Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
Harga emas dunia kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah dan berdampak langsung pada lonjakan harga emas ritel di Indonesia. Kondisi ini memunculkan dilema di kalangan masyarakat, khususnya investor ritel, terkait keputusan untuk membeli atau justru menjual emas di tengah tren kenaikan harga.
Harga emas dunia atau spot gold untuk pertama kalinya menembus level US$4.500 per troy ounce, didorong oleh meningkatnya permintaan aset lindung nilai (safe haven) serta ekspektasi pemangkasan suku bunga global. Data live Kitco mencatat harga emas berada di kisaran US$4.508,60 per ounce dengan pergerakan harian antara US$4.484 hingga US$4.525 per ounce.
Kenaikan harga global tersebut turut mendorong harga emas ritel di dalam negeri. Berdasarkan data Logam Mulia Antam per Rabu, 24 Desember 2025, harga emas Antam 1 gram tercatat sebesar Rp2.590.000. Setelah dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) 0,25%, harga pembelian menjadi sekitar Rp2.596.475 per gram.
Namun, pada saat yang sama, harga jual kembali artau harga buyback emas Antam berada di level Rp2.420.000 per gram, mengacu pada pembaruan terakhir pada 23 Desember 2025. Selisih antara harga beli dan buyback tersebut mencapai sekitar Rp170.000 per gram atau sekitar 6,6 persen dari harga jual ritel.
"Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun harga emas sedang berada di level tertinggi, keuntungan bagi pembeli ritel tidak bersifat instan. Investor ritel perlu menutup selisih harga tersebut sebelum benar-benar memperoleh keuntungan dari transaksi jual beli emas," ujar ekonom dan pakar kebijakan publik Achmad Nur Hidayat.
Ia menilai lonjakan harga emas dunia saat ini dipicu oleh kombinasi ketidakpastian geopolitik, perubahan ekspektasi kebijakan suku bunga global, serta peningkatan akumulasi emas oleh institusi besar sebagai aset lindung nilai. Situasi tersebut kemudian direspons oleh masyarakat luas, termasuk investor ritel, yang terdorong oleh kekhawatiran tertinggal momentum kenaikan harga.
Di Indonesia, masyarakat tidak bertransaksi langsung pada harga emas global, melainkan membeli produk emas ritel seperti emas batangan Antam, UBS, Galeri24, maupun perhiasan. Oleh karena itu, keputusan beli atau jual tidak hanya bergantung pada arah harga emas dunia, tetapi juga pada struktur harga ritel, pajak, serta selisih beli dan jual kembali.
"Dengan kondisi tersebut, keputusan membeli atau menjual emas perlu disesuaikan dengan tujuan masing-masing. Bagi masyarakat yang menjadikan emas sebagai instrumen perlindungan nilai jangka panjang, pembelian secara bertahap dinilai lebih relevan dibandingkan pembelian dalam jumlah besar pada satu titik harga," jelas Achmad.
Sementara itu, bagi investor yang telah memiliki emas dari harga jauh lebih rendah, kenaikan harga ke level rekor dapat menjadi momentum untuk melakukan penyesuaian portofolio, termasuk menjual sebagian kepemilikan guna mengamankan keuntungan atau meningkatkan likuiditas.
Lonjakan harga emas ke rekor tertinggi ini sekaligus menjadi pengingat bahwa pergerakan harga emas di pasar ritel tidak lepas dari biaya transaksi. Dengan selisih harga beli dan buyback yang relatif besar, emas dinilai kurang cocok untuk strategi transaksi jangka pendek bagi sebagian besar rumah tangga.
Harga emas hari ini yang terus mencetak rekor mencerminkan tingginya kepercayaan pasar terhadap emas di tengah ketidakpastian global. Namun, di sisi lain, kondisi ini juga menuntut kehati-hatian masyarakat dalam mengambil keputusan finansial agar tidak terjebak pada euforia sesaat. (E-3)
Berdasarkan pantauan di sejumlah gerai, harga emas 24 karat saat ini berada di kisaran Rp2,9 juta hingga Rp3,05 juta per gram.
Dari sisi geopolitik, ketegangan di Timur Tengah dinilai masih menjadi katalis utama, di tengah konflik yang juga belum sepenuhnya mereda.
Update harga emas Antam hari ini Kamis 26 Maret 2026. Harga naik menjadi Rp2.850.000 per gram dengan tren pemulihan di pasar global.
Meski harga jual emas stabil, para investor perlu waspada terhadap harga buyback yang mengalami penurunan cukup dalam.
KENAIKAN harga emas yang di luar kelaziman dalam dua tahun terakhir yang terus berlanjut, berpotensi mengurangi angka pembayar zakat secara drastis.
Update harga emas Antam hari ini 23 Maret 2026. Harga turun Rp50.000 menjadi Rp2.843.000 per gram. Cek tabel rincian lengkap dan harga buyback.
HARGA emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mencatatkan penurunan pada perdagangan Rabu, 18 Maret 2026.
Harga emas Antam hari ini, Selasa (17/3/2026), turun Rp4.000 menjadi Rp2.988.000 per gram. Simak rincian harga beli dan buyback terbaru di sini.
Harga emas Antam hari ini, Senin 16 Maret 2026, turun Rp5.000 menjadi Rp2.992.000 per gram. Cek rincian harga buyback dan pecahan lainnya di sini.
Harga emas Antam hari ini Sabtu 14 Maret 2026 turun Rp24.000 menjadi Rp2.997.000 per gram. Simak rincian harga buyback dan pecahan lainnya di sini.
Harga emas Antam hari ini (12/3/2026) turun tajam Rp45.000 per gram menjadi Rp3.042.000. Simak rincian harga buyback dan analisis pasar di sini.
Salah satu sentimen utama yang membayangi harga emas besok adalah anjloknya harga minyak mentah dunia hingga 11 persen ke kisaran USD 85-87 per barel.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved