Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Transaksi Saham Kian Cepat dan Efisien: Market Order Jadi Favorit Baru Investor

Basuki Eka Purnama
11/12/2025 13:55
Transaksi Saham Kian Cepat dan Efisien: Market Order Jadi Favorit Baru Investor
Ilustrasi--Karyawan mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Senin (1/12/2025).(MI/Usman Iskandar)

BURSA Efek Indonesia (BEI) terus berinovasi demi meningkatkan kualitas transaksi di pasar modal. Salah satu inisiatif terbaru yang kini semakin diminati investor adalah implementasi fitur Market Order

Fitur ini memungkinkan investor bertransaksi dengan proses yang lebih cepat, efisien, dan memiliki peluang eksekusi order yang lebih tinggi karena tidak mengharuskan investor menentukan harga.

Kehadiran Market Order dinilai berhasil membuat perdagangan saham menjadi lebih sederhana dan responsif terhadap kondisi pasar yang dinamis.

Pemanfaatan Market Order Melonjak Signifikan

Peningkatan adopsi fitur ini terlihat jelas dari data bursa. Sepanjang 2025, hingga Agustus, rata-rata utilisasi Market Order tercatat mencapai 4,23% dari keseluruhan order yang berhasil dipasangkan (matched) di BEI. Angka ini mencerminkan tingginya minat investor yang mencari kecepatan dan efisiensi.

Bahkan, pada Agustus 2025, rata-rata penggunaan Market Order menembus Rp 1 triliun per hari.

Direktur Pengembangan BEI, Jeffrey Hendrik, mengungkapkan bahwa pemanfaatan fitur tersebut telah menunjukkan peningkatan signifikan.

"Apabila dibandingkan dengan 2024, tingkat pemanfaatan fitur tersebut menunjukkan peningkatan signifikan sebesar 98,5%, yang menunjukkan bahwa banyak investor yang terbantu dengan adanya fitur Market Order untuk eksekusi order yang lebih optimal,” jelas Jeffrey Hendrik dalam keterangan tertulis, Kamis (11/12).

Prioritas dan Kecepatan Jadi Kunci

Dalam mekanisme perdagangan BEI, terdapat dua jenis order utama: Market Order dan Limit Order.

Market Order adalah mekanisme penyampaian order jual atau beli yang memiliki prioritas lebih tinggi. Keunggulan ini membuat order langsung dieksekusi pada harga terbaik yang tersedia di pasar saat itu. 

Investor tidak perlu memasukkan harga jual atau beli, sehingga eksekusi transaksi menjadi jauh lebih cepat dan efisien, terutama di pasar yang bergerak volatil.

Sebaliknya, Limit Order adalah tipe order di mana harga dan waktu penyampaian order ditentukan sendiri oleh investor. Akibatnya, order yang disampaikan harus mengikuti antrian di order book.

Secara teknis, Market Order menawarkan keunggulan optimal, khususnya bagi investor yang ingin memanfaatkan momentum volatilitas pergerakan harga, seperti pada saham yang berpotensi gap up atau gap down. Fitur ini juga sangat bermanfaat untuk saham-saham yang baru melantai (listing).

Tipe Market Order, khususnya dengan skema fill and kill, dapat memberikan peluang matching order yang lebih tinggi dibandingkan Limit Order, terutama saat sesi pre-opening bursa.

"Karena memiliki prioritas lebih tinggi, Market Order memungkinkan investor mengeksekusi pesanan tanpa harus menentukan harga, sehingga prosesnya menjadi jauh lebih cepat dan efisien,” tutup Jeffrey. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik