Headline

Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa. 

Perusahaan Perlu Tempatkan Tata Kelola AI sebagai Fondasi Inovasi

Rahmatul Fajri
13/2/2026 21:07
Perusahaan Perlu Tempatkan Tata Kelola AI sebagai Fondasi Inovasi
Ilustrasi(Dok Istimewa)

DI tengah percepatan adopsi artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan, organisasi atau perusahaan perlu mengambil peran kepemimpinan dengan menempatkan tata kelola, akuntabilitas, dan kepercayaan publik sebagai fondasi inovasi.

Menjawab itu, sebagai firma konsultan manajemen yang berfokus pada transformasi digital, governance, risk, and compliance (GRC), serta keamanan siber, Veda Praxis terus menyesuaikan pendekatan GRC dengan perkembangan teknologi dan digital.

"Seiring meningkatnya adopsi AI pada berbagai sektor, solusi yang diberikan juga berkembang pada penguatan tata kelola digital dan AI," kata CEO Veda Praxis Syahraki Syahrir, di Jakarta, Jumat (13/2/2026).

Ia menjelaskan seiring meningkatnya pemanfaatan AI pada berbagai industri, pihaknya membantu organisasi memastikan penggunaan AI memberikan nilai nyata sekaligus dikelola secara bertanggung jawab. Ia mencontohkan pendampingan dilakukan pada PT Bank Central Asia Tbk (BCA) dalam pengelolaan AI sehingga bisa meraih sertifikasi ISO/IEC 42001:2023 untuk Artificial Intelligence Management System (AIMS).
"Pendampingan difokuskan pada pembentukan kerangka tata kelola yang jelas, penerjemahan prinsip AI dalam kebijakan dan proses operasional, serta penilaian kesiapan organisasi agar adopsi AI selaras dengan tujuan bisnis, profil risiko, dan ketentuan regulasi," terangnya.

Sebagai mitra konsultan dalam proses sertifikasi tersebut, Veda Praxis bersama-sama BCA memastikan kerangka tata kelola AI terintegrasi secara utuh dengan tata kelola perusahaan dan sistem manajemen risiko yang berjalan.

Pendekatan yang diterapkan mencerminkan komitmen bersama memperkuat struktur dan kejelasan akuntabilitas, serta menempatkan pemanfaatan AI sebagai bagian proses bisnis dan pengambilan keputusan, bukan semata pemenuhan persyaratan administratif.

BCA menjadi organisasi pertama di Indonesia, bank pertama di Asia Tenggara, sekaligus bank konvensional pertama dan salah satu dari 100 organisasi pertama di dunia yang meraih sertifikasi manajemen AI itu.

“Pencapaian ini merupakan tonggak penting bagi industri jasa keuangan. Saat AI semakin memengaruhi pengambilan keputusan dan layanan publik, tata kelola AI menjadi isu strategis, bukan lagi sekadar isu teknis. Semoga sertifikasi ini jadi katalis bagi penguatan praktik penggunaan AI bertanggung jawab dan beretika, baik di tingkat industri, nasional, maupun kawasan Asia Tenggara. Kami bangga dapat mendampingi BCA dalam langkah penting ini,” pungkas Syahraki.

ISO/IEC 42001:2023 ialah standar global yang mengatur sistem manajemen AI, mencakup aspek tata kelola, manajemen risiko, transparansi, serta akuntabilitas penggunaan AI.

Pada sektor perbankan, standar ini menjadi semakin relevan seiring meningkatnya pemanfaatan AI dalam pengambilan keputusan, pengelolaan risiko, pencegahan fraud, hingga layanan nasabah.

Penyerahakn sertifikasi itu turut dihadiri Direktur BCA Santoso dan Lianawaty Suwono, Senior EVP Group Strategic Information Technology BCA David Formula, EVP Enterprise IT Architecture, Data Management, Service Quality Group BCA Lily Wongso, dan CEO Veda Praxis Syahraki Syahrir.

Pada kesempatan sama, BCA juga meraih sertifikasi ISO 27701:2019 untuk Privacy Information Management System, sebuah standar internasional terkait pengelolaan privasi dan perlindungan data. Kedua sertifikasi ini tidak hanya mencerminkan pemenuhan kepatuhan terhadap standar global, tetapi juga menegaskan komitmen BCA dalam menjaga keamanan dan kepercayaan nasabah di tengah percepatan transformasi digital.

“Kepercayaan nasabah jadi fondasi utama bagi keberhasilan BCA sejauh ini. Sertifikasi ISO privasi data dan kelola AI ini bukti komitmen kami menjaga kepercayaan dan keamanan data nasabah, serta memastikan pemanfaatan teknologi dilakukan bertanggung jawab. Kami berkomitmen selalu menghadirkan layanan perbankan aman, inovatif, dan berorientasi pada perlindungan nasabah,” ujar Direktur BCA Lianawaty Suwono.
“Transformasi digital juga tidak hanya meningkatkan kenyamanan dan kemudahan, tapi juga memastikan rasa aman bagi nasabah,” tambahnya.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya