Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Menkeu Tegaskan APBN Tak Akan Dialokasikan untuk Proyek Family Office di Bali

Media Indonesia
14/10/2025 20:39
Menkeu Tegaskan APBN Tak Akan Dialokasikan untuk Proyek Family Office di Bali
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.(MI/Insi Nantika Jelita)

MENTERI Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk mendanai pembangunan family office. Family office direncanakan dibangun di Bali.

"Saya tidak akan mengalihkan anggaran ke arah sana," ujarnya saat diwawancarai usai menghadiri pertemuan dengan para investor di kantor Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta, pada Senin (13/10).

Purbaya menyatakan dirinya mengetahui adanya wacana pembangunan family office tersebut, yang diinisiasi oleh Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan. Namun, menurutnya, hal itu merupakan domain DEN, dan Kementerian Keuangan tidak terlibat dalam pengambilan keputusan maupun penyusunan konsep proyek tersebut.

"Saya belum memahami konsep detailnya, meskipun Pak Luhut sering membicarakannya. Karena belum pernah melihat langsung konsepnya, saya belum bisa memberikan tanggapan lebih jauh," jelasnya.

Fokus Anggaran Tetap pada Prioritas Nasional

Lebih lanjut, Purbaya menekankan bahwa fokusnya adalah memastikan pengelolaan APBN berjalan efisien dan tepat sasaran. Ia juga berkomitmen untuk meminimalkan kebocoran anggaran dalam implementasinya.

"Soal family office, kalau memang ingin dilaksanakan, ya saya doakan saja," tambahnya.

Rencana DEN: Bali Jadi Pusat Family Office

Sebelumnya, DEN menggagas pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang akan difokuskan pada sektor keuangan dan family office di Bali. Tujuannya adalah menarik arus investasi asing ke dalam negeri melalui pintu gerbang investasi di kawasan tersebut.

Luhut menjelaskan bahwa para investor luar negeri nantinya berpotensi menjadi mitra investasi (co-investor) bersama Badan Pengelola Investasi Danantara Indonesia dan Indonesia Investment Authority (INA). Ia mengklaim pendekatan ini telah terbukti berhasil di sejumlah pusat keuangan global seperti Dubai, Abu Dhabi, Hong Kong, dan Singapura.

Bali dinilai sebagai lokasi strategis karena citranya sebagai surga kerja (work heaven) bagi investor mancanegara, serta potensinya untuk dikembangkan menjadi bagian dari Indonesia Financial Centre (IFC).



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik