Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA pengurus harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi berpendapat dengan naiknya harga Minyakita, akan menggerus daya beli masyarakat. Saat ini harga eceran tertinggi (HET) Minyakita dibanderol menjadi Rp15.700 per liter, naik dari sebelumnya Rp14.000 per liter.
Minyak goreng merupakan kebutuhan pokok yang esensial bagi masyarakat. Tulus mengkhawatirkan kantong masyarakat akan semakin berat jika harga jual Minyakita di pasar atau ritel melampaui HET.
"Dampak kenaikan Minyakita pasti akan menggerus daya beli masyarakat menengah bawah. Apalagi jika kenaikan harga itu tidak terkontrol, harga akan makin melambung, jauh di atas HET," ujarnya kepada Media Indonesia, Jumat (19/7).
Baca juga : HET Minyakita Jadi Rp15.700 per Liter
Tulus secara tegas menolak kenaikan harga Minyakita. Seharusnya pemerintah melakukan intervensi kebijakan agar harga minyak goreng curah bermerek itu turun, bukan malah naik. Selain itu, pemerintah juga diminta memperbaiki jalur distribusi untuk menyalurkan produk dari produsen hingga ke konsumen akhir secara tepat.
"Hal ini supaya pasokan lancar dan tidak ada kenaikan harga. Kenaikan harga Minyakita ini kan karena faktor jalur distribusi yang rumit dan cost yang tinggi," jelas ketua pengurus harian YLKI.
Dihubungi terpisah, Sekjen Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) Reynaldi Sarijowan menuturkan dengan harga Minyakita yang sebelumnya dipatok Rp14.000 per liter, produk tersebut dilaporkan langka di sejumlah pasar. Dengan adanya kenaikan harga Minyakita, dikhawatirkan akan semakin langka produk tersebut beredar.
Baca juga : Mendag akan Bahas Rencana Kenaikan HET Minyakita
"Bagaimana harga Minyakita dipatok Rp15.700, akan semakin sulit mencari barang itu," ujarnya.
Ikappi mendesak pemerintah untuk memastikan ketersediaan pasokan Minyakita terjaga. Pasalnya, dengan adanya kelangkaan stok itu, akan sulit bagi pedagang mengontrol harga. Untuk itu, Reynaldi berharap para pedagang bisa dilibatkan dengan pemerintah untuk mencari solusi agar produsen tetap memproduksi Minyakita.
"Jika barang itu ada, pemerintah bisa menekan harga. Tapi, jika pasokan tidak cukup, ini menjadi masalah kemudian. Dalam proses setiap kebijakan penting untuk melibatkan seluruh komponen terutama pedagang," pungkasnya. (Ins/Z-7)
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi pangan sepanjang 2025 mencapai 4,58%, tertinggi di antara kelompok pengeluaran lain. Pemerintah waspadai gerusan daya beli di kuartal I-2026.
Komisi XI berada pada posisi strategis untuk memastikan stabilitas ekonomi tetap terjaga di tengah tekanan musiman.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa hingga kini pemerintah belum mengambil keputusan terkait penyesuaian tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) pada 2026.
CHIEF Economist Bank Mandiri Andry Asmoro menilai risiko Indonesia mengalami resesi dalam waktu dekat amat kecil karena ditopang oleh kekuatan domestik.
Stimulus fiskal seperti PPN DTP dan potongan BPHTB dinilai belum mampu dorong penjualan rumah, karena biaya mobilitas dan akses transportasi jadi faktor utama
BANK Indonesia (BI) mencatat uang beredar dalam arti luas (M2) tumbuh 7,7 persen secara tahunan (yoy) pada Oktober 2025 hingga mencapai Rp9.783,1 triliun.
Pascalibur panjang Natal dan Tahun Baru 2026, harga berbagai kebutuhan pokok di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat melambung. Harga telur naik, minyakita dijual di atas harga eceran tertinggi.
Peneliti Core Indonesia, Eliza Mardian, menyarankan agar pemerintah menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) demi melindungi konsumen akhir.
Turunnya HET pupuk bersubsidi ini cukup signifikan. Penurunan HET ini berlaku untuk semua jenis pupuk bersubsidi, baik pupuk Urea, NPK Phonska, NPK Kakao, pupuk organik, maupun ZA.
ANGGOTA Komisi IV DPR RI Sonny T Danaparamita mempertanyakan tingginya harga beras di pasaran. Padahal, stok cadangan beras pemerintah (CBP) tercatat melimpah yakni mencapai 3,9 - 4 juta ton.
DIREKTUR Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani menyatakan bahwa Harga Eceran Tertinggi untuk beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) tidak akan mengalami kenaikan.
Aprindo menyatakan beras premium mulai kembali hadir di pasar ritel. Sebelumnya beras premium sempat ditarik akibat masalah pelanggaran standar mutu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved