Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Golkar Tegaskan Arah Ketahanan Energi dan Hilirisasi sebagai Pilar Ekonomi

Naufal Zuhdi
24/12/2025 12:19
Golkar Tegaskan Arah Ketahanan Energi dan Hilirisasi sebagai Pilar Ekonomi
Ilustrasi(Antara)

Anggota Komisi XII DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Dewi Yustisiana, menyatakan dukungannya terhadap Pernyataan Politik Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) I Partai Golkar Tahun 2025, yang menegaskan ketahanan energi dan hilirisasi sebagai pilar strategis transformasi ekonomi nasional.

Menurut Dewi, rumusan politik yang dihasilkan Rapimnas tersebut mencerminkan arah pembangunan jangka panjang yang konsisten dengan visi Asta Cita serta target pertumbuhan ekonomi nasional menuju 8% sebagai fondasi Indonesia yang maju, mandiri, dan berdaya saing.

“Pernyataan Politik Rapimnas Golkar memberikan penegasan bahwa ketahanan energi dan hilirisasi bukan agenda sektoral semata, melainkan strategi besar dalam mentransformasi struktur ekonomi nasional,” ujar Dewi dikutip dari siaran pers yang diterima, Rabu (24/12).

Ia menjelaskan, ketahanan energi harus dimaknai sebagai kemampuan negara dalam menjamin ketersediaan energi nasional yang bersumber dari potensi dalam negeri secara berkelanjutan. Dengan ketahanan energi yang kuat, Indonesia dinilai memiliki ruang yang lebih besar untuk menjaga stabilitas ekonomi sekaligus memperkuat kedaulatan nasional.

Sejalan dengan itu, Dewi menegaskan bahwa kebijakan hilirisasi perlu dilaksanakan secara inklusif dan berkeadilan. Hilirisasi tidak hanya difokuskan pada sektor mineral dan energi, tetapi juga harus diperluas ke sektor perkebunan, pertanian, kehutanan, kelautan, dan perikanan agar manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih merata.

“Hilirisasi lintas sektor menjadi instrumen penting untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya nasional, membuka lapangan kerja berkualitas, serta memperkuat ekonomi daerah,” kata dia.

Dewi menilai, pendekatan tersebut akan mempercepat pemerataan pembangunan dan mengurangi ketimpangan antarwilayah, sekaligus menjadikan transformasi ekonomi nasional lebih inklusif dan berkelanjutan. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik