Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Meski Uang Beredar Tumbuh 7,7%, Daya Beli Masyarakat Dinilai belum Terangkat

Insi Nantika Jelita
21/11/2025 20:40
Meski Uang Beredar Tumbuh 7,7%, Daya Beli Masyarakat Dinilai belum Terangkat
Masyarakat berbelanja di salah satu supermarket di Serpong, Tangerang Selatan.(Dok. MI)

BANK Indonesia (BI) mencatat uang beredar dalam arti luas (M2) tumbuh 7,7 persen secara tahunan (yoy) pada Oktober 2025 hingga mencapai Rp9.783,1 triliun. Namun, peningkatan likuiditas tersebut dinilai belum sepenuhnya mampu mengerek daya beli masyarakat.

Head of Research Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Trioksa Siahaan menjelaskan, pertumbuhan M2 ini lebih banyak dipengaruhi tingginya aktivitas transaksi yang tercermin dari pertumbuhan M1 dua digit, serta dampak pelonggaran suku bunga acuan atau BI Rate sejak 2024.

"Geliat masyarakat ada, namun belum cukup untuk mendongkrak daya beli yang dapat memancing pertumbuhan permintaan kredit lebih besar," ungkapnya kepada Media Indonesia, Jumat (21/11).

Trioksa menekankan pentingnya menjaga agar pertumbuhan kredit tetap sehat dan berkualitas. BI juga perlu memastikan M2 tidak tumbuh jauh melampaui pertumbuhan PDB nominal, terutama apabila stimulus fiskal dan moneter dikombinasikan. Pemantauan inflasi juga perlu terus dilakukan.

Meski ada geliat positif, Trioksa menilai peningkatan likuiditas belum cukup kuat untuk mendongkrak daya beli masyarakat secara signifikan.

Menurutnya, agar pertumbuhan permintaan kredit dapat lebih meningkat, ia menyarankan langkah-langkah strategis seperti membuka investasi baru, mempercepat realisasi belanja yang mampu menciptakan lapangan kerja, serta pemberian insentif yang mendorong daya saing produk dalam negeri.

"Membuka investasi baru amat penting dan percepatan belanja yang dpt membuka lapangan kerja baru," pungkasnya.   (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik