Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
KETIDAKPASTIAN terkait roadmap program 3 juta rumah yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto menimbulkan kebingungan di kalangan pengembang perumahan. Hingga saat ini, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (Kementerian PKP) belum merilis peta jalan yang akan menjadi acuan dalam implementasi program tersebut.
Komisi V DPR RI juga telah menagih dokumen roadmap program 3 juta rumah kepada Kementerian PKP. Dalam rapat kerja dengan kementerian pada beberapa waktu lalu, Wakil Ketua Komisi V, Syaiful Huda, menyatakan bahwa blueprint sangat diperlukan agar program ini tidak hanya sekadar janji.
Senada dengan itu, Anggota Komisi V dari Fraksi Demokrat, Lokot Nasution, juga meminta Kementerian PKP untuk segera menyusun matriks kerja. Menurutnya, tanpa matriks kerja yang jelas, program ini akan sulit dieksekusi dengan baik.
“Kami tidak ingin masyarakat melihat program 3 juta rumah ini hanya sebatas wacana politik tanpa implementasi yang nyata,” ujar Lokot dikutip dari Antara, Kamis (19/2).
Menanggapi hal ini, Ketua Umum Real Estate Indonesia (REI), Joko Suranto, juga menuntut adanya kejelasan langsung dari Presiden Prabowo terkait program ini. Menurutnya, para pengembang membutuhkan kepastian agar bisa memberikan informasi yang jelas kepada masyarakat.
“Banyak pertanyaan dari masyarakat mengenai 3 juta rumah ini. Tapi kami sendiri masih dalam kondisi ketidakpastian karena belum ada penjelasan detail dari pemerintah,” ujar Joko saat ditemui kemarin.
Joko juga mengungkapkan bahwa para pengembang telah beberapa kali meminta penjelasan kepada Menteri PKP, Maruarar Sirait. Namun, jawaban yang diberikan selalu normatif bahwa program ini sudah menjadi perintah presiden.
“Maka kami berhak mendapatkan kejelasan langsung dari Presiden. Kami memohon ada ruang dialog antara asosiasi pengembang dengan Presiden agar semua pihak memiliki pemahaman yang sama,” tambahnya.
Ketua Himpunan Pengembang Pemukiman dan Perumahan Rakyat (Himperra), Ari Tri Priyono, menegaskan bahwa tanpa adanya roadmap yang jelas, para pengembang tidak memiliki arah yang pasti dalam membangun hunian. Ia pun mendesak Kementerian PKP untuk segera menuntaskan penyusunan roadmap guna memastikan program ini berjalan sesuai target.
“Kami butuh kejelasan. Roadmap-nya bagaimana? Kami mau diajak ke mana? Apakah kami harus fokus ke FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan) atau ada sektor lain yang harus didukung?” ujar Ari.
Senada dengan Ari, Ketua Umum Asosiasi Perumahan Seluruh Indonesia (Apersi), Junaidi Abdillah, menyoroti labelisasi negatif terhadap pengembang perumahan yang dianggap sebagai pihak bermasalah.
Menurutnya, sebelum memberikan pernyataan yang berpotensi merugikan pengembang, pemerintah seharusnya berdiskusi lebih dahulu dengan asosiasi pengembang.
“Label pengembang nakal itu terlalu dini. Kami sering bertemu dengan Pak Menteri, tetapi tidak pernah diajak bicara secara khusus mengenai persoalan ini. Jika memang ada pengembang bermasalah, harus dijelaskan kategorinya. Apakah unsur penipuan atau kriminal? Kalau hanya masalah bangunan retak setelah beberapa tahun, itu bisa saja terjadi akibat renovasi penghuni sendiri,” kata Junaidi.
Junaidi juga menekankan bahwa pengembang telah berupaya keras untuk membantu pemerintah dalam mewujudkan program rumah rakyat. Namun, jika kebijakan yang diambil justru membuat kondisi industri perumahan semakin tidak kondusif, maka banyak pengembang yang akan berhenti membangun rumah FLPP.
“Kami mendukung penuh program Presiden Prabowo. Tapi jangan sampai ada pihak-pihak yang merusak ekosistem perumahan. Jika perizinan diberikan oleh pemerintah daerah, kenapa pengembang yang disalahkan saat terjadi masalah? Ini yang harus diperjelas,” tegasnya.
Menanggapi tuntutan tersebut, Wakil Menteri PKP, Fahri Hamzah, mengatakan bahwa dokumen roadmap program 3 juta rumah akan disampaikan dalam rapat kerja berikutnya dengan DPR. Pernyataan ini disampaikan Fahri saat ditemui usai rapat bersama Komisi V DPR pada 6 Februari 2025.
Sebelumnya, pada 15 Januari 2025, Menteri PKP Maruarar Sirait menyatakan bahwa pihaknya masih menyusun roadmap program ini. Salah satu fokus utama yang tengah digarap adalah penguatan skema KPR FLPP serta penetapan pembangunan rumah di perkotaan yang terintegrasi dengan moda transportasi umum sebagai proyek strategis nasional (PSN).
Namun, hingga kini, belum ada kepastian kapan roadmap tersebut akan benar-benar dirilis ke publik. Dengan kondisi ini, pengembang perumahan masih menunggu arahan yang lebih konkret dari pemerintah agar bisa berkontribusi optimal dalam program 3 juta rumah per tahun yang menjadi janji kampanye Presiden Prabowo Subianto.
Program 3 juta rumah bukanlah hal mudah terlebih di saat kondisi perekonomian yang tidak menentu seperti saat ini
Gagasan besar Pemerintahan Prabowo melalui Kementerian PKP adalah untuk mengakselerasi pemenuhan kebutuhan rumah layak huni terutama untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
PT Timah, melalui anak usahanya PT Timah Karya Persada Properti, berkomitmen mendukung program tiga juta rumah yang dicanangkan pemerintah.
Keberhasilan PKG di daerah sangat bergantung pada beberapa faktor utama.
BTN berkomitmen memberikan akses kepemilikan rumah yang lebih mudah, bahkan bagi mereka yang tidak memiliki slip gaji formal.
The HUD Institute mengingatkan pemerintah bahwa persoalan perumahan nasional tidak dapat diselesaikan dengan pendekatan proyek semata
Pembangunan hunian vertikal di kawasan Kampung Bandan, Jakarta, dinilai menjadi langkah strategis dalam merealisasikan program tiga juta rumah yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
Bank Tanah dukung Program 3 Juta Rumah lewat penyediaan lahan, serta MoU dengan Pemprov Bengkulu untuk optimalisasi potensi pertanahan daerah dan perumahan MBR kini.
PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) menyatakan kesiapan mendukung program 3 juta rumah Prabowo-Gibran dengan teknologi precast yang efisien dan tahan gempa.
Mendukung percepatan Program 3 Juta Rumah, ratusan calon pengembang baru dilatih intensif oleh praktisi dan pemerintah di Cileungsi, Bogor.
Pemerintah menegaskan komitmen mempercepat pembangunan 3 juta rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved