Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Laporan ESG Jadi Tolok Ukur Tata Kelola Bisnis Berkelanjutan

Andhika Prasetyo
17/12/2025 08:18
Laporan ESG Jadi Tolok Ukur Tata Kelola Bisnis Berkelanjutan
Truk mengangkut buah sawit melintas di salah satu perkebunan kelapa sawit PT Astra Agro Lestari (AAL) di Kalimantan Tengah.(Antara)

Laporan Environmental, Social, and Governance (ESG) kini menjadi instrumen penting dalam menilai kualitas tata kelola, integritas, serta keberlanjutan sebuah korporasi. Melalui laporan ESG yang transparan dan terverifikasi, publik dapat melihat sejauh mana praktik bisnis dijalankan secara bertanggung jawab, beretika, dan selaras dengan kepentingan sosial maupun lingkungan. Penilaian berbasis ESG juga menjadi tolok ukur utama dalam memastikan bahwa komitmen keberlanjutan tidak berhenti pada dokumen, tetapi tercermin dalam praktik nyata di lapangan.

Dalam konteks tersebut, Indeks Integritas Bisnis Lestari (Instar) 2025 hadir sebagai inisiatif independen untuk menilai dan memverifikasi kualitas laporan ESG perusahaan-perusahaan di Indonesia. Penilaian dilakukan berdasarkan data publik yang tersedia serta pembuktian praktik aktual di lapangan, sehingga mendorong akuntabilitas dan penguatan tata kelola korporasi secara menyeluruh.

Melalui proses penilaian tersebut, PT Astra Agro Lestari Tbk meraih penghargaan Instar 2025 atas komitmen menjaga tata kelola yang baik serta penerapan prinsip bisnis berkelanjutan. Penghargaan ini diberikan oleh Tempo Data Science bersama Transparency International Indonesia (TII) dan Institute for Strategic Initiatives (ISI) dalam sebuah seremoni di Hotel Mulia, Jakarta, Jumat (12/12).

Sekretaris Jenderal Transparency International Indonesia, Danang Widoyoko, menyampaikan apresiasi kepada perusahaan-perusahaan yang berhasil meraih penghargaan INSTAR 2025.

“Perusahaan yang terverifikasi Instar 2025 telah melalui beberapa tahapan verifikasi yang ketat termasuk media monitoring, verifikasi laporan keberlanjutan dan analisis ketahanan korporasi,” ungkap Danang.

Dalam penilaian tersebut, Astra Agro mencatatkan skor komprehensif pada empat dimensi utama, yakni Bisnis Berintegritas, Lingkungan, Sosial HAM, dan Ketahanan Korporasi. Pada aspek integritas, perusahaan dinilai unggul melalui pernyataan antikorupsi yang tegas, penerapan kode etik yang menyeluruh, serta kebijakan anti gratifikasi yang transparan. Sementara pada dimensi lingkungan, Astra Agro menonjol dalam pengelolaan limbah, pemantauan kualitas lingkungan, serta kepatuhan terhadap regulasi dan pelaporan lingkungan.

Pada dimensi Sosial dan Hak Asasi Manusia, pemenuhan hak pekerja, penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3), pelatihan rutin, serta ketersediaan mekanisme pengaduan yang memadai menjadi poin penting dalam penilaian. Adapun pada dimensi ketahanan korporasi, aspek financial resilience yang ditunjukkan melalui profitabilitas historis yang kuat, struktur modal yang solid, serta efisiensi aset turut memperkuat capaian perusahaan.

Direktur Astra Agro Lestari, Tingning Sukowignjo, menyampaikan bahwa penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi sekaligus pengakuan atas integritas, transparansi, dan konsistensi penerapan inisiatif keberlanjutan di seluruh lini operasional perusahaan. Menurutnya, Astra Agro terus berupaya meningkatkan kualitas tata kelola, menghormati hak asasi manusia, serta menjaga keseimbangan antara aktivitas bisnis dan ekosistem di sekitar wilayah operasional.

“Penghargaan Instar 2025 ini menjadi juga pengingat bagi kami untuk terus memperkuat tata kelola yang baik dan dampak positif bagi masyarakat serta lingkungan. Prinsip nol deforestasi, konservasi pada lahan gambut, menghormati hak asasi manusia, serta keterbukaan informasi kepada publik dan pemangku kepentingan telah menjadi DNA bagi Astra Agro,” jelas Tingning.

Penghargaan Instar 2025 juga mencerminkan komitmen Astra Agro Lestari dalam menerapkan prinsip Good Corporate Governance (GCG), termasuk langkah proaktif dalam pencegahan korupsi, penghormatan terhadap tenaga kerja dan komunitas lokal, serta pelaksanaan inisiatif lingkungan yang mendukung target Net Zero Emission dan pengurangan emisi gas rumah kaca (GRK) melalui berbagai program strategis.

Secara lebih luas, Instar 2025 menjadi panggung penting bagi dunia usaha di Indonesia untuk menunjukkan bahwa praktik bisnis berkelanjutan dan berintegritas dapat diimplementasikan secara nyata, terukur, dan akuntabel dalam aktivitas korporasi sehari-hari. (Ant/E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik