Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGAMAT Ekonomi Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda turut buka suara terkait PMI Manufaktur RI berdasarkan PMI S&P Global di level 51,2. Huda menyatakan bahwa sebenarnya masih terdapat masalah yang menghantui industri manufaktur dalam negeri, utamanya dari permintaan yang menurun baik dari sisi global maupun domestik.
"PMI Manufaktur dengan level ekspansif sendiri kan mengalami baru dalam beberapa bulan terakhir, namun masalah soal bisnis ini sudah dari pertengahan tahun lalu. Permintaan global dan domestik sama-sama mengalami penurunan. Terlebih ketika kita lihat dari sisi domestik," ucap Huda saat dihubungi, Senin (3/11).
Sebagai contoh, Huda menyatakan bahwa industri pengolahan barang dari karet mengalami pelemahan hingga -2,52% yang menandakan sisi produksi mengalami tekanan yang cukup signifikan.
Hal inilah yang dituding menjadi alasan pabrik ban merek Michelin yang dikabarkan melakukan Pemutusan Hak Kerja (PHK) massal terhadap lebih dari 200 pekerjanya.
"Tidak menutup kemungkinan, ke depan masih ada lagi pabrik yang melakukan PHK," tutur Huda. (H-3)
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyatakan perekonomian Indonesia terus mempertahankan momentum positif.
Lembaga pemeringkat S&P Global menempatkan Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Indonesia pada Oktober 2025 di level 51,2, alias masih berada di zona ekspansi sejak Agustus 2025.
Aktivitas manufaktur Indonesia pada Oktober mencatat peningkatan ekspansi dengan PMI S&P Global di level 51,2 naik dari angka 50,4 bulan sebelumnya.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan Purchasing Managers Index (PMI) Manufaktur Indonesia yang dirilis oleh S&P Global tercatat naik.
Tantangan lain untuk manufaktur, PR-nya masih sama, yakni masalah konsistensi kebijakan dan juga potensi meningkatnya impor setelah tarif resiprokal AS berlaku.
Direktur Ekonomi Celios, Nailul Huda, menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi di kuartal IV 2025 tidak akan mencapai seperti yang ditargetkan pemerintah yakni di angka 5,4-5,6%.
Berdasarkan hasil studi Celios, bencana ekologis di Sumatra periode November 2025 diproyeksi telah mengakibatkan kerugian ekonomi Rp68,67 triliun.
Dalam konteks kemitraan strategis itulah, Bhima sependapat, hubungan antara Danantara dan pelaku industri tidak sebagai transaksi bisnis semata.
Pada 2018, sebanyak 75% pekerja tidak memiliki Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP). Angka tersebut sempat anjlok menjadi 37% pada 2024 pascaditerbitkan UU No 6/2023 tentang Cipta Kerja.
Survei Celios menempatkan AHY dan Nasaruddin Umar sebagai menteri berkinerja terbaik selama satu tahun pemerintahan Prabowo
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved