Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Penyaluran KUR Sektor Produksi Lampaui Target Rp286 Triliun

Ihfa Firdausya
17/11/2025 15:28
Penyaluran KUR Sektor Produksi Lampaui Target Rp286 Triliun
Menteri UMKM Maman Abdurrahman(MI/Ihfa Firdausya)

Menteri Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menyampaikan kredit usaha rakyat (KUR) untuk sektor produksi sudah mencapai 60,7% dari target penyaluran Rp286 triliun. Kementerian UMKM sendiri diberikan target agar menyalurkan 60% KUR sektor produksi.

"Ini pertama kali sepanjang sejarah program KUR berdiri, baru sekarang kita terealisasi (untuk sektor produksi) di angka 60,7%. Dari tahun 2020 gak pernah sampai di 60%. Alhamdulillah di 2025 kita 60,7 persen. Insya Allah di Desember akhir kita akan naik lagi di 61%," kata Maman saat ditemui usai Rapat Koordinasi Komite Kebijakan KUR di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (17/11).

Dari rapat tersebut, Maman mengaku mendapatkan target pada 2026 sebesar Rp320 triliun KUR untuk didorong ke sektor UMKM. "Lalu yang dialokasikan ke sektor produksi 65%. Jadi dapat penugasan dari komite naik sekitar 5%," ujarnya.

Adapun KUR untuk UMKM tahun ini sudah tersalurkan sebesar Rp238 triliun atau sekitar 83% dari target Rp286 triliun. Sementara untuk target debitur baru sudah tercapai 96% yaitu 2,25 juta dari target 2,34 juta debitur. Adapun untuk debitur graduasi telah melebihi target sebanyak 112% atau sekitar 1,3 juta dari target 1,2 juta debitur.

Maman juga menyampaikan update bahwa pengajuan KUR saat ini tidak dibatasi. Bila selama ini KUR dibatasi pengajuan sampai 4 kali saja untuk sektor produksi dan 2 kali untuk perdagangan, katanya, sekarang sudah dibuka untuk bisa beberapa kali repetisinya.

"Bisa beberapa kali sampai UMKM-nya betul-betul kuat dan siap untuk lepas. Nggak ada batasan. Lalu yang tadinya, pengajuan pertama (bunga) 6%, kedua naik 7%, ketiga, 8%, dan keempat naik 9%. Sekarang semua sama 6%. Jadi mau yang pertama, kedua, ketiga, keempat, kelima, semua flat 6%," paparnya.

Hal itu akan diterapkan mulai awal Januari 2026. "Permenko-nya nanti akan disiapkan," katanya.

"Ini juga berdasarkan arahan dari Pak Presiden kepada Komite Pembiayaan melalui Pak Menko Perekonomian dan kami yang ada duduk di anggota Komite Pembiayaan UMKM, kita ingin memberikan afirmatif dan stimulus pergerakan ekonomi," pungkas Maman. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik