Headline
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan dirinya tidak memiliki rencana untuk membentuk Badan Penerimaan Negara (BPN). Dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin, Purbaya menjelaskan bahwa hingga kini ia belum menerima arahan resmi dari Presiden Prabowo Subianto terkait pembentukan lembaga tersebut. Menurutnya, sinyal yang diberikan Presiden lebih dimaknai sebagai pelimpahan keputusan kepada dirinya sebagai menteri.
Meski begitu, Purbaya menilai penguatan instrumen penerimaan negara yang sudah ada jauh lebih efektif ketimbang membentuk lembaga baru. “Kalau badan penerimaan langsung di bawah Presiden, setahu saya di dunia tidak ada. Kalau kita buat sendiri, malah jadi aneh,” ujarnya.
Ia menambahkan, fokus utamanya adalah meninjau serta mengoptimalkan “mesin-mesin” penerimaan yang ada di Kementerian Keuangan agar mampu mendorong akselerasi ekonomi.
Terkait perpajakan, Purbaya menyebut dirinya mendapat arahan dari Presiden untuk memperdalam persoalan ini bersama Direktur Jenderal Pajak, Bimo Wijayanto. Salah satu targetnya adalah meningkatkan rasio pajak (tax ratio) Indonesia yang dalam beberapa tahun terakhir stagnan dan tidak menunjukkan kenaikan berarti.
“Tax ratio itu kan konstan, tax per PDB. Kalau sulit berubah dalam waktu dekat, maka cara meningkatkan penerimaan pajak adalah dengan mempercepat pertumbuhan ekonomi,” jelasnya.
Walaupun belum merinci langkah konkret yang akan diambil, Purbaya menegaskan dirinya memiliki kapasitas untuk menjalankan tugas tersebut. “Saya ahli fiskal. Jadi saya tahu persis bagaimana menerapkan fiskal yang prudent,” katanya.
Sebagai informasi, Presiden Prabowo pada Senin melakukan reshuffle kabinet. Salah satunya adalah Purbaya Yudhi Sadewa yang menggantikan Sri Mulyani Indrawati sebagai Menteri Keuangan, berdasarkan Keppres Nomor 86P Tahun 2025 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri dan Wakil Menteri Kabinet Merah Putih 2024-2029.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, ekonomi Indonesia diyakini masih memilki ketahanan meski terjadi eskalasi konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel
Aturan gratifikasi TikTok, Purbaya Yudhi Sadewa, Live TikTok Menteri, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo, Laporan Gratifikasi KPK.
KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) menyarankan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang mendapatkan gift usai live TikTok bersama anaknya.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa aturan baru terkait penempatan devisa hasil ekspor sumber daya alam (DHE SDA) di Himbara telah rampung.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan sejalan dengan usulan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad yang meminta agar rencana impor 105 ribu unit mobil pikap dan truk dari India ditunda
Kemenkeu ungkap 44 alumni LPDP belum kembali ke RI. Menkeu Purbaya tegaskan sanksi berat berupa pengembalian dana plus bunga hingga blacklist permanen.
Komisi Pencari Fakta mengungkap adanya massa suruhan terorganisir di balik penjarahan rumah anggota DPR dan Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam kerusuhan Agustus 2025.
Sri Mulyani dikenal luas sebagai salah satu Menteri Keuangan terbaik Indonesia dengan masa jabatan terlama, sekaligus sosok perempuan pertama yang menduduki posisi tersebut.
Posisi Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan berakhir pada 8 September 2025 setelah reshuffle Presiden Prabowo. Kepergiannya diwarnai kontroversi. Simak rangkuman isu yang mengemuka.
Blavatnik School of Government (BSG) Oxford menjadi sorotan. Kenali misi BSG, program prestisius Distinguished Public Service Fellow, serta deretan tokoh global yang pernah mengajar.
Sri Mulyani Indrawati resmi bergabung sebagai pengajar dalam program World Leaders Fellowship 2026 di Blavatnik School of Government, University of Oxford. Ini Profilnya.
Purbaya sudah membuka penyelewengan. Kini, menjadi tugas penegak hukum menindaklanjuti. Maukah mereka?
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved