga strategi berbasis pemahaman teknis terhadap perilaku algoritma.

Menariknya, adopsi AI ini bukan langkah yang berdiri sendiri. Jagarasa sebelumnya dikenal memiliki fondasi digital yang kuat melalui optimalisasi Search Engine Optimization (SEO). Ketika banyak pelaku usaha masih mengandalkan promosi offline, mereka lebih dulu memanfaatkan mesin pencari untuk menjangkau konsumen. Transisi dari SEO ke pemanfaatan AI menunjukkan pola adaptasi teknologi yang berkelanjutan.

Dalam lanskap teknologi digital saat ini, strategi tersebut mencerminkan perubahan paradigma pemasaran. AI tidak lagi diposisikan sebagai alat eksklusif industri kreatif atau perusahaan raksasa, melainkan sebagai teknologi pendukung bagi bisnis skala kecil dan menengah untuk meningkatkan visibilitas dan efisiensi produksi konten.

Fenomena ini juga menegaskan bahwa tantangan algoritma tidak selalu harus dihadapi dengan peningkatan belanja iklan. Dengan pemahaman yang tepat terhadap mekanisme platform dan pemanfaatan teknologi AI, pelaku UMKM dapat menciptakan konten yang kompetitif secara organik.

Ke depan, penggunaan AI dalam pemasaran digital diperkirakan akan semakin meluas, seiring dengan berkembangnya alat generatif yang lebih mudah diakses dan terjangkau. Bagi pelaku usaha, kemampuan beradaptasi terhadap teknologi dan algoritma akan menjadi faktor pembeda utama dalam memenangkan perhatian audiens di ruang digital yang semakin padat. (Fal/E-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Mirza
Berita Lainnya