Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
PENYALURAN beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, belum mampu mengendalikan kenaikan harga beras lokal di pasar tradisional. Pantauan Media Indonesia di Pasar Ghede Klaten, harga beras di pedagang kini masih bertahan tinggi. Beras C-4 Rp14.500-Rp15.000 dan Mentik Wangi Rp16.500-Rp17.000 per kilogram.
Sementara, pemerintah melalui Badan Urusan Logistik (Bulog) Cabang Surakarta terus menyalurkan beras SPHP di Klaten, sebagai upaya menjaga stabilitas pasokan dan harga beras di pasar.
Informasi dari Wakil Kepala Bulog Cabang Surakarta, Dicki Yusfarino, penyaluran beras SPHP di Kabupaten Klaten sejak 1 Januari hingga 31 Agustus 2025 telah mencapai 906.885 kilogram. Meski terus digelontor beras SPHP, termasuk penjualan langsung ke masyarakat konsumen oleh Tim Gudang Bulog Meger, harga beras di pasar tradisional belum juga turun hingga pekan ini.
Kepala Gudang Bulog Meger, Syamsoel Bahri, membenarkan untuk menekan kenaikan harga beras pihaknya telah melakukan penjualan beras SPHP ke konsumen di wilayah secara bergiliran. Terkait, pedagang Pasar Gedhe Klaten mengeluh penjualan beras lesu sejak beras SPHP disalurkan secara besar-besaran langsung ke konsumen dengan harga Rp56.000-Rp57.000 per 5 kilogram.
“Penjualan beras di pasar sekarang lesu. Memang, harga beras lokal mahal. Saya jual beras C-4 Rp15.000 dan Mentik Wangi Rp17.000 per kilogram,” kata Sunarti, pedagang Pasar Gedhe Klaten, Senin (8/9).
Di sisi lain, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Klaten, Iwan Kurniawan, saat ditemui mengatakan produksi padi Kabupaten Klaten pada Agustus 2025 mencapai 21.619 ton.
“Perlu diketahui, bahwa kebutuhan beras di Klaten 7.306 ton, sedangkan ketersediaan 12.845 ton. Sehingga, Klaten pada bulan lalu mengalami surplus beras sebesar 5.538 ton,” ungkapnya. (H-3)
Baru-baru ini, Bulog juga menjalin berkolaborasi dengan PT Pegadaian, sebagai salah satu saluran resmi penjualan beras SPHP
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menuampaikan bahwa hingga hari ini penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) telah mencapai lebih dari 560 ribu ton.
PERUM Bulog kembali mendapatkan mandat dari Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) untuk menyalurkan 52.400 ton jagung pakan melalui program SPHP.
Untuk menjaga stabilitas harga beras sekaligus memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat, TNI, Polri menggelar pasar murah rakyat.
PENGAMAT pertanian dari Center of Reform on Economics (CORE) Eliza Mardian menyoroti stok beras di Bulog yang turun kualitasnya. Lama-lama ia semakin tidak layak dikonsumsi.
Harga daging sapi terpantau Rp140.000 per kilogram, daging kambing Rp160.000, ayam ras Rp42.000, ayam kampung Rp65.000. Serta minyak goreng berada di kisaran Rp15.700 per liter.
Harga cabai domba mencapai Rp80.000 per kilogram, naik dari sebelumnya Rp60.000. Begitu juga cabai tanjung dari Rp30.000 menjadi Rp 45.000.
Harga daging sapi impor beku tercatat naik hingga Rp115.000 per kilogram. Selain itu, harga cabai rawit merah mencapai Rp80.000 per kilogram.
Kenaikan harga cabai rawit yang menembus harga eceran tertinggi menjadi penyumbang terbesar kenaikan indeks harga pangan daerah.
Harga cabai rawit dipatok Rp80 ribu, dari harga sepekan sebelumnya yang masih dalam kisaran Rp50 ribu.
KENAIKAN harga beras di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), Kalimantan Timur, yang menembus hampir Rp1 juta per karung memicu respons cepat pemerintah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved