Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH terus menggencarkan dan memperluas penyaluran beras program stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP). Badan Pangan Nasional (Bapanas) melalui penugasan kepada Perum Bulog mendorong penyaluran beras SPHP dapat menggapai berbagai kanal distribusi. Tujuannya agar masyarakat dapat lebih mudah mengakses.
Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi mengungkapkan, setelah pasar tradisional dan gerai BUMN, pihaknya menggandeng Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) untuk mendistribusikan beras sphp dengan total target 800 ribu ton. Kolaborasi ini berjalan mulai September sampai Desember 2025.
"Untuk beras SPHP, ini kita sudah minta tolong supaya bisa didistribusikan ke semua akses, termasuk pasar modern. Aprindo punya lebih dari 40 ribu sampai 60 ribu outlet. Jadi bisa menjangkau banyak tempat dan mempermudah akses masyarakat," kata Arief dalam keterangan yang dikutip, Senin (15/9).
"800 ribu ton beras SPHP ke ritel. 200 ribu ton selama 4 bulan ini. Kenapa begitu? Masyarakat bisa mengakses gerai-gerai ritel karena dekat dari pemukiman. Jadi kita siapkan untuk melengkapi distribusi sebelumnya yang sudah dan dilanjutkan ke pasar tradisonal, BUMN, instansi, pemerintah daerah, dan lainnya," tambah Arief.
Per 11 September, realisasi penjualan beras SPHP yang dipantau Bapanas telah mencapai 351,1 ribu ton atau 23,4% dari target salur selama setahun 1,5 juta ton. Dari realisasi penjualan itu, sebagian kecil saja yang telah disalurkan melalui ritel modern dengan jangkauan 442 unit.
Oleh karena itu, Arief mengaku terus berupaya menggempur semua jalur tata niaga, termasuk pasar ritel. Hal ini perlu dikerjakan untuk mempersiapkan kondisi di beberapa bulan ke depan sampai Januari 2026 yang kemungkinan tidak melebihi kebutuhan konsumsi bulanan.
"Sekarang lagi ngurusin beras, itu harus sampai ke masyarakat dengan harga yang benar. Kita fokus isi pasar. Beras Bulog ada 3,9 juta ton. Habis ini harus penuhi pasar karena produksi di bulan November, Desember, dan Januari itu tidak sebaik di Maret dan April lalu. Jadi beras Bulog itu pasti akan keluar untuk penuhi kebutuhan masyarakat luas. Saya pastikan keluar banyak sesuai keperluan," katanya.
"Makanya semuanya dibuka. Ada tujuh saluran. Pasar tradisional sudah disalurkan. Polda, Polres, KODIM TNI sudah. Gerakan Pangan Murah dan pemerintah daerah sudah. Seperti kemarin kita bareng KADIN (Kamar Dagang dan Industri) juga sudah. Jadi kita ajak semua supaya masyarakat terbantu," ucap Arief.
Lebih lanjut, Arief memastikan Bulog masih akan menjalankan penyerapan setara beras produksi dalam Negeri, meskipun realisasi telah mendekati target yang paripurna. Arief sebut Bulog wajib membeli gabah petani di daerah yang mengalami penurunan harga di bawah Rp 6.500 per kilogram (kg).
"Jika harga gabah petani di bawah Rp 6.500, maka Bulog harus menyerap. Jadi Bulog menyerap membantu harga di tingkat petani. Ini perintah Bapak Presiden, tapi jangan terjadi rebutan beli gabah hingga harganya tinggi. Itu tidak boleh karena pasti yang mampu beli hanya swasta yang modalnya besar," beber Arief.
"Makanya yang akan kita kerjakan ke depan adalah penggiling padi yang besar itu ke depannya harus memiliki izin khusus. Kalau tidak begitu, penggiling padi kecil akan kesulitan memperoleh gabah. Ini sesuai keinginan Bapak Presiden dengan ekonomi kerakyatannya," tambah Arief.
Terkait isu stok beras Bulog yang dapat mengalami disposal (pemusnahan), Arief memastikan metode perawatan yang Bulog terapkan selama ini sudah baik. Dengan begitu dapat meminimalisir kerusakan mutu beras. Ia pun mengatakan tidak ada usulan disposal yang ditandatanganinya sampai hari ini. (H-2)
Harga daging sapi terpantau Rp140.000 per kilogram, daging kambing Rp160.000, ayam ras Rp42.000, ayam kampung Rp65.000. Serta minyak goreng berada di kisaran Rp15.700 per liter.
Harga cabai domba mencapai Rp80.000 per kilogram, naik dari sebelumnya Rp60.000. Begitu juga cabai tanjung dari Rp30.000 menjadi Rp 45.000.
Harga daging sapi impor beku tercatat naik hingga Rp115.000 per kilogram. Selain itu, harga cabai rawit merah mencapai Rp80.000 per kilogram.
Kenaikan harga cabai rawit yang menembus harga eceran tertinggi menjadi penyumbang terbesar kenaikan indeks harga pangan daerah.
Harga cabai rawit dipatok Rp80 ribu, dari harga sepekan sebelumnya yang masih dalam kisaran Rp50 ribu.
KENAIKAN harga beras di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), Kalimantan Timur, yang menembus hampir Rp1 juta per karung memicu respons cepat pemerintah.
Perum Bulog menargetkan penyaluran beras SPHP pada Tahun 2026 sebesar 1,5 juta ton guna menjaga keterjangkauan harga nasional bagi masyarakat luas.
Badan Pangan Nasional menyatakan masyarakat dapat membeli beras Bulog SPHP maksimal lima pak atau 25 kilogram per orang mulai Februari 2026.
KEPUTUSAN pemerintah memperpanjang waktu penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) tahun 2025 hingga 31 Januari 2026 dinilai sebagai langkah strategis.
PEMERINTAH menargetkan kebijakan satu harga beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) secara nasional mulai 2026.
PEMERINTAH memperpanjang penyaluran program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) beras tahun 2025 hingga 31 Januari 2026.
Seorang penjual beras di Pasar Mambo, Kabupaten Indramayu, Jana, mengungkapkan saat ini harga beras naik tipis, yaitu Rp200 per kilogram.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved