Headline
Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Pertamina Geothermal Energi Tbk (PGE) (IDX: PGEO) mencatatkan tren bisnis positif sepanjang 2025. Capaian ini menjadi sinyal kuat bahwa energi panas bumi Bulai bergeser dari sekadar energi alternatif menjadi tulang punggung transisi energi bersih di Indonesia.
Berdasarkan laporan keuangan audit per 31 Desember 2025, PGEO membukukan pendapatan sebesar US$432,72 juta, naik dari tahun sebelumnya sebesar US$407,12 juta.
Tidak hanya dari sisi finansial, perusahaan juga mencetak rekor produksi listrik hijau tertinggi sepanjang sejarah (all-time high) sebesar 5.095 gigawatt hour (GWh), meningkat 5,55% dibandingkan 2024.
Pengamat energi Hadi Ismoyo menilai pencapaian ini mencerminkan momentum penting bagi pengembangan panas bumi nasional. Saat ini, kapasitas terpasang PGE telah mencapai 727 megawatt (MW), naik signifikan dari sebelumnya 672 MW.
“Potensi panas bumi Indonesia sangat besar dan belum dimanfaatkan secara optimal. Dari seluruh potensi yang tersedia, ruang pertumbuhan masih sangat luas,” ujar Hadi, Selasa (17/3).
Hadi menekankan bahwa panas bumi memiliki keunggulan sebagai energi baseload yang stabil dibandingkan sumber terbarukan lain seperti surya atau angin. Namun, ia mengingatkan bahwa keberhasilan korporasi ini harus dibarengi dengan dukungan kebijakan yang kuat.
“Dalam konteks bauran energi nasional, kinerja seperti ini perlu mendapatkan dukungan penuh, baik dari sisi regulasi, insentif, maupun kemudahan investasi,” tambahnya.
Sejalan dengan target pemerintah dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN, kapasitas pembangkit Energi Baru Terbarukan (EBT) diproyeksikan tumbuh hingga 76% pada periode 2025–2034.
Direktur Eksekutif Center for Energy Security Studies (CESS), Ali Ahmudi Achyak, menyebut panas bumi sebagai game changer dalam menjaga keandalan sistem kelistrikan sekaligus menekan emisi karbon. Apalagi, pemerintah mencanangkan target pertumbuhan ekonomi sebesar 8%.
“Karena setiap satu persen pertumbuhan ekonomi ditopang 1,8 persen pertumbuhan ketenagalistrikan,” jelas Ali.
Menurutnya, jika kinerja positif PGE terus dijaga, transisi energi Indonesia bisa berjalan lebih agresif mengingat Indonesia memiliki salah satu cadangan panas bumi terbesar di dunia.
Meski prospeknya cerah, Ali mengingatkan adanya tantangan klasik di sektor ini, seperti tingginya biaya eksplorasi awal, risiko proyek, dan kebutuhan infrastruktur pendukung. Ia menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah, BUMN, dan swasta adalah kunci untuk membuka potensi yang masih tersimpan.
“Dengan potensi besar yang belum tergarap sepenuhnya, panas bumi bukan hanya peluang ekonomi, tetapi juga strategi jangka panjang menuju kemandirian energi yang berkelanjutan,” pungkasnya. (Z-1)
Potensi geothermal di Flores merupakan pilihan utama dalam upaya transisi energi dari Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) ke Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP).
Pemerintah juga diminta untuk mencari sumber bahan bakar pengganti atau substitusi dari sumber energi fosil yakni dengan memanfaatkan sumber energi terbarukan.
Fokus utama pemerintah adalah mengubah tumpukan sampah yang selama ini menjadi beban lingkungan menjadi sumber energi alternatif, khususnya listrik.
PEMERINTAH tengah menyiapkan kebijakan efisiensi kerja, termasuk opsi penerapan work from home (WFH) satu hari dalam sepekan bagi sektor tertentu.
Penghematan energi dapat dicapai dengan menekan energi yang terbuang dari tiga faktor utama: gaya mengemudi, kondisi kendaraan, dan beban muatan.
Sebagaimana diketahui, ketergantungan Indonesia terhadap impor energi diketahui masih cukup tinggi.
sistem energi Indonesia memiliki ketahanan yang cukup kuat untuk menghadapi dinamika global, termasuk potensi gejolak harga minyak dunia akibat gejolak geopolitik konflik di timur tengah
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved