Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
DI tengah ekspansifnya industri manufaktur dalam tiga bulan berturut-turut, pemutusan hubungan kerja (PHK) malah kian menjadi. Hal itu tak lepas dari kebijakan perusahaan yang tetap melakukan efisiensi dalam meningkatkan kapasitas produksinya.
Demikian benang merah dari diskusi Diseminasi Studi Kelayakan Kerja 'Upah Rendah, Harapan Tinggi' secara daring, Kamis (6/11).
"Paradoks ini ini sangat mungkin terjadi karena ekspansi industri yang tecermin dalam PMI manufaktur tidak otomatis mencerminkan penciptaan lapangan kerja baru. Perusahaan yang ekspansi itu melalui efisiensi dan otomatisasi, bukan dengan perekrutan tenaga kerja," papar Direktur Kebijakan Publik Center of Economic and Law Studies (Celios) Media Wahyudi dalam diskusi tersebut.
Lembaga pemeringkat S&P Global menempatkan Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Indonesia pada Oktober 2025 di level 51,2, alias masih berada di zona ekspansi sejak Agustus 2025.
Hal itu bertolak belakang dengan kondisi ketenagakerjaan di Tanah Air. Pabrik ban Michelin, misalnya, yang baru-baru ini mengumumkan akan mengurangi jumlah karyawannya hingga 200 orang akibat turunnya permintaan pasar.
PHK meningkat
Berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), di periode Januari–Juni 2025 tercatat 42.385 pekerja yang terkena PHK, naik sekitar 32,19% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya (32.064 pekerja).
Media menerangkan kondisi paradoks itu terlihat pada fenomena relokasi perusahaan dari kota dengan biaya produksi lebih tinggi ke wilayah lain yang lebih murah, misalnya dari Tangerang ke Cirebon. Aktivitas industri tetap berjalan dan bahkan bisa meningkat, namun tenaga kerja di lokasi awal terkena dampak PHK.
"Ini yang terjadi sekarang, raise to the bottom. Perusahaan yang ada di Tangerang pindah ke Cirebon. PMI-nya mungkin naik, tapi PHK juga naik," ungkapnya.
Media juga menjelaskan gelombang PHK masih dapat terjadi dalam beberapa waktu ke depan meskipun ekonomi tumbuh. Pasalnya, selama ini pertumbuhan ekonomi banyak ditopang oleh industri berbasis sumber daya alam seperti nikel.
Sektor-sektor tersebut dinilainya cenderung tidak menciptakan lapangan kerja dalam jumlah besar. Sementara itu, pertumbuhan penanaman modal asing (PMA) justru menunjukkan perlambatan. (Ins/E-1)
Gelombang PHK masih menghantui angkatan kerja di Tanah Air. KSPN mencatat terdapat 126.160 anggotanya terkena gelombang PHK
PRESIDEN Konfederasi Serikat Pekerja Nusantara (KSPN) Ristadi mengungkapkan bahwa dalam periode Agustus 2024 hingga Februari 2025 terjadi pengurangan tenaga kerja secara signifikan.
Jika dibandingkan dengan negara lain, kesiapan AI di Indonesia sebenarnya sudah berada pada tingkat yang dikatakan cukup matang.
GELOMBANG pemutusan hubungan kerja (PHK) di industri padat karya semakin masif di awal tahun, bertepatan dengan menyambut bulan Ramadan.
penurunan tertinggi berasal dari segmen pasar pemerintahan, seiring dengan kebijakan pengetatan anggaran yang diterapkan oleh pemerintah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved