Headline
Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 2025–2034, pemerintah kembali merencanakan pembangunan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) berbahan bakar batu bara pada periode 2029 hingga 2033. Sementara itu, tidak ada penambahan proyek PLTU yang dijadwalkan pada rentang tahun 2026 hingga 2028. Secara keseluruhan, hingga tahun 2033, total kapasitas tambahan PLTU yang direncanakan mencapai 6,3 gigawatt (GW).
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan penyusunan RUPTL mempertimbangkan proyeksi pertumbuhan ekonomi dan ekspansi industri hilirisasi nasional. Hilirisasi yang semakin masif membutuhkan pasokan listrik yang stabil dan terjangkau.
"Saat ini, sebagian besar kebutuhan listrik sektor hilirisasi masih bergantung pada PLTU," ujarnya dalam konferensi pers RUPTL PLN 2025-2034 di Kantor Kementerian ESDM, Senin (26/5).
Menteri ESDM juga menekankan saat ini terdapat pergeseran dalam konsensus global terkait netralitas karbon (net zero emission/NZE). Negara pendonor yang sebelumnya menjadi penggagas utama Kesepakatan Paris, seperti Amerika Serikat, justru telah menarik diri dari komitmen tersebut.
Ironisnya juga, sebagian negara yang masih menyatakan pentingnya transisi ke energi baru dan terbarukan (EBT) justru tetap meminta kontrak pasokan batu bara dari Indonesia.
"Lalu, kenapa mereka memaksa kita untuk tidak harus pakai batu bara?" katanya.
Terkait wacana percepatan pensiun PLTU, Menteri ESDM menyatakan langkah tersebut memerlukan dukungan pendanaan yang jelas dan konkret. Dia menyoroti bantuan internasional seperti yang dijanjikan Bank Dunia masih belum terlihat, sementara teknologi energi bersih justru dibarengi dengan biaya dan bunga yang tinggi.
Pemerintah pun, lanjutnya, tidak ingin membebani masyarakat atau terus-menerus memberikan subsidi tanpa dukungan donor yang adil.
"Bank Dunia yang katanya mau kasih ke Indonesia, kasih dong. Jangan minta pensiun PLTU, tapi bunganya mahal, teknologi mahal. Yang jadi beban siapa? masa mengorbankan masyarakat kita," pungkasnya.
Dihubungi terpisah, pengamat ekonomi energi dari Universitas Padjadjaran Yayan Satyakti menilai kehadiran proyek PLTU sebagai hal yang realistis dan tak terhindarkan. Menurutnya, PLTU saat ini masih menjadi opsi paling viable atau layak untuk memenuhi kebutuhan listrik dengan harga kompetitif.
"PLTU Batu bara itu menyediakan permintaan listrik dengan harga yang kompetitif. Kita masih belum memiliki EBT yang benar-benar kompetitif untuk menggantikan PLTU,” ujarnya.
Yayan juga menegaskan idealnya EBT dapat berfungsi secara optimal dalam jaringan baseload, meskipun pada kenyataannya masih bersifat intermiten. Namun, saat ini Indonesia masih mengandalkan sumber energi yang tersedia, dan faktanya hanya memiliki batu bara untuk mencapai keterjangkauan energi (energy affordability).
Bahkan, kata Yayan, negara-negara maju seperti Uni Eropa juga mengalami tantangan dalam transisi energi, meskipun mereka kurang menekankan pada energi nuklir.
"Uni Eropa juga sekarang carut marut soal transisi energi, meskipun mereka tidak terlalu mengandalkan energi nuklir," pungkasnya.
Pengamat energi dari Universitas Indonesia Iwa Garniwa menyampaikan penghapusan batu bara dari sistem ketenagalistrikan nasional bukanlah perkara mudah. Hal ini disebabkan oleh laju pertumbuhan kebutuhan listrik yang tinggi, sementara kapasitas pengembangan energi terbarukan belum mampu mengimbangi.
Dia menilai pemerintah bersikap realistis dengan menyesuaikan langkah transisi energi sesuai dengan kemampuan dan kondisi aktual di lapangan.
"Pemerintah lebih realistis dan menyesuaikan dengan kemampuannya," ucapnya. (H-3)
MENTERI Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pemerintah akan menetapkan besaran bea keluar batu bara serta target produksi dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026.
PLN EPI memperkuat koordinasi pengadaan batubara untuk pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) guna menjaga keandalan pasokan listrik nasional.
Presiden Prabowo Subianto meminta para pengusaha batu bara dan kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO) menahan ekspor komoditas tersebut hingga kebutuhan dalam negeri.
Menteri LH Hanif Faisol bekukan 80 izin lingkungan tambang batu bara & nikel. Evaluasi menyasar 1.358 unit di 14 provinsi kritis. Simak selengkapnya!
PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA) menandatangani kontrak jangka panjang dengan PT Adaro Indonesia untuk melanjutkan operasional di Tambang Tutupan Selatan
Diproyeksikan pada 2060, kebutuhan permintaan listrik sektor industri akan meningkat sebesar 43% dari total kebutuhan nasional sekitar 1.813 TWh.
Pakar menilai pemerintah berhasil menepis kekhawatiran publik terkait isu kelangkaan energi dan BBM di tengah tensi geopolitik yang memanas.
DIPLOMASI energi yang dilakukan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di Tokyo, Jepang, dinilai menjadi sinyal kuat pergeseran posisi Indonesia dalam peta kekuatan global.
Pemerintah kaji opsi WFH untuk tekan konsumsi BBM akibat tensi global. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia pastikan stok energi aman hingga Lebaran 2026.
EKONOM Universitas Negeri Surabaya (UNESA) Hendry Cahyono mengapresiasi diplomasi energi Menteri ESDM Bahlil Lahadalia terkait kerja sama energi RI dengan Jepang.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menuturkan pemerintah Indonesia membuka opsi impor minyak mentah (crude) dari Rusia.
Pemerintah pastikan pasokan listrik Sulawesi aman jelang Lebaran 2026. Tersedia cadangan daya 567 MW dan 69 SPKLU untuk kenyamanan mudik Lebaran 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved