Headline

Pemudik diminta manfaatkan kebijakan WFA.

Pakar: Kekhawatiran Publik soal Kelangkaan BBM selama Periode Lebaran Berhasil Diredam

Rahmatul Fajri
25/3/2026 20:09
Pakar: Kekhawatiran Publik soal Kelangkaan BBM selama Periode Lebaran Berhasil Diredam
Ilustrasi distribusi BBM ke SPBU.(Dok. Antara)

PENELITI dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Ary Bachtiar Krishna Putra mengapresiasi keberhasilan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dalam menjaga stabilitas pasokan bahan bakar minyak (BBM) selama periode Lebaran 2026. Langkah ini dinilai berhasil menepis kekhawatiran publik terkait isu krisis energi di tengah tensi geopolitik yang memanas.

Sebelumnya, muncul estimasi bahwa cadangan BBM nasional hanya mampu bertahan selama 20 hari dan diprediksi habis bertepatan dengan momentum mudik. Namun, hingga Rabu (25/3/2026), ketersediaan energi di lapangan terpantau aman dan terkendali.

"Pemerintah sudah memiliki jam terbang tinggi untuk menjamin keterisian dan harga BBM. Pengalaman mengelola kebutuhan energi saat event tahunan seperti mudik membuat lonjakan permintaan lebih mudah diantisipasi," ujar Ary melalui keterangannya, Rabu (25/3/2026).

Peneliti dari Lab Rekayasa Termal dan Sistem Energi (RTSE) ITS ini menjelaskan bahwa pola konsumsi BBM saat Lebaran cenderung terukur karena berlangsung dalam waktu terbatas, yakni sekitar satu pekan. Selain kesiapan pemerintah, kesadaran masyarakat dalam mengendalikan konsumsi juga menjadi faktor kunci.

"Saya lihat di beberapa daerah kondisi sudah tidak terlalu antre BBM. Masyarakat mulai bijak dan tidak menghambur-hamburkan, manfaatnya sangat terasa pada stabilitas pasokan," tambahnya.

Di sisi lain, Ary menyoroti peran program biodiesel seperti B50 yang secara signifikan membantu mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor solar, meskipun tantangan ketergantungan impor pada sektor bensin masih menjadi catatan.

Meski sukses melewati masa krusial Lebaran 2026, Ary mengingatkan bahwa secara fundamental ketahanan energi Indonesia masih menghadapi tantangan kapasitas penyimpanan. Saat ini, cadangan nasional berada di kisaran 20 hingga 28 hari, masih jauh di bawah negara tetangga seperti Singapura atau Jepang yang mampu menyimpan cadangan hingga hitungan bulan.

Ia pun mendukung penuh rencana strategis pemerintah untuk meningkatkan kapasitas penyimpanan BBM hingga 90 hari guna memperkuat pertahanan ekonomi nasional terhadap fluktuasi harga global.

"Kalau bisa tembus 90 hari, itu sudah luar biasa. Artinya, jika harga pasar dunia naik turun, kita masih punya waktu dan cadangan dari pengadaan sebelumnya untuk menjaga harga domestik tetap stabil," tegas Ary. (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya