Headline
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH terus menggencarkan dan memperluas penyaluran beras program stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP). Badan Pangan Nasional (Bapanas) melalui penugasan kepada Perum Bulog mendorong penyaluran beras SPHP dapat menggapai berbagai kanal distribusi. Tujuannya agar masyarakat dapat lebih mudah mengakses.
Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi mengungkapkan, setelah pasar tradisional dan gerai BUMN, pihaknya menggandeng Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) untuk mendistribusikan beras sphp dengan total target 800 ribu ton. Kolaborasi ini berjalan mulai September sampai Desember 2025.
"Untuk beras SPHP, ini kita sudah minta tolong supaya bisa didistribusikan ke semua akses, termasuk pasar modern. Aprindo punya lebih dari 40 ribu sampai 60 ribu outlet. Jadi bisa menjangkau banyak tempat dan mempermudah akses masyarakat," kata Arief dalam keterangan yang dikutip, Senin (15/9).
"800 ribu ton beras SPHP ke ritel. 200 ribu ton selama 4 bulan ini. Kenapa begitu? Masyarakat bisa mengakses gerai-gerai ritel karena dekat dari pemukiman. Jadi kita siapkan untuk melengkapi distribusi sebelumnya yang sudah dan dilanjutkan ke pasar tradisonal, BUMN, instansi, pemerintah daerah, dan lainnya," tambah Arief.
Per 11 September, realisasi penjualan beras SPHP yang dipantau Bapanas telah mencapai 351,1 ribu ton atau 23,4% dari target salur selama setahun 1,5 juta ton. Dari realisasi penjualan itu, sebagian kecil saja yang telah disalurkan melalui ritel modern dengan jangkauan 442 unit.
Oleh karena itu, Arief mengaku terus berupaya menggempur semua jalur tata niaga, termasuk pasar ritel. Hal ini perlu dikerjakan untuk mempersiapkan kondisi di beberapa bulan ke depan sampai Januari 2026 yang kemungkinan tidak melebihi kebutuhan konsumsi bulanan.
"Sekarang lagi ngurusin beras, itu harus sampai ke masyarakat dengan harga yang benar. Kita fokus isi pasar. Beras Bulog ada 3,9 juta ton. Habis ini harus penuhi pasar karena produksi di bulan November, Desember, dan Januari itu tidak sebaik di Maret dan April lalu. Jadi beras Bulog itu pasti akan keluar untuk penuhi kebutuhan masyarakat luas. Saya pastikan keluar banyak sesuai keperluan," katanya.
"Makanya semuanya dibuka. Ada tujuh saluran. Pasar tradisional sudah disalurkan. Polda, Polres, KODIM TNI sudah. Gerakan Pangan Murah dan pemerintah daerah sudah. Seperti kemarin kita bareng KADIN (Kamar Dagang dan Industri) juga sudah. Jadi kita ajak semua supaya masyarakat terbantu," ucap Arief.
Lebih lanjut, Arief memastikan Bulog masih akan menjalankan penyerapan setara beras produksi dalam Negeri, meskipun realisasi telah mendekati target yang paripurna. Arief sebut Bulog wajib membeli gabah petani di daerah yang mengalami penurunan harga di bawah Rp 6.500 per kilogram (kg).
"Jika harga gabah petani di bawah Rp 6.500, maka Bulog harus menyerap. Jadi Bulog menyerap membantu harga di tingkat petani. Ini perintah Bapak Presiden, tapi jangan terjadi rebutan beli gabah hingga harganya tinggi. Itu tidak boleh karena pasti yang mampu beli hanya swasta yang modalnya besar," beber Arief.
"Makanya yang akan kita kerjakan ke depan adalah penggiling padi yang besar itu ke depannya harus memiliki izin khusus. Kalau tidak begitu, penggiling padi kecil akan kesulitan memperoleh gabah. Ini sesuai keinginan Bapak Presiden dengan ekonomi kerakyatannya," tambah Arief.
Terkait isu stok beras Bulog yang dapat mengalami disposal (pemusnahan), Arief memastikan metode perawatan yang Bulog terapkan selama ini sudah baik. Dengan begitu dapat meminimalisir kerusakan mutu beras. Ia pun mengatakan tidak ada usulan disposal yang ditandatanganinya sampai hari ini. (H-2)
Di Pasar Tiban Center, harga beras kemasan 5 kilogram masih dijual sekitar Rp85 ribu, kemasan 10 kilogram Rp155 ribu, dan kemasan 25 kilogram berkisar Rp350 ribu.
Gabah tersebut tetap dibeli sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Rp6.500 per kilogram meski kualitasnya menurun akibat terendam lumpur.
Penyaluran beras SPHP ke Pasar Gedhe Klaten, dilakukan dua kali pengiriman. Pertama, pada Senin (23/2) 2.700 ton, dan penyaluran kedua, Jumat (27/2), sejumlah 2.000 ton.
Program penyediaan beras dengan subsidi harga ini pun akan berlanjut mulai Maret mendatang. Anggaran yang disiapkan untuk program SPHP beras tahun 2026 sejumlah Rp4,97 triliun.
Kenaikan harga daging ayam ras berada di kisaran Rp5.000–Rp6.000 per kilogram seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat untuk menu berbuka puasa.
Harga bahan pokok yang mengalami penurunan mencolok terjadi pada komoditas cabai rawit merah, dari Rp110.000 menjadi Rp76.000 per kilogram.
Penyaluran beras SPHP ke Pasar Gedhe Klaten, dilakukan dua kali pengiriman. Pertama, pada Senin (23/2) 2.700 ton, dan penyaluran kedua, Jumat (27/2), sejumlah 2.000 ton.
Tradisi mudik yang memacu mobilitas masyarakat juga perlu disiapkan sejak dini.
Perum Bulog menargetkan penyaluran beras SPHP pada Tahun 2026 sebesar 1,5 juta ton guna menjaga keterjangkauan harga nasional bagi masyarakat luas.
Badan Pangan Nasional menyatakan masyarakat dapat membeli beras Bulog SPHP maksimal lima pak atau 25 kilogram per orang mulai Februari 2026.
KEPUTUSAN pemerintah memperpanjang waktu penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) tahun 2025 hingga 31 Januari 2026 dinilai sebagai langkah strategis.
PEMERINTAH menargetkan kebijakan satu harga beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) secara nasional mulai 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved