Headline
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
MELEMAHNYA IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) pada penutupan pasca pergantian Menteri Keuangan bursa hari Senin lalu menunjukkan dinamika kebijakan di tingkat pemerintah dapat langsung memengaruhi pergerakan pasar modal. Tekanan terutama datang dari saham-saham perbankan yang memiliki bobot besar dalam IHSG, sehingga setiap gejolak di sektor ini segera memberi dampak signifikan.
Ekonom Universitas Gadjah Mada Rijadh Djatu Winardi, Ph.D., mengemukakan, gejolak pergerakan pasar modal yang saat ini terjadi lebih banyak dipicu oleh sentimen jangka pendek, bukan perubahan fundamental. “Penurunan IHSG lebih dari 1 persen itu masih wajar, mengingat Bu Sri Mulyani dikenal sangat dekat dengan pasar dan punya reputasi yang kuat dalam menjaga disiplin fiskal. Jadi ketika diumumkan pergantian, wajar kalau ada shock kecil,” ujar Rijadh, Jumat (12/9).
Menurut dia sektor perbankan disebut menjadi yang paling terpukul akibat pelemahan pasa saham ini, dikarenakan banyak bank menjadi kapitalisasi pasar terbesar di IHSG, sehingga setiap gejolak di sektor ini langsung memberi efek dominan ke indeks.
Kondisi ini memperlihatkan eratnya kaitan antara stabilitas kebijakan fiskal dengan kinerja sektor perbankan. Investor cenderung menilai bank sebagai barometer utama perekonomian sehingga setiap ketidakpastian langsung tercermin pada pergerakan saham bank. Hal ini juga menunjukkan bahwa perbankan kerap menjadi leading indicator terhadap kondisi makroekonomi nasional.
“Pasar menilai stabilitas kebijakan fiskal dan moneter sangat erat kaitannya dengan perbankan. Ketika muncul ketidakpastian mengenai arah kebijakan pasca pergantian Menkeu, saham-saham bank otomatis terekspos karena dianggap sensitif terhadap risiko makroekonomi,” jelasnya.
Dikatakan, penurunan yang terjadi lebih mencerminkan shock jangka pendek ketimbang ancaman jangka menengah. Ia menilai pasar masih dalam tahap mencerna situasi dan belum menunjukkan tanda pelemahan mendalam terkait fundamental ekonomi. Fenomena ini sejalan dengan pola umum bahwa pasar biasanya bereaksi lebih besar pada isu politik sebelum kemudian menyesuaikan diri.
Investor domestik bahkan cenderung memanfaatkan momen pelemahan untuk melakukan akumulasi pada saham-saham unggulan. Dinamika ini menggambarkan pentingnya membedakan antara reaksi sesaat dengan kondisi fundamental yang lebih stabil. “Asal pasar melihat bahwa keputusan pergantian ini tetap favorable buat market, saya kira dampaknya tidak akan berkepanjangan,” katanya.
Lebih lanjut ia mengemukakan, pergerakan pasar yang kembali menguat hingga hari ini menunjukkan bahwa optimisme investor masih terjaga. Aksi beli pada saham perbankan menandakan kepercayaan bahwa sektor ini memiliki fundamental yang kokoh.
Koreksi yang sempat terjadi justru menjadi momentum bagi sebagian investor untuk masuk, sehingga arah pasar kembali positif. Dengan begitu, respon pasar dapat dibaca sebagai proses penyesuaian yang alami dalam menghadapi perubahan kebijakan. “Saham dengan profil seperti ini umumnya lebih tahan terhadap gejolak jangka pendek dan tetap menarik bagi investor jangka menengah,” ungkap Rijadh.
Di sisi lain, kesinambungan kebijakan fiskal menjadi kunci untuk menjaga stabilitas pasar. Menurut Rijadh, hal pertama yang perlu dilakukan Menteri Keuangan baru adalah memberi kepastian mengenai arah kebijakan dan menyampaikan komunikasi yang menenangkan publik maupun pelaku pasar.
Hal ini mencakup kejelasan strategi jangka pendek maupun arah kebijakan fiskal jangka panjang yang konsisten. Transparansi terhadap program pemerintah akan menjadi sinyal penting bagi investor bahwa risiko dapat dikelola dengan baik. Komunikasi yang terukur dan terarah akan membantu menenangkan gejolak sentimen di pasar.
“Komunikasi kebijakan memegang peranan yang sangat besar dalam menjaga sentimen positif. Pernyataan yang tidak terukur dapat keliru diterjemahkan pasar sebagai sinyal negatif,” pesannya.
Ia menambahkan, menjaga daya tarik pasar modal Indonesia di tengah ketidakpastian global maupun domestik membutuhkan konsistensi fiskal, kepastian regulasi, dan kejelasan komunikasi kebijakan. Menteri Keuangan baru juga perlu memastikan bahwa kebijakan yang diambil tetap mendukung iklim investasi yang kondusif.
Selain itu, penting untuk membangun kredibilitas sejak awal agar pasar merasa yakin dengan arah kepemimpinan baru. Langkah-langkah tersebut menurutnya akan membantu mempertahankan arus modal dan mengurangi risiko volatilitas berlebihan. “Menkeu baru sudah sepatutnya menjaga stabilitas fiskal, kepastian regulasi, serta komunikasi kebijakan yang menenangkan agar kepercayaan investor tetap terjaga,” ujarnya. (H-2)
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, ekonomi Indonesia diyakini masih memilki ketahanan meski terjadi eskalasi konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa aturan baru terkait penempatan devisa hasil ekspor sumber daya alam (DHE SDA) di Himbara telah rampung.
MENTERI Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan tunjangan hari raya (THR) bagi aparatur sipil negara (ASN), TNI, dan Polri pada 2026 akan segera dicairkan dalam waktu dekat.
Sufmi Dasco Ahmad mendesak percepatan izin Bea Cukai untuk bantuan diaspora Aceh di Malaysia yang tertahan di Port Klang agar segera disalurkan ke korban bencana Sumatra.
Pemerintah tambah TKD Rp10,6 triliun untuk pemulihan banjir dan longsor di Aceh, Sumut, dan Sumbar. Dana cair bertahap mulai Februari hingga April 2026.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah tidak akan mengubah batas defisit anggaran sebesar 3 persen, meskipun menargetkan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.
OJK menggeledah kantor Mirae Asset Sekuritas Indonesia terkait dugaan manipulasi IPO saham BEBS, transaksi semu, dan insider trading yang terjadi pada 2020-2022.
Pada Februari 2026 pasar saham domestik mengalami koreksi. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir Februari 2026 ditutup di level 8.235,49 pada 27 Februari 2026.
Geopolitik Iran-Israel-AS memanas, mempengaruhi pasar. Simak rekomendasi saham berbasis komoditas dan sektor energi di tengah ketegangan global ini.
Analis ingatkan risiko IHSG tertekan konflik Timur Tengah. Cek prediksi level support, dampak harga minyak, dan strategi investasi sektor komoditas terbaru.
Tren investasi pada 2026 diproyeksikan semakin mengarah pada penguatan portofolio yang mampu bertahan di tengah gejolak pasar.
Direktur Utama PT Mandiri Sekuritas Oki Ramadhana menyatakan optimismenya terkait proposal yang diajukan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kepada penyedia indeks global MSCI.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved