Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Dorong Operasional Tambang Berkelanjutan, MHU Gunakan Truk Angkut Listrik 

Naufal Zuhdi
27/1/2026 19:09
Dorong Operasional Tambang Berkelanjutan, MHU Gunakan Truk Angkut Listrik 
MHU melakukan uji coba Truk Angkut Listrik (EV Hauling Truck).(MHU)

PT Multi Harapan Utama (MHU), anak usaha MMSGI, terus memperkuat penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam kegiatan pertambangannya. Setelah menerapkan teknologi hybrid pada armada angkut sejak awal 2025, MHU melangkah lebih jauh dengan melakukan uji coba Truk Angkut Listrik (EV Hauling Truck) SANY di area operasional Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, pada pekan lalu.

Uji coba tersebut menjadi tahapan penting dalam upaya MHU menurunkan intensitas emisi dan meningkatkan efisiensi energi secara bertahap. Langkah ini sekaligus bertujuan menilai kesiapan teknologi kendaraan listrik untuk mendukung operasional tambang secara aman, andal, dan sesuai dengan kondisi lapangan.

Pengujian dilakukan langsung di area tambang untuk mendapatkan gambaran objektif sesuai kondisi kerja aktual. Evaluasi mencakup kinerja pengangkutan material, ketahanan unit di medan operasional, serta kesesuaian jam kerja terhadap kebutuhan produksi. Seluruh proses pengujian dijalankan berbasis data dan pengalaman lapangan.

Kepala Teknik Tambang MHU, Aris Subagyo, mengatakan bahwa uji coba ini merupakan bagian dari pendekatan teknis yang dilakukan secara terukur.

“Uji coba Truk Angkut Listrik SANY kami lakukan langsung di area tambang untuk menilai performa hauling, ketahanan unit, serta jam kerja aktual dalam kondisi operasional yang sebenarnya,” ujarnya.

Menurut Aris, penerapan teknologi baru di lingkungan pertambangan harus melalui evaluasi menyeluruh sebelum diimplementasikan secara luas.

“Hasil uji coba ini akan menjadi dasar teknis dalam pengambilan keputusan ke depan, dengan tetap mengutamakan keselamatan dan keandalan operasi,” tambahnya.

Secara operasional, MHU dinilai memiliki prasyarat yang mendukung elektrifikasi, antara lain ketersediaan pasokan listrik PLN serta proyeksi umur tambang jangka panjang. Kondisi tersebut membuka peluang efisiensi biaya sekaligus penguatan aspek keberlanjutan dalam jangka menengah dan panjang.

Kendaraan listrik yang diuji coba merupakan SANY 445 EV Dump Truck, kendaraan angkut berbasis energi baru dengan konfigurasi penggerak 8x4 dan sistem baterai charging serta swapping. Unit ini dilengkapi motor listrik berdaya hingga 460 kW dengan torsi 2.900 Nm, baterai CATL berkapasitas 400 kWh, serta sistem pengisian daya 360 kW, termasuk fitur keselamatan dan kenyamanan untuk mendukung operasi tambang.

Dari sisi biaya, simulasi dengan asumsi umur pakai empat tahun atau sekitar 16.000 jam kerja menunjukkan bahwa dump truck diesel MB4845K memiliki total biaya siklus sekitar Rp11,11 miliar atau Rp690.800 per jam. Sementara itu, EV dump truck diperkirakan memiliki biaya siklus Rp6,71 miliar-Rp7,15 miliar, sehingga berpotensi menekan biaya operasional hingga sekitar 40% dibandingkan unit diesel.

Uji coba ini merupakan kelanjutan dari program Hybrid Dumptruck for Responsible Energy Use in Mining yang telah diterapkan MHU sejak awal 2025. Program tersebut dikembangkan untuk menekan konsumsi bahan bakar armada off-highway truck yang sebelumnya mencapai rata-rata 26,7 juta liter per tahun. Melalui teknologi hybrid, konsumsi bahan bakar berhasil ditekan dari 68 liter per jam menjadi 36,70 liter per jam atau turun sekitar 46 persen, melampaui target awal sebesar 30%.

Selama periode Februari-Juni 2025, teknologi tersebut menghasilkan penghematan bahan bakar sekitar 1,22 juta liter, efisiensi biaya sekitar Rp19,9 miliar, serta penurunan emisi hingga 3.067,9 ton CO2e.

Presiden Direktur MHU, Kemal Djamil Siregar, menegaskan bahwa uji coba truk listrik ini merupakan bagian dari strategi ESG yang berkesinambungan.

“Penerapan teknologi hybrid menjadi fondasi awal transformasi operasional kami. Uji coba truk angkut listrik ini merupakan milestone lanjutan untuk mengevaluasi kesiapan teknologi EV sebagai bagian dari transisi energi yang dilakukan secara bertahap dan terukur,” ujarnya.

Menurut Kemal, seluruh inisiatif tersebut dijalankan dengan tetap menjaga aspek keselamatan kerja, keandalan operasi, serta kesinambungan produksi. Komitmen MHU terhadap ESG juga tercermin dari pengakuan eksternal. Dalam Corporate Sustainability Assessment (CSA) Score 2025 oleh S&P Global, MMSGI sebagai induk usaha MHU mencatat skor 52 dari 100 untuk kategori Coal & Consumable Fuels, mencerminkan perkembangan praktik keberlanjutan dan tata kelola di tingkat grup.

Melalui uji coba ini, MHU menegaskan langkahnya dalam mengembangkan teknologi operasional yang lebih efisien energi dan rendah emisi secara realistis. Hasil evaluasi akan menjadi acuan penting dalam penyusunan strategi operasional ke depan, sejalan dengan komitmen MMSGI terhadap praktik pertambangan yang lebih bertanggung jawab. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya