Headline
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH perlu membangun tata kelola dan komunikasi lebih detail dengan pemangku kepentingan, terutama struktur pemerintahan daerah, dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). “Agar program MBG berjalan lebih baik dan kemanfaatan lebih luas, kami berharap pemerintah membangun ekosistem tata kelola dan tata hubungan antara mitra, BGN (Badan Gizi Nasional), dan stakeholder lainnya, utamanya aparat pemda," kata Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan Bergizi Indonesia (Gapembi) Alven Stony saat memimpin jajaran DPP Gapembi bertemu Kepala Staf Kepresidenan (KSP) M Qodari di Jakarta, Selasa (3/3/2026).
Turut mendampingi dalam pertemuan tersebut, Sekjen Gapembi Hasan Basri dan beberapa pengurus lain. Menurut Alven, kejelasan tata hubungan dan mekanisme koordinasi sangat penting agar pelaksanaan MBG berjalan efektif, akuntabel, dan berkelanjutan di seluruh daerah.
Alven melanjutkan DPP Gapembi siap meneruskan arahan KSP kepada semua pengurus dan anggota Gapembi di daerah agar mematuhi ketentuan teknis yang berlaku.
“Pengurus DPP akan meneruskan kepada anggota Gapembi untuk menjalankan arahan KSP agar mengikuti juknis MBG dan SLHS (Sertifikat Laik Higiene Sanitasi) yang jadi mandatori penyelenggaraan keamanan pangan,” ujarnya.
KSP M Qodari menyambut baik kehadiran DPP Gapembi yang bergerak cepat meski baru disahkan secara administratif oleh Ditjen Administrasi Hukum Umum (AHU) Kementerian Hukum pada Agustus 2025.
“Kami menyambut baik kehadiran DPP Gapembi yang sudah memiliki 20 DPW se-Indonesia. Ini menunjukkan langkah cepat organisasi Gapembi yang belum satu tahun disahkan oleh Ditjen AHU,” kata Qodari.
Ia berharap Gapembi dapat menjadi mitra strategis pemerintah sekaligus mitra BGN dalam mendukung pelaksanaan MBG. Qodari menambahkan adanya beragam kritik dan serangan terhadap program MBG merupakan dinamika yang wajar dalam sistem demokrasi.
“Serangan terhadap program MBG harus kita anggap sebagai hal biasa dalam negara demokrasi. Yang penting kita harus menyampaikan fakta dan niat mulia Presiden Prabowo terkait program MBG dengan semaksimal mungkin,” ucapnya.
Sementara itu, Sekjen Gapembi Hasan Basri menyoroti pelaksanaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), khususnya di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Menurut Hasan, penyelenggaraan SPPG di wilayah 3T secara umum berjalan kondusif. Namun, ia mengungkapkan adanya kendala pembayaran kepada mitra pelaksana yang telah berinvestasi.
“Di tingkat praktik, penyelenggaraan SPPG di wilayah 3T sudah telaksana dengan kondusif. Kami sudah berinvestasi, tapi sampai hari ini belum menerima pembayaran. Jika BGN melalui Menkeu dapat melakukan pembayaran segera, itu sangat membantu MBG di wilayah 3T dapat terlaksana,” ujar Hasan.
Ia pun berharap pertemuan tersebut bisa memperkuat koordinasi antara pemerintah dan mitra penyedia makanan bergizi, sekaligus memastikan tata kelola program MBG berjalan lebih solid dan terstruktur di berbagai daerah, termasuk kawasan 3T. (H-2)
"Fatih belum memakan menu MBG dari SPPG Giri Kencana ketika diketahui pingsan sebelum dibawa ke rumah sakit."
Penganggaran MBG telah melalui proses pembahasan di DPR RI dan disepakati bersama antara pemerintah dan seluruh fraksi.
Pelibatan produsen lokal seperti petani, nelayan, dan koperasi desa dapat membantu menjaga kesegaran bahan baku sekaligus memperkuat ekonomi daerah.
Pernyataan Dadan itu menjawab adanya narasi yang menyebut anggaran besar MBG berasal dari pos pendidikan, pos kesehatan dan pos bantuan pemerintag di lembaga kementrian lain.
Tindakan itu dilakukan Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai langkah evaluasi menyusul ditemukannya kasus-kasus menonjol.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved