Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Integritas dan Tata Kelola Bersih Jadi Fondasi Ketahanan Perusahaan

Naufal Zuhdi
09/12/2025 14:58
Integritas dan Tata Kelola Bersih Jadi Fondasi Ketahanan Perusahaan
Pupuk kaltim meraih penghargaan dalam Corporate Governance Perception Index 2025.(Pupuk Kaltim)

Dorongan agar dunia usaha menempatkan integritas sebagai prinsip utama dalam menjalankan operasional bisnis kembali ditegaskan melalui ajang Corporate Governance Perception Index (CGPI) 2025. Program ini, yang digelar The Indonesian Institute for Corporate Governance (IICG) bersama SWA Media Group, menilai bahwa perusahaan yang mampu bertahan dan tumbuh adalah mereka yang menempatkan tata kelola yang bersih, transparan, dan akuntabel sebagai fondasi operasionalnya.

Chairman IICG Gendut Suprayitno menjelaskan bahwa program CGPI yang diikuti 52 perusahaan nasional menjadi sarana untuk memperkuat perilaku bisnis yang beretika dan bermartabat. Melalui pendekatan tematik yang mengikuti perkembangan dunia usaha, ajang ini mendorong perusahaan untuk mengutamakan integritas dalam menjalankan operasionalnya.

“Ajang ini merupakan wujud komitmen kami untuk mendorong perusahaan di tanah air menjalankan bisnis sesuai prinsip GCG: bersih, transparan, beretika, dan akuntabel,” ujar Gendut.

Dalam ajang tersebut, PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) kembali mengukuhkan diri sebagai The Most Trusted Company 2025, sebuah pengakuan atas konsistensi perusahaan menerapkan prinsip Good Corporate Governance (GCG) secara menyeluruh. Dengan skor 89,37, Pupuk Kaltim dinilai sebagai perusahaan dengan penerapan GCG terbaik di antara seluruh anak usaha Pupuk Indonesia Grup.

Direktur Manajemen Risiko Pupuk Kaltim Teguh Ismartono menegaskan bahwa konsistensi perusahaan dalam mengukur dan mengevaluasi implementasi GCG adalah kunci perbaikan berkelanjutan.

“Implementasi GCG merupakan kunci menjaga keberlanjutan dan ketahanan perusahaan. Ini yang terus diperkuat Pupuk Kaltim dalam meningkatkan daya saing,” ujar Teguh.

Menurutnya, penerapan GCG di Pupuk Kaltim bukan sekadar pemenuhan prosedur, tetapi telah terinternalisasi dalam seluruh proses bisnis, mulai dari pengambilan keputusan strategis hingga kegiatan operasional sehari-hari. Hal ini berdampak tidak hanya pada kinerja bisnis, tetapi juga pada kepuasan pelanggan dan keterlibatan karyawan.

Sejalan dengan tema CGPI 2025 “Membangun Kapabilitas Dinamis Perusahaan dalam Kerangka GCG”, Pupuk Kaltim menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat struktur, proses, dan disiplin tata kelola dalam membentuk perusahaan yang tangguh dan adaptif menghadapi perubahan pasar.

Pupuk Kaltim menyatakan bahwa pencapaian ini bukan tujuan akhir, melainkan pijakan untuk memperluas peran perusahaan dalam mendorong dunia usaha menerapkan praktik GCG secara lebih serius. Perusahaan berkomitmen untuk menjaga posisi sebagai pemimpin industri pupuk nasional sekaligus menjadi teladan dalam menerapkan tata kelola yang bersih, transparan, dan akuntabel. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik