Headline

Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.

Keselamatan Kerja Bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Tata Kelola yang Baik

Rahmatul Fajri
04/3/2026 16:07
Keselamatan Kerja Bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Tata Kelola yang Baik
Ilustrasi(Dok Istimewa)

PT Anugerah Samudera Madanindo (ASM) berhasil memperkuat posisinya sebagai pionir penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) di sektor infrastruktur maritim. Perusahaan tersebut meraih penghargaan kategori PLATINUM untuk kategori Kecelakaan Nihil (Zero Accident) dan Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3) dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Penghargaan ini diberikan atas pencapaian luar biasa PT ASM yang mencatatkan 1.200.622 jam kerja aman tanpa kecelakaan fatal (fatal accident) selama periode Maret 2023 hingga September 2025. Prestasi ini diraih di tengah pengerjaan proyek strategis nasional (PSN) yang memiliki risiko operasional tinggi.

Direktur Utama PT Anugerah Samudera Madanindo, Faris Muhammad Abdurrahim, menegaskan bahwa pencapaian ini adalah manifestasi nyata dari budaya perusahaan yang menempatkan keselamatan di atas segalanya.

“Bagi kami, keselamatan kerja adalah bagian dari tanggung jawab sosial dan tata kelola yang baik. Zero accident bukan sekadar target operasional, tetapi komitmen moral untuk memastikan setiap pekerja pulang dengan selamat,” ujar Faris melalui keterangannya, Rabu (4/3/2026).

Pencapaian ini menjadi sangat krusial mengingat PT ASM tengah menggarap pengembangan Pelabuhan Patimban Fase 2 (Phase 1-2). Proyek ini merupakan salah satu urat nadi logistik nasional yang ditargetkan rampung pada akhir tahun 2025.

Faris menjelaskan, implementasi K3 di lingkungan ASM tidak hanya sekadar menggugurkan kewajiban regulasi, melainkan sistem yang terintegrasi. Hal ini mencakup budaya speak-up safety dan keberanian untuk menghentikan pekerjaan jika kondisi di lapangan dinilai tidak aman.

Pengembangan Pelabuhan Patimban sendiri merupakan langkah strategis pemerintah untuk mengurangi beban Pelabuhan Tanjung Priok. Dengan investasi pada terminal kendaraan mencapai Rp3,7 triliun, pelabuhan ini diproyeksikan memiliki kapasitas terminal kendaraan hingga 600.000 unit CBU dan Terminal Peti Kemas dengan kapasitas 3,75 juta TEUs (target awal) hingga 7,5 juta TEUs (jangka panjang).

Hingga April 2025, progres konstruksi dilaporkan telah mencapai 78%. Kehadiran Patimban diharapkan mampu memperkuat konektivitas kawasan industri Metropolitan Rebana melalui akses jalan tol yang terintegrasi.

“Kami percaya proyek infrastruktur yang baik bukan hanya selesai tepat waktu, tetapi juga dibangun dengan standar keselamatan tinggi dan tata kelola yang transparan. Itulah esensi pembangunan berkelanjutan,” pungkas Faris. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya