Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGAMAT Pertanian, Syaiful Bahari menyampaikan bahwa pemberlakuan distribusi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) melalui aplikasi mungkin dimaksudkan menekan jatuhnya beras SPHP ke pihak-pihak tertentu digunakan untuk beras oplosan.
"Namun, persoalannya ada penduduk miskin penerima bansos tidak semuanya melek teknologi digital. Ini yang merepotkan," kata Syaiful saat dihubungi, Selasa (2/9).
Selain itu, sambung Syaiful, data penduduk miskin juga terus berubah-ubah dan tidak sinkron antara satu kementerian dengan kementerian lainnya.
"Ini juga yang menyulitkan distribusi SPHP tidak pernah tepat sasaran," bebernya.
Di sisi lain, Syaiful menyebut bahwa pembatalan penaikan Harga Eceran Tertinggi (HET) beras SPHP menjadi persoalan sendiri. Jika HET dinaikkan, lanjut Syaiful, hal itu akan mengerek harga beras medium dan premium karena harga beras SPHP adalah barometer harga beras di pasar rakyat.
"Tetapi jika tidak dinaikkan, sudah pasti kualitas beras SPHP akan buruk, karena antara harga gabah yang kini sudah sekitar Rp7.000 ke atas, akan menaikkan biaya produksi yang akhirnya kualitas beras dikorbankan. Itu sebabnya di beberapa tempat diberitakan beras SPHP banyak kualitasnya yang jelek," pungkasnya. (H-3)
Baru-baru ini, Bulog juga menjalin berkolaborasi dengan PT Pegadaian, sebagai salah satu saluran resmi penjualan beras SPHP
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menuampaikan bahwa hingga hari ini penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) telah mencapai lebih dari 560 ribu ton.
PERUM Bulog kembali mendapatkan mandat dari Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) untuk menyalurkan 52.400 ton jagung pakan melalui program SPHP.
Untuk menjaga stabilitas harga beras sekaligus memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat, TNI, Polri menggelar pasar murah rakyat.
PENYALURAN beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, belum mampu mengendalikan kenaikan harga beras lokal di pasar tradisional.
PENGAMAT pertanian dari Center of Reform on Economics (CORE) Eliza Mardian menyoroti stok beras di Bulog yang turun kualitasnya. Lama-lama ia semakin tidak layak dikonsumsi.
Selain daging ayam, harga cabai merah dan daging sapi di Kota Medan juga tercatat mengalami kenaikan pada awal Februari.
Kebutuhan bahan pokok merangkak mulai naik cabai merah dijual Rp88 ribu perkg, cabai rawit Rp72 ribu, cabai keriting Rp66 ribu, cabai japlak Rp87 ribu
JELANG Ramadan harga cabai merah, telur, beras, daging ayam, sayuran di sejumlah pasar tradisional merangkak naik hingga banyak para pembeli mengeluh.
Di Purwokerto, penurunan harga terjadi pada daging ayam ras, cabai merah, cabai rawit, bawang merah, dan telur ayam ras.
Selain stok beras CBP sebanyak 22.000 ton, Bulog Sulteng juga memiliki stok gula sekitar 236 ton serta minyak goreng sebanyak 537.000 liter.
Kenaikan harga di pasar tradisional terjadi pada telur, daging ayam, bawang merah, bawang putih, daging sapi, beras premium dan sayuran
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved