Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
EKONOM Institute for Development of Economics & Finance (Indef) Ariyo Irhamna mendesak pemerintah memperketat pengawasan dan penegakan aturan impor, menyusul memburuknya kondisi industri tekstil nasional.
Seruan ini muncul setelah laporan Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filamen Indonesia (APSyFI) menyebut industri hulu tekstil masih mengalami penurunan produksi signifikan. Sebanyak lima pabrik yang berhenti beroperasi dan menutup usaha di tahun ini, dengan proyeksi pemutusan hubungan kerja (PHK) mencapai 3.000 orang.
Ariyo menekankan pengawasan impor harus diperkuat, terutama terkait praktik ilegal dan dumping yang semakin marak di pasar domestik.
"Segera perketat pengawasan dan penegakan terhadap penyelundupan dan praktik dumping lewat peningkatan patroli kepabeanan, audit kuota atau izin impor, dan kerja sama bea cukai dan polisi," ujarnya kepada Media Indonesia, Jumat (28/11).
Ia menegaskan jika terbukti ada praktik dumping, pemerintah harus segera bertindak dengan menggunakan kebijakan anti-dumping atau penerapan safeguard (pengamanan) sementara. Tujuannya agar harga di pasar dapat stabil dan industri dalam negeri tetap terlindungi.
Menurut Ariyo, berbagai bentuk pelanggaran impor seperti salah klasifikasi kode HS untuk menurunkan tarif, under-invoicing atau praktik mencantumkan nilai faktur yang lebih rendah dari harga sebenarnya untuk suatu, penyelundupan berbasis kuota, hingga penyalahgunaan fasilitas impor.
Praktik-praktik curang tersebut harus ditindak tegas karena menyebabkan produk impor dijual jauh lebih murah dari harga wajar. Kondisi tersebut menciptakan persaingan yang tidak sehat.
"Kebocoran semacam ini membuat produk impor lebih murah dari harga pasar yang wajar. Sehingga menciptakan persaingan tidak adil. Pabrik domestik pun kalah sebelum bertanding," tegas ekonom Indef itu.
Ia juga menilai sejumlah lembaga harus terlibat dalam pengetatan regulasi ini, mulai dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, Polri, Kejaksaan, hingga Komite Anti Dumping Indonesia (KADI). Ariyo menegaskan, pengetatan tata niaga impor bukan berarti menutup perdagangan internasional, melainkan menghentikan kebocoran pasar yang merusak struktur industri nasional.
“Tanpa enforcement, seluruh insentif fiskal hanya akan menguntungkan importir, bukan produsen lokal,” kata Ariyo.
Selain penegakan aturan, Ariyo merekomendasikan agar pemerintah memprioritaskan penggunaan produk lokal, termasuk melalui pengadaan pemerintah seperti seragam sekolah maupun aparatur sipil negara (ASN). Kampanye penggunaan produk dalam negeri juga dinilai penting untuk mendorong permintaan domestik.
Di sisi lain, ia menilai percepatan perizinan ekspor dan penyederhanaan proses administrasi dibutuhkan agar pabrik yang sudah siap ekspor dapat segera menjangkau pasar internasional tanpa hambatan birokrasi.
Untuk jangka panjang, Ariyo menilai Indonesia perlu beralih dari strategi proteksi sementara menuju transformasi industri berbasis nilai tambah dan daya saing global. Ia menyebut beberapa agenda prioritas, seperti peningkatan integrasi hilirisasi produk tekstil agar industri tidak hanya bergantung pada ekspor bahan baku, insentif investasi teknologi finishing kelas dunia, serta akselerasi produksi tekstil teknis untuk sektor otomotif, medis, olah raga, dan filtrasi. (H-3)
KEPALA Pusat Makroekonomi dan Keuangan Indef M Rizal Taufikurahman menanggapi optimisme Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bahwa rupiah akan menguat dalam dua pekan ke depan.
INSTITUTE for Development of Economics and Finance (Indef) menyebut sejauh ini dampak konflik AS-Venezuela terhadap rupiah masih bersifat sentimen jangka pendek, bukan fundamental.
PERUBAHAN status Bank Syariah Indonesia (BSI) menjadi persero dinilai memperkuat posisi bank tersebut, terutama dari sisi kredibilitas dan persepsi keamanan.
Inflasi pada Oktober 2025 tercatat meningkat tak terduga setelah Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK).
SURPLUS neraca perdagangan Indonesia mulai menyempit di tengah tekanan impor. Hal ini seiring dengan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat neraca perdagangan September 2025 surplus.
PENGAMAT Ekonomi Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda turut buka suara terkait PMI Manufaktur RI berdasarkan PMI S&P Global di level 51,2.
PROGRAM Manager Komite Nasional Pengendalian Tembakau (Komnas PT) Nina Samidi meminta pemerintah tetap harus mengantisipasi PHK di industri tembakau.
Ekonom mendesak agar kenaikan pajak pertambahan nilai (PPN), dan pajak bumi dan bangunan (PBB) pada 2025, maupun pungutan daerah harus segera direvisi.
IKATAN Wartawan Hukum (Iwakum) memberikan bantuan solidaritas kepada para jurnalis yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK).
Kasus PHK di Jawa Tengah diperkirakan semakin meningkat hingga akhir tahun mendatang. Hal ini seiring semakin bertambahnya sejumlah perusahaan (industri) yang tutup .
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved