Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Aviliani merespon positif peluncuran Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara). Menurutnya Danantara memiliki kemampuan lebih besar untuk mengelola dividen, melakukan restrukturisasi, dan memastikan pengelolaan investasi yang tepat dengan tata kelola yang lebih efisien dengan fokus pada pencapaian tujuan ekonomi jangka panjang. Pengelolaan aset yang terkoordinasi akan memengaruhi stabilitas permodalan, ekspansi investasi, dan penguatan sinergi Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Terlebih, jelas Aviliani, kinerja BUMN sudah baik. Bahkan ada BUMN yang masuk dalam world class companies seerti Bank Mandiri, BNI, dan BRI. Oleh karena itu, dengan upaya klusterisasi, merger, dan holding, seharusnya itu bisa semakin meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada BUMN.
“Dengan modal yang kuat serta resiliensi BUMN Perbankan dalam menghadapi krisis bahkan siap dalam berbagai penugasan negara maka seharusnya optimisme itu harus terbangun,” tegas Aviliani di Jakarta, Rabu (26/2).
Bank Mandiri misalnya hingga bulan pertama 2025 mencatat pertumbuhan yang impresif. Total kredit Bank Mandiri secara bank only tumbuh sebesar 19,29% secara tahunan atau year on year (YoY) menjadi Rp1.307,18 triliun. Ekspansi kredit ini mendorong peningkatan total aset sebesar 15,49% YoY menjadi Rp1.923,40 triliun.
Dari sisi pendanaan, Bank Mandiri mencatatkan Dana Pihak Ketiga (DPK) naik sebesar 15,13% YoY menjadi Rp1.394,40 triliun. Kenaikan ini terutama didorong oleh pertumbuhan dana murah atau current account saving account (CASA) sebesar 14,54% atau bertambah Rp140,31 triliun secara tahunan. Pertumbuhan giro dan tabungan tersebut berhasil mempertahankan rasio dana murah (CASA Ratio) Bank Mandiri pada level 79,28% per Januari 2025. Kondisi tersebut menunjukkan, likuiditas Bank Mandiri tetap terjaga dengan baik, didukung oleh pertumbuhan DPK yang solid, terutama dari peningkatan dana murah.
Lebih lanjut Aviliani memberikan sejumlah contoh negara lain yang telah sukses dalam mengelola aset negara secara lebih optimal sehingga memberikan dampak positif bagi perekonomian. Sebagai misal dari sisi total aset periode 2019-2022 kinerja Khazanah Malaysia tumbuh 29%, Temasek tumbuh 10% dan Berkshire Hathaway tumbuh 5%.
Secara khusus adalah keberhasilan Temasek, dalam 5 dekade terakhir asetnya naik 10 kali lipat dengan pengembalian tahunan 10-15%. Key Points keberhasilan dari Temasek tersebut adalah visi investasi jangka panjang, keberanian pengambilan keputusan yang cepat dan fokus pada mitigasi risiko serta tata kelola yang terbuka, transparan, dan kuat.
Hal yang sama disampaikan oleh Ekonom Universitas Gadjah Mada (UGM), Eddy Junarsin. Kepada media Eddy menekankan penting adanya transparansi, penerapan tata kelola perusahaan dan manajemen risiko yang memadai dalam pengelolaan Danantara. Selain itu, badan ini mesti dijauhkan dari kepentingan politik. Karena itu, semua pihak dari pemerintah hingga legislatif dan yudikatif harus menjaga Danantara, yang diharapkan menjadi masa depan perekonomian nasional dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Sebelumnya, pada saat peluncuran Danantara, Senin 24 Februari 2025 lalu, Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan Danantara adalah konsolidasi semua kekuatan ekonomi Indonesia yang berada di bawah pengelolaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Daya artinya energi kekuatan, Anagata artinya masa depan, dan Nusantara artinya Tanah Air kita. “Kita beri nama Danantara, Daya Anagata Nusantara, artinya daya energi kekuatan Anagata masa depan Nusantara Tanah Air kita," kata Presiden Prabowo.
Presiden Prabowo juga menerangkan Danantara akan mengelola lebih dari US$ 900 miliar Aset Dalam Kelolaan (AUM), atau setara Rp 14.710 Triliun (kurs Rp 16.345/US$). Dengan dana super jumbo tersebut Danantara akan melakukan investasi di sektor-sektor strategis seperti proyek-proyek yang berkelanjutan yang berdampak tinggi di berbagai sektor, energi terbarukan, manufaktur canggih, industri hilir, produksi pangan, dan lain-lain. Harapannya, semua proyek tersebut akan berkontribusi pada pencapaian target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 8%. (E-3)
Danantara selalu menerapkan studi kelayakan (feasibility study) serta asesmen menyeluruh dari setiap rencana investasi yang dilakukan, termasuk terhadap sektor tekstil.
Indonesia kembali berada di persimpangan strategis antara penguatan kapasitas negara untuk pembangunan jangka panjang atau konsolidasi kekuasaan ekonomi.
MENTERI Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Perkasa Roeslani optimistis akan investasi penanaman modal dalam negeri (PMDN).
CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani mengungkapkan pemerintah tengah mengkaji pembentukan badan usaha milik negara (BUMN) di sektor tekstil.
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menyerahkan 90 unit Huntara di Aceh Tamiang. Sinergi BUMN Danantara sediakan hunian layak pasca-bencana.
Banjir susulan masih mengancam sejumlah wilayah terdampak bencana Sumatra.
Pemerintah bersiap melakukan intervensi strategis di sektor tekstil nasional menyusul kolapsnya PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex), salah satu pemain terbesar industri tekstil.
CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani mengungkapkan pemerintah tengah mengkaji pembentukan badan usaha milik negara (BUMN) di sektor tekstil.
ANGGOTA Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai NasDem Asep Wahyuwijaya menilai, inisiatif pemerintah untuk mendirikan BUMN tekstil merupakan langkah yang tepat dan strategis.
Kritik Prabowo itu khususnya ditujukan pada direksi dan komisaris perusahaan pelat merah yang mencatatkan kerugian namun tetap meminta tantiem atau bonus.
Fokus utama kajian dari Anisha adalah penegasan posisi BUMN sebagai entitas hukum terpisah (separate legal entity) yang tetap mengemban mandat konstitusional demi kemakmuran rakyat.
PRESIDEN Prabowo Subianto memberikan kritik keras kepada jajaran direksi badan usaha milik negara (BUMN) lantaran terlalu lama menerapkan praktik pengelolaan yang merugikan negara.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved