Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Impor Baja Ilegal kian Deras, Purbaya Ancam Bekukan Bea Cukai

Insi Nantika Jelita
01/12/2025 21:22
Impor Baja Ilegal kian Deras, Purbaya Ancam Bekukan Bea Cukai
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa.(MI/Insi Nantika Jelita)

MENTERI Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengancam akan membekukan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) jika tidak mampu melakukan pembenahan dalam waktu satu tahun. Ancaman tersebut dikeluarkannya setelah melihat masuknya barang impor ilegal yang kian deras, termasuk produk baja.

Menurut laporan Masyarakat Baja Konstruksi Indonesia atau Indonesian Society of Steel Construction (ISSC) yang diterima Purbaya, volume impor baja konstruksi siap pasang yang masuk ke Indonesia telah mencapai satu juta ton dalam setahun.

"Saya sudah ancam mereka. Kita perbaiki setahun ke depan. Kalau dalam setahun tidak beres, Bea Cukai betul-betul dibekukan," tegas Purbaya dalam acara Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) 2025 Kadin Indonesia di Jakarta, Senin (1/12).

Ia juga meminta pelaku industri baja memberikan laporan langsung terkait situasi di lapangan, termasuk kondisi di pelabuhan. Hal itu diperlukan mengingat laporan internal yang diterimanya kerap tak sesuai dengan kenyataan.

"Kalau saya tanya ke anak buah saya, jawabannya selalu bagus," kata Purbaya.

Ia menekankan, selama kebutuhan dalam negeri telah terpenuhi oleh produksi domestik, pemerintah tidak akan membuka keran impor produk serupa.

"Kalau di dalam negeri sudah ada suplainya, ngapain kita buka impor?" katanya.

Ke depan, ia berkomitmen menertibkan seluruh praktik serupa, termasuk menekan impor baja agar tidak merugikan industri nasional.

"Sekarang masuk balpres baju-baju, nanti saya main ke baja. Ke depan bisa saya sidangkan, saya bereskan isu-isu di baja itu," ucapnya.

Pegawai berkurang
Dalam acara tersebut, Ketua Umum Masyarakat Baja Konstruksi Indonesia Budi Harta Winata mengeluhkan derasnya impor baja konstruksi siap pasang. Menurutnya, kondisi itu berdampak langsung pada pelaku usaha lokal, terutama bengkel konstruksi baja dan tenaga kerja pengelasan dalam negeri.

"Dulu industri ini dilindungi. Tapi sekarang, impor baja konstruksi siap pasang sudah masuk hingga satu juta ton tahun ini. Sementara perusahaan saya membutuhkan sekitar 20 ribu ton untuk menghidupi seribu karyawan," ujarnya.

Budi menambahkan, akibat derasnya impor, banyak pekerja di industri kehilangan pekerjaan. Ia mencontohkan, dari seribu tenaga ahli las yang dimiliki perusahaannya, kini hanya tersisa 70 orang. 

Saat ini, menurutnya, banyak gudang, pabrik, hingga pusat perbelanjaan dibangun menggunakan produk impor jenis tersebut, padahal sebelumnya dikerjakan oleh industri dalam negeri. 

"Konstruksi baja itu pekerjaan kami, para bengkel dan tukang las lokal. Dulu kami menghidupi seribu karyawan, sekarang tinggal 70 orang," imbuhnya.

Melalui forum tersebut, ia mendesak Menkeu lewat Bea Cukai agar kebijakan impor diperketat, terutama untuk produk yang sebenarnya dapat diproduksi di dalam negeri.

"Kami mendukung Bea Cukai untuk menangkap, menyetop impor baja-baja ini," tegasnya. (Ins/E-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Mirza
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik